<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbang Harus Utamakan Keselamatan</title><description>KASAU Marskal TNI Imam Sufaat meminta  kepada jajaran AU untuk meningkatkan dan mengutamakan keselamatan saat  melakukan penerbangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/28/340/473687/penerbang-harus-utamakan-keselamatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/28/340/473687/penerbang-harus-utamakan-keselamatan"/><item><title>Penerbang Harus Utamakan Keselamatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/28/340/473687/penerbang-harus-utamakan-keselamatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/28/340/473687/penerbang-harus-utamakan-keselamatan</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2011 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/28/340/473687/1Dm8F5eU8S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pesawat latih (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/28/340/473687/1Dm8F5eU8S.jpg</image><title>Ilustrasi pesawat latih (Foto: ist)</title></images><description>YOGYAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marskal TNI Imam Sufaat meminta kepada jajaran AU untuk meningkatkan dan mengutamakan keselamatan saat melakukan penerbangan. Guna menjaga keamanan NKRI, profesionalisme TNI AU harus lebih baik dari hari ke hari.Hal itu disampaikan KASAU saat acara Prasetya Perwira (Praspa) Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Angkatan XXV dan Wisuda Sekolah Penerbangan Angkatan 81-82 di Lapangan Jupiter Kompleks AAU Yogyakarta, Selasa (28/6/2011).&amp;ldquo;Menjadi penerbang tidaklah ringan. Adanya keterbatasan Alustista Angkatan Udara (AU), jangan menjadi berkurang semangat anggota,&amp;rdquo; katanya.Penerbang tidak hanya cukup bisa menyelesaikan misi penerbangan, namun wajib menjamin keberlangsungan alustista pewasat terbang yang dipercayakan kepada penerbang.&amp;ldquo;Keselamatan sekali lagi menjadi satu poin penting mengukur keberhasilan penerbang,&amp;rdquo; ucapnya.Dia menambahkan, penerbang AU memiliki peran penting ketika menjalankan operasi militer. Penerbang menjadi ujung tombak dalam melakukan pengamanan udara dari penyusup yang mencoba masuk ke wilayah kedaulatan NKRI.&amp;ldquo;Kemajuan teknologi yang selalu berkembang harus menjadi tantangan bagi para penerbang, ilmu yang sudah didapatkan di sekolah dan semasa latihan perlu untuk ditingkatkan,&amp;rdquo; terangnya.Airmanship, merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki penerbang. Yakni, sikap yang tercermin para penerbang ketika menjalankan tugas operasi di udara maupun di darat. Airmanship harus menjadi pola pikir, pola sikap, dan tindak tanduk para perwira penerbang.Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisucipto, Mayor Sus Yuto Nugroho menambahkan, pada kesempatan yang sama itu juga digelar wisuda sekolah penerbang, yakni penerbang angkatan 82/PAJA dengan jumlah siswa tercatat 27 orang untuk penjurusan penerbang tempur, transport, dan helikopter. Sedangkan angkatan 81/PSDP XXV tercatat sebanyak 19 orang penerbang.&amp;ldquo;Mereka ada pada penjurusan Rotary Wing sebanyak 10 orang, Fixed Wing sembilan orang dan beberapa lainnya. Lulusan terbaik didapatkan I Gusti Bagus Mahendra Putra&amp;nbsp; dengan lama pendidikan 2 tahun 4 bulan dari satuan Angkatan Darat,&amp;rdquo; imbuh Yuto.Sebelumnya sejumlah pesawat latih milik TNI Angkatan Udara mengalami kecelakaan dan memakan korban jiwa.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marskal TNI Imam Sufaat meminta kepada jajaran AU untuk meningkatkan dan mengutamakan keselamatan saat melakukan penerbangan. Guna menjaga keamanan NKRI, profesionalisme TNI AU harus lebih baik dari hari ke hari.Hal itu disampaikan KASAU saat acara Prasetya Perwira (Praspa) Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Angkatan XXV dan Wisuda Sekolah Penerbangan Angkatan 81-82 di Lapangan Jupiter Kompleks AAU Yogyakarta, Selasa (28/6/2011).&amp;ldquo;Menjadi penerbang tidaklah ringan. Adanya keterbatasan Alustista Angkatan Udara (AU), jangan menjadi berkurang semangat anggota,&amp;rdquo; katanya.Penerbang tidak hanya cukup bisa menyelesaikan misi penerbangan, namun wajib menjamin keberlangsungan alustista pewasat terbang yang dipercayakan kepada penerbang.&amp;ldquo;Keselamatan sekali lagi menjadi satu poin penting mengukur keberhasilan penerbang,&amp;rdquo; ucapnya.Dia menambahkan, penerbang AU memiliki peran penting ketika menjalankan operasi militer. Penerbang menjadi ujung tombak dalam melakukan pengamanan udara dari penyusup yang mencoba masuk ke wilayah kedaulatan NKRI.&amp;ldquo;Kemajuan teknologi yang selalu berkembang harus menjadi tantangan bagi para penerbang, ilmu yang sudah didapatkan di sekolah dan semasa latihan perlu untuk ditingkatkan,&amp;rdquo; terangnya.Airmanship, merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki penerbang. Yakni, sikap yang tercermin para penerbang ketika menjalankan tugas operasi di udara maupun di darat. Airmanship harus menjadi pola pikir, pola sikap, dan tindak tanduk para perwira penerbang.Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisucipto, Mayor Sus Yuto Nugroho menambahkan, pada kesempatan yang sama itu juga digelar wisuda sekolah penerbang, yakni penerbang angkatan 82/PAJA dengan jumlah siswa tercatat 27 orang untuk penjurusan penerbang tempur, transport, dan helikopter. Sedangkan angkatan 81/PSDP XXV tercatat sebanyak 19 orang penerbang.&amp;ldquo;Mereka ada pada penjurusan Rotary Wing sebanyak 10 orang, Fixed Wing sembilan orang dan beberapa lainnya. Lulusan terbaik didapatkan I Gusti Bagus Mahendra Putra&amp;nbsp; dengan lama pendidikan 2 tahun 4 bulan dari satuan Angkatan Darat,&amp;rdquo; imbuh Yuto.Sebelumnya sejumlah pesawat latih milik TNI Angkatan Udara mengalami kecelakaan dan memakan korban jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
