<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Salah Pilih Ketua, PPP Bisa Hilang di Kancah Politik</title><description>Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi  menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini membutuhkan  pemimpin yang bisa menyelamatkan partai Kakbah itu dari pentas politik  nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/03/340/475306/salah-pilih-ketua-ppp-bisa-hilang-di-kancah-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/03/340/475306/salah-pilih-ketua-ppp-bisa-hilang-di-kancah-politik"/><item><title>Salah Pilih Ketua, PPP Bisa Hilang di Kancah Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/03/340/475306/salah-pilih-ketua-ppp-bisa-hilang-di-kancah-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/03/340/475306/salah-pilih-ketua-ppp-bisa-hilang-di-kancah-politik</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2011 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/03/340/475306/03kYLzyBMz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendera PPP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/03/340/475306/03kYLzyBMz.jpg</image><title>Bendera PPP</title></images><description>BANDUNG- Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini membutuhkan pemimpin yang bisa menyelamatkan partai Kakbah itu dari pentas politik nasional.&quot;Saya kira tipikal pemimpin yang mampu memaksimalkan potensi PPP yang bisa menyelamatkan partai ini dari ancaman hilang dari pentas politik nasional,&quot; ujar Burhanuddin saat dihubungi wartawan, Minggu (3/7/2011). Disamping itu, kata Burhanuddin, kebutuhan PPP adalah sosok pemimpin yang bisa menyatukan partai.&quot;Sosok yang bisa menjadi pemersatu partai, menyinergikan seluruh kekuatan dan potensi PPP,&quot; kata dia. Sebab sejak Pemilu 1999, PPP mengalami penurunan sangat drastis. Bahkan di DKI sendiri yang menjadi basis PPP, justru mengalami penurunan tajam dan memilih beralih ke partai lainnya.&quot;Kita lihat tren suara PPP selalu turun, pada pemilu 1999 sekira 10,7 persen, lalu 8 persen, dan sekarang 5 persen. Pada pemilu 2009, penurunan PPP merata di seluruh wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu basis dan kantong mereka turun tajam antara 5-6 persen,&quot; imbuhnya.Selain itu, penurunan suara di PPP sendiri tak lain disebabkan konflik internal berkepanjangan. Seandainya partai itu tak mampu menyatukan diri, maka PPP akan lenyap dari pentas politik nasional.&quot;PPP sering mengalami konflik internal meski tidak sampai pada perpecahan. PPP adalah fusi dari partai-partai Islam, kalau elemen-elemen (internal) ini tidak mampu disatukan, repot,&quot; tandas Burhanuddin.Seperti diketahui, PPP akan melakukan Muktamar ke VII pada tanggal 3-7 di Bandung. Dalam Muktamar ini ada tiga kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi 1 PPP.Mereka adalah Surya Dharma Ali yang juga menjabat sebagai ketua umum PPP periode 2007-2011. Ahmad Muqowam salah satu anggota DPR RI periode 2009-2014, dan Ahmad Yani yang juga anggota DPR RI Periode 2009-2011.</description><content:encoded>BANDUNG- Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menilai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini membutuhkan pemimpin yang bisa menyelamatkan partai Kakbah itu dari pentas politik nasional.&quot;Saya kira tipikal pemimpin yang mampu memaksimalkan potensi PPP yang bisa menyelamatkan partai ini dari ancaman hilang dari pentas politik nasional,&quot; ujar Burhanuddin saat dihubungi wartawan, Minggu (3/7/2011). Disamping itu, kata Burhanuddin, kebutuhan PPP adalah sosok pemimpin yang bisa menyatukan partai.&quot;Sosok yang bisa menjadi pemersatu partai, menyinergikan seluruh kekuatan dan potensi PPP,&quot; kata dia. Sebab sejak Pemilu 1999, PPP mengalami penurunan sangat drastis. Bahkan di DKI sendiri yang menjadi basis PPP, justru mengalami penurunan tajam dan memilih beralih ke partai lainnya.&quot;Kita lihat tren suara PPP selalu turun, pada pemilu 1999 sekira 10,7 persen, lalu 8 persen, dan sekarang 5 persen. Pada pemilu 2009, penurunan PPP merata di seluruh wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu basis dan kantong mereka turun tajam antara 5-6 persen,&quot; imbuhnya.Selain itu, penurunan suara di PPP sendiri tak lain disebabkan konflik internal berkepanjangan. Seandainya partai itu tak mampu menyatukan diri, maka PPP akan lenyap dari pentas politik nasional.&quot;PPP sering mengalami konflik internal meski tidak sampai pada perpecahan. PPP adalah fusi dari partai-partai Islam, kalau elemen-elemen (internal) ini tidak mampu disatukan, repot,&quot; tandas Burhanuddin.Seperti diketahui, PPP akan melakukan Muktamar ke VII pada tanggal 3-7 di Bandung. Dalam Muktamar ini ada tiga kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi 1 PPP.Mereka adalah Surya Dharma Ali yang juga menjabat sebagai ketua umum PPP periode 2007-2011. Ahmad Muqowam salah satu anggota DPR RI periode 2009-2014, dan Ahmad Yani yang juga anggota DPR RI Periode 2009-2011.</content:encoded></item></channel></rss>
