<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Tewas, Yonas Sempat Menunjukkan Perilaku Aneh</title><description>Memang benar umur  seseorang tidak ada yang tahu. Seperti dialami Marleine Tumenggung,  ibunda Yonas Krisna, tidak tahu kalau hari itu terakhir kali melihat  buah hatinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/14/340/468283/sebelum-tewas-yonas-sempat-menunjukkan-perilaku-aneh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/14/340/468283/sebelum-tewas-yonas-sempat-menunjukkan-perilaku-aneh"/><item><title>Sebelum Tewas, Yonas Sempat Menunjukkan Perilaku Aneh</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/14/340/468283/sebelum-tewas-yonas-sempat-menunjukkan-perilaku-aneh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/14/340/468283/sebelum-tewas-yonas-sempat-menunjukkan-perilaku-aneh</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2011 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/14/340/468283/BK8HHDHsLw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi terjun payung (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/14/340/468283/BK8HHDHsLw.jpg</image><title>Ilustrasi terjun payung (Foto: Ist)</title></images><description>BANDUNG- Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Memang benar umur seseorang tidak ada yang tahu. Seperti dialami Marleine Tumenggung, ibunda Yonas Krisna, tidak tahu kalau hari itu terakhir kali melihat buah hatinya.Yonas Krisna merupakan salah seorang korban tewas dalam latihan terjun payung yang digelar bersama dengan Paskhas TNI AU dengan atlet terjun payung Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) pada Senin 13 Juni kemarin.Kepada okezone Marleine menceritakan, hal yang tidak biasa dilakukan Yonas saat akan meninggalkan rumah. Pada Minggu 12 Juni sekira pukul 21.00 WIB, Yonas yang tinggal bersama sang Ibu di Pondok Timur, Kalimalang, Bekasi, tengah bersiap berangkat ke Lanud Sulaeman.Ketika baru keluar rumah, Yonas kembali lagi ke rumah untuk mengambil barang yang tertinggal. Saat itulah dia pamit lagi ke ibunya sambil mencium tangan.&quot;Padahal sebelumnya Yonas enggak pernah sun tangan, kecuali ulang tahun itu pun cium pipi,&quot; tutur Marleine saat berbincang dengan okezone di rumah duka Jalan Matraman No 2 Bandung, Selasa (14/6/2011).Melihat sikap yang tidak biasa dari anaknya, sang ibu langsung mengatakan supaya Yonas hati-hati dan selamat dalam terjun payung. &quot;Waktu sun tangan itu, dia hormat sekali pada ibu,&quot; tuturnya.Sabtu sebelumnya, Yonas juga rajin bersih-bersih bahkan hingga mencuci mobil. Malam Minggunya sempat makan bersama pacarnya. &quot;Dia begitu happy, jalan sambil pegangan tangan,&quot; tuturnya.&quot;Pada Minggu pukul 21.00 WIB dia pergi ke Bandung, dan besoknya pukul 09.00 WIB dia kecelakaan,&quot; ujarnya. Kecelakan nahas itu baru pertama dialami Yonas, sekaligus yang terakhir. Dia tewas bersama gurunya Yudo Baskoro dalam terjun payung di Lapangan Bandung Indah Golf TNI AU Cimariuk, Lanud Sulaeman, Margahayu Bandung.Meski begitu, Marleine menerima takdir yang menimpa putra bungsunya itu. &quot;Saya menerima musibah ini, soal kekurangannya dalam terjun payung itu enggak tahu,&quot; ungkapnya.Dia menilai, saat terjun payung fisik anaknya dalam keadaan lelah karena sebelumnya baru selesai bekerja. &quot;Kayanya dia kecapean, tidur kurang. Terus terbang di Bandung untuk terjun,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BANDUNG- Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Memang benar umur seseorang tidak ada yang tahu. Seperti dialami Marleine Tumenggung, ibunda Yonas Krisna, tidak tahu kalau hari itu terakhir kali melihat buah hatinya.Yonas Krisna merupakan salah seorang korban tewas dalam latihan terjun payung yang digelar bersama dengan Paskhas TNI AU dengan atlet terjun payung Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) pada Senin 13 Juni kemarin.Kepada okezone Marleine menceritakan, hal yang tidak biasa dilakukan Yonas saat akan meninggalkan rumah. Pada Minggu 12 Juni sekira pukul 21.00 WIB, Yonas yang tinggal bersama sang Ibu di Pondok Timur, Kalimalang, Bekasi, tengah bersiap berangkat ke Lanud Sulaeman.Ketika baru keluar rumah, Yonas kembali lagi ke rumah untuk mengambil barang yang tertinggal. Saat itulah dia pamit lagi ke ibunya sambil mencium tangan.&quot;Padahal sebelumnya Yonas enggak pernah sun tangan, kecuali ulang tahun itu pun cium pipi,&quot; tutur Marleine saat berbincang dengan okezone di rumah duka Jalan Matraman No 2 Bandung, Selasa (14/6/2011).Melihat sikap yang tidak biasa dari anaknya, sang ibu langsung mengatakan supaya Yonas hati-hati dan selamat dalam terjun payung. &quot;Waktu sun tangan itu, dia hormat sekali pada ibu,&quot; tuturnya.Sabtu sebelumnya, Yonas juga rajin bersih-bersih bahkan hingga mencuci mobil. Malam Minggunya sempat makan bersama pacarnya. &quot;Dia begitu happy, jalan sambil pegangan tangan,&quot; tuturnya.&quot;Pada Minggu pukul 21.00 WIB dia pergi ke Bandung, dan besoknya pukul 09.00 WIB dia kecelakaan,&quot; ujarnya. Kecelakan nahas itu baru pertama dialami Yonas, sekaligus yang terakhir. Dia tewas bersama gurunya Yudo Baskoro dalam terjun payung di Lapangan Bandung Indah Golf TNI AU Cimariuk, Lanud Sulaeman, Margahayu Bandung.Meski begitu, Marleine menerima takdir yang menimpa putra bungsunya itu. &quot;Saya menerima musibah ini, soal kekurangannya dalam terjun payung itu enggak tahu,&quot; ungkapnya.Dia menilai, saat terjun payung fisik anaknya dalam keadaan lelah karena sebelumnya baru selesai bekerja. &quot;Kayanya dia kecapean, tidur kurang. Terus terbang di Bandung untuk terjun,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
