<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yudo Sejak 16 Tahun Mencintai Olahraga Terjun Payung</title><description>Penerjun payung, Yudo Baskoro (53) dikenal mencintai olahraga dirgantara, terjun payung sejak umur 16 tahun</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/13/338/467884/yudo-sejak-16-tahun-mencintai-olahraga-terjun-payung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/13/338/467884/yudo-sejak-16-tahun-mencintai-olahraga-terjun-payung"/><item><title>Yudo Sejak 16 Tahun Mencintai Olahraga Terjun Payung</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/13/338/467884/yudo-sejak-16-tahun-mencintai-olahraga-terjun-payung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/13/338/467884/yudo-sejak-16-tahun-mencintai-olahraga-terjun-payung</guid><pubDate>Senin 13 Juni 2011 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/13/338/467884/wto8xk2akt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi terjun payung (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/13/338/467884/wto8xk2akt.jpg</image><title>Ilustrasi terjun payung (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA- Penerjun payung, Yudo Baskoro (53) dikenal mencintai olahraga dirgantara, terjun payung. Meski dia berasal dari keluarga sipil, sejak umur 16 tahun telah menggeluti olahraga terjun payung.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yudo warga sipil tapi suka dengan dirgantara. Sejak 16 tahun sudah cinta dengan olahraga dirgantara,&amp;rdquo; kata Kerabat, Yudo, Yudha Irlang, kepada okezone, di Jakarta, Senin (13/6/2011).
&amp;nbsp;
Yudo mengatakan kecintaannya terhadap olahraga tersebut dipengaruhi ayahnya, Soemadi yang gemar mengemudikan pesawat terbang. Diang sangat menyenagi olahraga tersebut, sehingga setiap ada kegiatan dia selalu ikut.
&amp;nbsp;
Dia mengalami kecelakaan saat menyelamatkan muridnya yang kesulitan membuka parasut. Nahas payungnya juga tidak terbuka saat berada di ketinggian sekira 500 meter dari permukaan tanah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenernya ingin menolong siswanya. Tapi malah dua-duanya meninggal,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Yudha terakhir kali berkomunikasi saat dia memberikan pesan pendek kepada Yudo. Dia merasa kehilangan atas kejadan itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Minggu lalu saya sempat SMS. Dia bilang pas dia ke Jakarta dia tak sempet ketemu sama kita,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA- Penerjun payung, Yudo Baskoro (53) dikenal mencintai olahraga dirgantara, terjun payung. Meski dia berasal dari keluarga sipil, sejak umur 16 tahun telah menggeluti olahraga terjun payung.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yudo warga sipil tapi suka dengan dirgantara. Sejak 16 tahun sudah cinta dengan olahraga dirgantara,&amp;rdquo; kata Kerabat, Yudo, Yudha Irlang, kepada okezone, di Jakarta, Senin (13/6/2011).
&amp;nbsp;
Yudo mengatakan kecintaannya terhadap olahraga tersebut dipengaruhi ayahnya, Soemadi yang gemar mengemudikan pesawat terbang. Diang sangat menyenagi olahraga tersebut, sehingga setiap ada kegiatan dia selalu ikut.
&amp;nbsp;
Dia mengalami kecelakaan saat menyelamatkan muridnya yang kesulitan membuka parasut. Nahas payungnya juga tidak terbuka saat berada di ketinggian sekira 500 meter dari permukaan tanah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenernya ingin menolong siswanya. Tapi malah dua-duanya meninggal,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Yudha terakhir kali berkomunikasi saat dia memberikan pesan pendek kepada Yudo. Dia merasa kehilangan atas kejadan itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Minggu lalu saya sempat SMS. Dia bilang pas dia ke Jakarta dia tak sempet ketemu sama kita,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
