<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Perbaiki Layanan Umum Bukan Pesta Kembang Api</title><description>Perayaan HUT ke-484 DKI Jakarta yang puncaknya ditutup dengan pesta  kembang api, semalam selama 30 menit, mengundang berbagai tanggapan.  Pasalnya, pesta kembang api dinilai menghambur-hamburkan dana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/23/338/471885/perbaiki-layanan-umum-bukan-pesta-kembang-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/23/338/471885/perbaiki-layanan-umum-bukan-pesta-kembang-api"/><item><title> Perbaiki Layanan Umum Bukan Pesta Kembang Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/23/338/471885/perbaiki-layanan-umum-bukan-pesta-kembang-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/23/338/471885/perbaiki-layanan-umum-bukan-pesta-kembang-api</guid><pubDate>Kamis 23 Juni 2011 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fitriyah Tri Cahyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/23/338/471885/TSempUZKMO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesta Kembang Api (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/23/338/471885/TSempUZKMO.jpg</image><title>Pesta Kembang Api (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Perayaan HUT ke-484 DKI Jakarta yang puncaknya ditutup dengan pesta kembang api, semalam selama 30 menit, mengundang berbagai tanggapan. Pasalnya, pesta kembang api dinilai menghambur-hamburkan dana.Ketua Pusat Kajian Pengembangan Perkotaan Universitas Indonesia mengakui dalam pesta kembang api memang ada dana yang dikeluarkan. &quot;Kalau dilihat sih, memang ada yang menghamburkan dana,&quot; ungkap kepada okezone, Kamis (23/6/2011).Namun pihak Pemprov DKI Jakarta berdalih pesta kembang api semalam merupakan permintaan dari masyarakat. &quot;Itu permintaan masyarakat, kita Pemprov hanya menurutinya,&quot; ungkap Humas Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad. Kendati demikian, spirit yang keluar dalam momen HUT DKI tidak bisa dinilai dengan uang. &quot; Setelah keinginan masyarakat dipenuhi, apa selanjutnya yang diberikan oleh pemerintah?&quot; tegas Rudy. Menurutnya, masih ada permasalahan yang harus dibenahi, seperti sekolah rusak, penanganan banjir, serta jalan rusak. &quot;Apakah sekolah rusak dipenuhi, banjir dipenuhi, dan jalanan rusak dipenuhi yang sudah banyak memakan korban,&quot; terang Rudy. Karenanya, yang perlu ditekankan masyarakat adalah program perbaikan.&quot;Harusnya masyarakat lebih menekan pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan,&quot; imbuhnya.Dengan pajak yang sudah dibayar oleh rakyat, apakah pemerintah sudah memenuhi kepentingan-kepentingan umum. &quot;Jangan rakyat disuruh bayar pajak saja. Di mana uang pajak yang sudah dibayar rakyat? Tapi rakyat tidak bisa merasakan kenyamanan yang diberikan oleh pemerintah,&quot; kritiknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perayaan HUT ke-484 DKI Jakarta yang puncaknya ditutup dengan pesta kembang api, semalam selama 30 menit, mengundang berbagai tanggapan. Pasalnya, pesta kembang api dinilai menghambur-hamburkan dana.Ketua Pusat Kajian Pengembangan Perkotaan Universitas Indonesia mengakui dalam pesta kembang api memang ada dana yang dikeluarkan. &quot;Kalau dilihat sih, memang ada yang menghamburkan dana,&quot; ungkap kepada okezone, Kamis (23/6/2011).Namun pihak Pemprov DKI Jakarta berdalih pesta kembang api semalam merupakan permintaan dari masyarakat. &quot;Itu permintaan masyarakat, kita Pemprov hanya menurutinya,&quot; ungkap Humas Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad. Kendati demikian, spirit yang keluar dalam momen HUT DKI tidak bisa dinilai dengan uang. &quot; Setelah keinginan masyarakat dipenuhi, apa selanjutnya yang diberikan oleh pemerintah?&quot; tegas Rudy. Menurutnya, masih ada permasalahan yang harus dibenahi, seperti sekolah rusak, penanganan banjir, serta jalan rusak. &quot;Apakah sekolah rusak dipenuhi, banjir dipenuhi, dan jalanan rusak dipenuhi yang sudah banyak memakan korban,&quot; terang Rudy. Karenanya, yang perlu ditekankan masyarakat adalah program perbaikan.&quot;Harusnya masyarakat lebih menekan pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan,&quot; imbuhnya.Dengan pajak yang sudah dibayar oleh rakyat, apakah pemerintah sudah memenuhi kepentingan-kepentingan umum. &quot;Jangan rakyat disuruh bayar pajak saja. Di mana uang pajak yang sudah dibayar rakyat? Tapi rakyat tidak bisa merasakan kenyamanan yang diberikan oleh pemerintah,&quot; kritiknya.</content:encoded></item></channel></rss>
