<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alif: Saya Tidak Marah dengan Mereka</title><description>Alifah  Achmad Maulana, siswa yang membeberkan aksi contek massal di SDN II   Gadel, Tandes, Surabaya, April lalu, mengaku senang bisa kembali tinggal di tengah-tengah tetangga dan teman-teman yang  sempat menolak kehadirannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/30/337/474287/alif-saya-tidak-marah-dengan-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/06/30/337/474287/alif-saya-tidak-marah-dengan-mereka"/><item><title>Alif: Saya Tidak Marah dengan Mereka</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/06/30/337/474287/alif-saya-tidak-marah-dengan-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/06/30/337/474287/alif-saya-tidak-marah-dengan-mereka</guid><pubDate>Kamis 30 Juni 2011 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Afrilianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/30/337/474287/N15wAnhAT1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/30/337/474287/N15wAnhAT1.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Rasa trauma tinggal di tengah-tengah tetangga dan teman-teman yang sempat menolak kehadirannya, sudah tak lagi tampak di wajah Alifah Achmad Maulana, siswa yang membeberkan aksi contek massal di SDN II  Gadel, Tandes, Surabaya, April lalu.Bagaimana tidak, Alif beserta Ny Siami, ibunya, dan satu adiknya, kini telah kembali tinggal di rumahnya, Jalan Gadel Sari Barat, Gang 2, Tandes, Surabaya.Saat ditanya bagaimana perasaannya kembali tinggal di tempat kelahirannya itu, sudah tak lagi tampak roman ketegangan di wajah polosnya. Dia mengaku, aktivitas kesehariannya telah kembali normal.&quot;Sudah sudah baik semua, ya maen bola sama-sama,&quot; kata Alif saat ditemui okezone di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Kamis (30/6/2011).Meski masih tidak mengerti dengan teman-temannya yang sempat marah terhadap sikapnya yang jujur, bocah yang bercita-cita menjadi pemain bola itu mengaku tidak sedikit pun kecewa, apalagi marah. Alif mengatakan, beberapa teman bersama orangtua mereka sudah mendatanginya dan meminta maaf. &quot;Aku nggak berasa marah,&quot; katanya tanpa beban.Kini, Alif tengah berdebar-debar menantikan pengumuman penerimaan dirinya di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dia mendaftar di dua SMP Negeri favorit di Surabaya, yakni SMPN 1 dan SMPN 6 Surabaya. &quot;Pengen di SMP Negeri 1,&quot; ungkapnya.Seperti anak-anak seusianya, Alif mengisi liburan sekolahnya dengan bermain-main. Tapi satu pesan Alif, semua anak Indonesia agar bisa punya mengukir prestasi dengan selalu giat belajar.&quot;Setiap hari harus belajar, liburan, atau pun apa-apa harus tetap belajar,&quot; pesannya.Apa pendapat Alif tentang arti kejujuran? &quot;Jujur itu benar. Kalau ngomong enggak boleh bohong, harus apa adanya,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rasa trauma tinggal di tengah-tengah tetangga dan teman-teman yang sempat menolak kehadirannya, sudah tak lagi tampak di wajah Alifah Achmad Maulana, siswa yang membeberkan aksi contek massal di SDN II  Gadel, Tandes, Surabaya, April lalu.Bagaimana tidak, Alif beserta Ny Siami, ibunya, dan satu adiknya, kini telah kembali tinggal di rumahnya, Jalan Gadel Sari Barat, Gang 2, Tandes, Surabaya.Saat ditanya bagaimana perasaannya kembali tinggal di tempat kelahirannya itu, sudah tak lagi tampak roman ketegangan di wajah polosnya. Dia mengaku, aktivitas kesehariannya telah kembali normal.&quot;Sudah sudah baik semua, ya maen bola sama-sama,&quot; kata Alif saat ditemui okezone di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Kamis (30/6/2011).Meski masih tidak mengerti dengan teman-temannya yang sempat marah terhadap sikapnya yang jujur, bocah yang bercita-cita menjadi pemain bola itu mengaku tidak sedikit pun kecewa, apalagi marah. Alif mengatakan, beberapa teman bersama orangtua mereka sudah mendatanginya dan meminta maaf. &quot;Aku nggak berasa marah,&quot; katanya tanpa beban.Kini, Alif tengah berdebar-debar menantikan pengumuman penerimaan dirinya di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dia mendaftar di dua SMP Negeri favorit di Surabaya, yakni SMPN 1 dan SMPN 6 Surabaya. &quot;Pengen di SMP Negeri 1,&quot; ungkapnya.Seperti anak-anak seusianya, Alif mengisi liburan sekolahnya dengan bermain-main. Tapi satu pesan Alif, semua anak Indonesia agar bisa punya mengukir prestasi dengan selalu giat belajar.&quot;Setiap hari harus belajar, liburan, atau pun apa-apa harus tetap belajar,&quot; pesannya.Apa pendapat Alif tentang arti kejujuran? &quot;Jujur itu benar. Kalau ngomong enggak boleh bohong, harus apa adanya,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
