<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Didesak Segera Panggil Angelina Sondakh Cs</title><description>Tiga nama baru yang terucap lewat pengakuan Nazaruddin yakni Angelina  Sondakh, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir, harus segera dipanggil untuk  dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/18/339/469884/kpk-didesak-segera-panggil-angelina-sondakh-cs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/18/339/469884/kpk-didesak-segera-panggil-angelina-sondakh-cs"/><item><title>KPK Didesak Segera Panggil Angelina Sondakh Cs</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/18/339/469884/kpk-didesak-segera-panggil-angelina-sondakh-cs</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/18/339/469884/kpk-didesak-segera-panggil-angelina-sondakh-cs</guid><pubDate>Sabtu 18 Juni 2011 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Afrilianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/18/339/469884/GYfCHor91B.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/18/339/469884/GYfCHor91B.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Tiga nama baru yang terucap lewat pengakuan Nazaruddin yakni Angelina Sondakh, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir, harus segera dipanggil untuk dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika tidak segera, maka bisa jadi KPK kembali kecolongan dalam mengungkap tersangka baru. &quot;KPK harus segera memanggil pihak-pihak yang disebut, jangan sampai terlambat,&quot; kata Peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril di Jakarta, Sabtu (18/6/2011).Dia menilai, akhir-akhir ini kerja KPK serba terlambat, khususnya dalam menangani kasus-kasus besar dan melibatkan partai penguasa. Akibatnya, kerja KPK menjadi lebih {ngoyo} dalam menghadirkan kembali aktor-aktor yang diduga terkait kasus-kasus korupsi besar tersebut. &quot;Kasus wisma atlet hampir 1 bulan tidak ada pengembangan progresif, kalau dibandingkan masa awal KPK berdiri,&quot; ungkapnya.Menurut Oce, KPK harus secepatnya menetapkan tersangka baru. Hal ini untuk menghindarkan proses hukum dari campur tangan parlemen yang bisa mengaburkan permasalahan.&quot;Karena ini berhubungan dengan politisi partai penguasa, saya takut dibikin panja lagi di DPR, seperti kasus Andi Nurpati yang diulur-ulur, kemudian DPR masuk, enggak tahu ujungnya ke mana,&quot; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga nama baru yang terucap lewat pengakuan Nazaruddin yakni Angelina Sondakh, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir, harus segera dipanggil untuk dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika tidak segera, maka bisa jadi KPK kembali kecolongan dalam mengungkap tersangka baru. &quot;KPK harus segera memanggil pihak-pihak yang disebut, jangan sampai terlambat,&quot; kata Peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril di Jakarta, Sabtu (18/6/2011).Dia menilai, akhir-akhir ini kerja KPK serba terlambat, khususnya dalam menangani kasus-kasus besar dan melibatkan partai penguasa. Akibatnya, kerja KPK menjadi lebih {ngoyo} dalam menghadirkan kembali aktor-aktor yang diduga terkait kasus-kasus korupsi besar tersebut. &quot;Kasus wisma atlet hampir 1 bulan tidak ada pengembangan progresif, kalau dibandingkan masa awal KPK berdiri,&quot; ungkapnya.Menurut Oce, KPK harus secepatnya menetapkan tersangka baru. Hal ini untuk menghindarkan proses hukum dari campur tangan parlemen yang bisa mengaburkan permasalahan.&quot;Karena ini berhubungan dengan politisi partai penguasa, saya takut dibikin panja lagi di DPR, seperti kasus Andi Nurpati yang diulur-ulur, kemudian DPR masuk, enggak tahu ujungnya ke mana,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
