<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anjlok karena Nazarudin, SBY Tak Perlu Tanggapi Survei</title><description>Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menilai SBY tidak perlu harus menanggapi hasil survei yang mengukur popularitasnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/05/339/476198/anjlok-karena-nazarudin-sby-tak-perlu-tanggapi-survei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/05/339/476198/anjlok-karena-nazarudin-sby-tak-perlu-tanggapi-survei"/><item><title>Anjlok karena Nazarudin, SBY Tak Perlu Tanggapi Survei</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/05/339/476198/anjlok-karena-nazarudin-sby-tak-perlu-tanggapi-survei</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/05/339/476198/anjlok-karena-nazarudin-sby-tak-perlu-tanggapi-survei</guid><pubDate>Selasa 05 Juli 2011 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/05/339/476198/RR9BNv1RGX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/05/339/476198/RR9BNv1RGX.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA&amp;ndash;  Data Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurun karena kasus yang menimpa mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menilai SBY tidak perlu harus menanggapi hasil survei yang mengukur popularitasnya. Julian menambahkan, hasil survey tidak selalu ditentukan oleh isu yang berkembang.
&amp;nbsp;
&quot;Popularitas itu fluktuatif tergantung isu atau keadaan-keadaan kadang up, kadang down. Presiden tidak merasa beliau harus bisa menerima kalau ada hasil survei atau poling seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011).
&amp;nbsp;
Julian menambahakan pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lanjut Julian serius terhadap program pemberantasan korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini memang tanggung jawab bersama pemerintah benar-benar serius untuk menyelesaikan kasus. Baru kali ini benar-benar bisa dilakukan,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Perang melawan korupsi tidak dapat selesai seperti membalikkan telapak tangan.
&amp;nbsp;
&quot;Pemerintahan SBY secara tegas dan jelas mengimplementasikan kebijakan untuk melakukan perang terhadap korupsi ini bukan pekerjaan semalam,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA&amp;ndash;  Data Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurun karena kasus yang menimpa mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menilai SBY tidak perlu harus menanggapi hasil survei yang mengukur popularitasnya. Julian menambahkan, hasil survey tidak selalu ditentukan oleh isu yang berkembang.
&amp;nbsp;
&quot;Popularitas itu fluktuatif tergantung isu atau keadaan-keadaan kadang up, kadang down. Presiden tidak merasa beliau harus bisa menerima kalau ada hasil survei atau poling seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2011).
&amp;nbsp;
Julian menambahakan pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lanjut Julian serius terhadap program pemberantasan korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini memang tanggung jawab bersama pemerintah benar-benar serius untuk menyelesaikan kasus. Baru kali ini benar-benar bisa dilakukan,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Perang melawan korupsi tidak dapat selesai seperti membalikkan telapak tangan.
&amp;nbsp;
&quot;Pemerintahan SBY secara tegas dan jelas mengimplementasikan kebijakan untuk melakukan perang terhadap korupsi ini bukan pekerjaan semalam,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
