<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah</title><description>Ketua NII Crisis Centre Ken Setiawan meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai gerakan NII KW9.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/26/340/472796/awas-pola-perekrutan-nii-kw9-berubah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/26/340/472796/awas-pola-perekrutan-nii-kw9-berubah"/><item><title>Awas! Pola Perekrutan NII KW9 Berubah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/26/340/472796/awas-pola-perekrutan-nii-kw9-berubah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/26/340/472796/awas-pola-perekrutan-nii-kw9-berubah</guid><pubDate>Minggu 26 Juni 2011 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/26/340/472796/fesxctgmnC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendera Negara Islam Indonesia. (Foto: nii-crisis-center.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/26/340/472796/fesxctgmnC.jpg</image><title>Bendera Negara Islam Indonesia. (Foto: nii-crisis-center.com)</title></images><description>BANDUNG - Ketua NII Crisis Centre Ken Setiawan meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai gerakan NII KW9. Sejak gencar diberitakan berbagai media massa, pola gerakan NII KW 9 Al Zaytun sudah berubah.&quot;NII Al Zaytun struktur dan pola gerakan di lapangannya berubah, metodenya lebih soft, pendekatannya lebih modern,&quot; ungkap Ken, kepada wartawan, Minggu (26/6/2011).Ken menjelaskan, pendekatan yang digunakan NII dalam merekrut anggota bersifat organisasi. Mereka meninggalkan metode lama seperti penculikan atau doktrin tanamkan pengaruh dengan pola tutup mata pada anggota yang akan hijrah. &quot;NII KW 9 sekarang tidak lagi menggunakan konsep hijrah. Pendekatan lebih rapih lewat diklat, member, yang organisasinya terbuka. Setelah mantap berjalan, baru ada tawaran yang masuk ideologi mereka,&quot; terangnya.Semua jaringan NII KW 9 Al Zaytun saat ini berada dalam naungan organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang diproklamirkan Panji Gumilang pada 1 Juni lalu.MIM juga mengganti istilah lurah/camat NII di daerah, yakni dengan istilah koordinator desa atau koordinator daerah. &quot;Mereka sekarang gunakan MIM yang menjalankan konsep ekonomi pemberdayaan dan pendidikan,&quot; jelasnya.Di bidang ekonomi, MIM membentuk bank-bank perkreditan. Saat ini bank-bank tersebut telah terbentuk di Jakarta, Banten Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, Jawa Timur.&quot;Dengan konsep baru yang lebih terbuka ini, mereka akan diterima masyarakat. Karena pemberdayaan ekonomi ini menawarkan solusi, bukan langsung mendoktrin,&quot; jelasnya.Sebenarnya, kata Ken, program MIM NII KW 9 sudah beroperasi sejak 2010. Pengurus MIM saat ini mencapai 71.718 orang di seluruh Indonesia. Menurutnya, strategi baru NII lebih berbahaya dari sebelumnya. &quot;Mereka sekarang nongol di atas permukaan. Tujuannya bubarkan NKRI 2020,&quot; sebutnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Ketua NII Crisis Centre Ken Setiawan meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai gerakan NII KW9. Sejak gencar diberitakan berbagai media massa, pola gerakan NII KW 9 Al Zaytun sudah berubah.&quot;NII Al Zaytun struktur dan pola gerakan di lapangannya berubah, metodenya lebih soft, pendekatannya lebih modern,&quot; ungkap Ken, kepada wartawan, Minggu (26/6/2011).Ken menjelaskan, pendekatan yang digunakan NII dalam merekrut anggota bersifat organisasi. Mereka meninggalkan metode lama seperti penculikan atau doktrin tanamkan pengaruh dengan pola tutup mata pada anggota yang akan hijrah. &quot;NII KW 9 sekarang tidak lagi menggunakan konsep hijrah. Pendekatan lebih rapih lewat diklat, member, yang organisasinya terbuka. Setelah mantap berjalan, baru ada tawaran yang masuk ideologi mereka,&quot; terangnya.Semua jaringan NII KW 9 Al Zaytun saat ini berada dalam naungan organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang diproklamirkan Panji Gumilang pada 1 Juni lalu.MIM juga mengganti istilah lurah/camat NII di daerah, yakni dengan istilah koordinator desa atau koordinator daerah. &quot;Mereka sekarang gunakan MIM yang menjalankan konsep ekonomi pemberdayaan dan pendidikan,&quot; jelasnya.Di bidang ekonomi, MIM membentuk bank-bank perkreditan. Saat ini bank-bank tersebut telah terbentuk di Jakarta, Banten Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, Jawa Timur.&quot;Dengan konsep baru yang lebih terbuka ini, mereka akan diterima masyarakat. Karena pemberdayaan ekonomi ini menawarkan solusi, bukan langsung mendoktrin,&quot; jelasnya.Sebenarnya, kata Ken, program MIM NII KW 9 sudah beroperasi sejak 2010. Pengurus MIM saat ini mencapai 71.718 orang di seluruh Indonesia. Menurutnya, strategi baru NII lebih berbahaya dari sebelumnya. &quot;Mereka sekarang nongol di atas permukaan. Tujuannya bubarkan NKRI 2020,&quot; sebutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
