<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diteror Orang Tak Dikenal, Wartawan Papua Lapor Polisi</title><description>Pimpinan Redaksi Harian Bintang Papua Walhamrid Wahid menjelaskan, teror yang dialami wartawannya bermula dari pemuatan  berita terkait kasus hilangnya 17 warga sipil di perairan Mamberamo,  Papua beberapa waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/18/340/469783/diteror-orang-tak-dikenal-wartawan-papua-lapor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/18/340/469783/diteror-orang-tak-dikenal-wartawan-papua-lapor-polisi"/><item><title>Diteror Orang Tak Dikenal, Wartawan Papua Lapor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/18/340/469783/diteror-orang-tak-dikenal-wartawan-papua-lapor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/18/340/469783/diteror-orang-tak-dikenal-wartawan-papua-lapor-polisi</guid><pubDate>Sabtu 18 Juni 2011 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nurlia Tuasalamonny </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/17/340/469783/bkq1CEQgbz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/17/340/469783/bkq1CEQgbz.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAYAPURA - Kasus teror oleh orang tak dikenal terhadap wartawan di Papua kembali terjadi.
&amp;nbsp;
Setelah sebelumya Lala, wartawati Merauke mendapat teror dengan modus pengiriman surat berdarah dan kasus penusukan yang dialami kontributor Vivanews Banjir Ambarita, kini giliran Yunus wartawan harian lokal Bintang Papua mendapat teror.
&amp;nbsp;
Pimpinan Redaksi Harian Bintang Papua Walhamrid Wahid kepada wartawan menjelaskan, teror yang dialami wartawannya bermula dari pemuatan berita terkait kasus hilangnya 17 warga sipil di perairan Mamberamo, Papua beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mungkin ada oknum yang tak ingin berita itu tercuat di media sehingga mereka melakukan teror kepada wartawan yang bersangkutan,&amp;rdquo; ungkap Amri.
&amp;nbsp;
Sejak berita tersebut mencuat, lanjut Amri, aksi teror terhadap wartawan mulai terjadi. Puncaknya, Selasa 14 Juni lalu, saat akan melakukan peliputan dengan mengendarai sepeda motor, Yunus tiba-tiba dihampiri salah seorang yang juga mengendarai sepeda motor jenis Honda Tiger 2000 berwarna hitam tepat di lokasi yang sepi dari kendaraan.
&amp;nbsp;
Pelaku langsung mengeluarkan kata-kata ancaman, dimana pelaku melarang korban untuk memuat berita terkait masalah 17 warga yang hilang itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pelaku menutup mukanya dengan helm hitam, sehingga sulit dikenali. Menurut dia, jika berita tersebut tetap dimuat maka wartawan akan kehilangan keluarga. Dia juga mengeluarkan kata-kata itu sebanyak dua kali dengan suara lantang,&amp;rdquo; kata Amri.
&amp;nbsp;
Tak hanya pelaku yang mengendarai sepeda motor, ternyata pada jarak 50 meter juga ada sebuah mobil Suzuki Escudo warna Silver yang menguntit korban. Beruntung saat itu korban tak dilukai oleh orang tak dikenal tersebut.
&amp;nbsp;
Saat ini, kasus teror tersebut telah dilaporkan ke Polres Serui, dan jika situasi tak memungkinkan korban akan dievakuasi ke Kota Jayapura guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk mengantisipasi hal itu,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan belum mendapat adanya laporan kasus teror wartawan yang masuk hingga ke Polda Papua, namun demikian dia mengaku kasus tersebut sudah ditangani Polres Serui.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan telah membuat laporan polisi ke Polres Serui, karena kasus tersebut terjadi di wilayah Yapen maka yang tangani Polres setempat&amp;rdquo; terang Wachyono.</description><content:encoded>JAYAPURA - Kasus teror oleh orang tak dikenal terhadap wartawan di Papua kembali terjadi.
&amp;nbsp;
Setelah sebelumya Lala, wartawati Merauke mendapat teror dengan modus pengiriman surat berdarah dan kasus penusukan yang dialami kontributor Vivanews Banjir Ambarita, kini giliran Yunus wartawan harian lokal Bintang Papua mendapat teror.
&amp;nbsp;
Pimpinan Redaksi Harian Bintang Papua Walhamrid Wahid kepada wartawan menjelaskan, teror yang dialami wartawannya bermula dari pemuatan berita terkait kasus hilangnya 17 warga sipil di perairan Mamberamo, Papua beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mungkin ada oknum yang tak ingin berita itu tercuat di media sehingga mereka melakukan teror kepada wartawan yang bersangkutan,&amp;rdquo; ungkap Amri.
&amp;nbsp;
Sejak berita tersebut mencuat, lanjut Amri, aksi teror terhadap wartawan mulai terjadi. Puncaknya, Selasa 14 Juni lalu, saat akan melakukan peliputan dengan mengendarai sepeda motor, Yunus tiba-tiba dihampiri salah seorang yang juga mengendarai sepeda motor jenis Honda Tiger 2000 berwarna hitam tepat di lokasi yang sepi dari kendaraan.
&amp;nbsp;
Pelaku langsung mengeluarkan kata-kata ancaman, dimana pelaku melarang korban untuk memuat berita terkait masalah 17 warga yang hilang itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pelaku menutup mukanya dengan helm hitam, sehingga sulit dikenali. Menurut dia, jika berita tersebut tetap dimuat maka wartawan akan kehilangan keluarga. Dia juga mengeluarkan kata-kata itu sebanyak dua kali dengan suara lantang,&amp;rdquo; kata Amri.
&amp;nbsp;
Tak hanya pelaku yang mengendarai sepeda motor, ternyata pada jarak 50 meter juga ada sebuah mobil Suzuki Escudo warna Silver yang menguntit korban. Beruntung saat itu korban tak dilukai oleh orang tak dikenal tersebut.
&amp;nbsp;
Saat ini, kasus teror tersebut telah dilaporkan ke Polres Serui, dan jika situasi tak memungkinkan korban akan dievakuasi ke Kota Jayapura guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk mengantisipasi hal itu,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan belum mendapat adanya laporan kasus teror wartawan yang masuk hingga ke Polda Papua, namun demikian dia mengaku kasus tersebut sudah ditangani Polres Serui.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan telah membuat laporan polisi ke Polres Serui, karena kasus tersebut terjadi di wilayah Yapen maka yang tangani Polres setempat&amp;rdquo; terang Wachyono.</content:encoded></item></channel></rss>
