<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tercatat Sudah Dua Kali Asteroid Jatuh di Indonesia</title><description>Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat sedikitnya  dua kali asteroid jatuh di wilayah Indonesia. Yaitu di perairan Bone,  Selatan dan Maluku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/01/337/474600/tercatat-sudah-dua-kali-asteroid-jatuh-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/01/337/474600/tercatat-sudah-dua-kali-asteroid-jatuh-di-indonesia"/><item><title>Tercatat Sudah Dua Kali Asteroid Jatuh di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/01/337/474600/tercatat-sudah-dua-kali-asteroid-jatuh-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/01/337/474600/tercatat-sudah-dua-kali-asteroid-jatuh-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2011 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/01/337/474600/JyMY6x57ve.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Peta Indonesia (Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/01/337/474600/JyMY6x57ve.jpg</image><title>Ilustrasi. Peta Indonesia (Google)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat sedikitnya dua kali asteroid jatuh di wilayah Indonesia. Yaitu di perairan Bone, Selatan dan Maluku.&amp;ldquo;Saya kira lebih banyak lagi yang tak terdeteksi, karena jauh dari permukiman,&amp;rdquo; ungkap peneliti LAPAN Profesor Thomas Djamaluddin kepada okezone di Jakarta, Jumat (1/7/2011).Dia menjelaskan, asteroid berukuran 10 meter pernah jatuh di Laut Bone pada 8 Oktober 2009 lalu sekira pukul 11.00 waktu setempat. &amp;ldquo;Lokasinya jauh di laut dan sudah hancur sebelum mencapai bumi, jadi tidak ada dampaknya,&amp;rdquo; terangnya.Diperkirakan pada ketinggian 10 kilometer gesekan asteroid dengan atmosfer bumi menimbulkan gelombang kejut yang kemudian dilaporkan menimbulkan getaran dan suara ledakan oleh masyrakat. &amp;ldquo;Kalau itu masih utuh ketika jatuh di laut bisa picu gelombang besar,&amp;rdquo; ungkapnya.Prof Thomas menyebutkan, masih ada beberapa asteroid lagi yang jatuh di wilayah Indonesia. Tapi karena ukurannya relatif kecil dan lokasi jatuhnya jauh dari permukiman maka tidak terdeteksi.&quot;Pada 1980-an ada laporan dari deteksi radar milik AU Amerika bahwa ada asteroid jatuh di perairan Maluku, tapi tidak ada masyarakat yang tahu karena jauh di laut. Jadi kemungkinan ada asteroid-asteroid lain di wilayah RI tapi jatuh di laut atau hutan, karena ukurannya tak terlalu besar dampaknya juga tak besar,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat sedikitnya dua kali asteroid jatuh di wilayah Indonesia. Yaitu di perairan Bone, Selatan dan Maluku.&amp;ldquo;Saya kira lebih banyak lagi yang tak terdeteksi, karena jauh dari permukiman,&amp;rdquo; ungkap peneliti LAPAN Profesor Thomas Djamaluddin kepada okezone di Jakarta, Jumat (1/7/2011).Dia menjelaskan, asteroid berukuran 10 meter pernah jatuh di Laut Bone pada 8 Oktober 2009 lalu sekira pukul 11.00 waktu setempat. &amp;ldquo;Lokasinya jauh di laut dan sudah hancur sebelum mencapai bumi, jadi tidak ada dampaknya,&amp;rdquo; terangnya.Diperkirakan pada ketinggian 10 kilometer gesekan asteroid dengan atmosfer bumi menimbulkan gelombang kejut yang kemudian dilaporkan menimbulkan getaran dan suara ledakan oleh masyrakat. &amp;ldquo;Kalau itu masih utuh ketika jatuh di laut bisa picu gelombang besar,&amp;rdquo; ungkapnya.Prof Thomas menyebutkan, masih ada beberapa asteroid lagi yang jatuh di wilayah Indonesia. Tapi karena ukurannya relatif kecil dan lokasi jatuhnya jauh dari permukiman maka tidak terdeteksi.&quot;Pada 1980-an ada laporan dari deteksi radar milik AU Amerika bahwa ada asteroid jatuh di perairan Maluku, tapi tidak ada masyarakat yang tahu karena jauh di laut. Jadi kemungkinan ada asteroid-asteroid lain di wilayah RI tapi jatuh di laut atau hutan, karena ukurannya tak terlalu besar dampaknya juga tak besar,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
