<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Ulat, Giliran Kupu-Kupu Beracun Menyerbu</title><description>Warga Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kota  Sampang, Madura, kini tengah resah. Bagaimana tidak, dalam beberapa  pekan terakhir kawasan ini diserbu ribuan kupu-kupu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/07/340/477202/setelah-ulat-giliran-kupu-kupu-beracun-menyerbu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/07/340/477202/setelah-ulat-giliran-kupu-kupu-beracun-menyerbu"/><item><title>Setelah Ulat, Giliran Kupu-Kupu Beracun Menyerbu</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/07/340/477202/setelah-ulat-giliran-kupu-kupu-beracun-menyerbu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/07/340/477202/setelah-ulat-giliran-kupu-kupu-beracun-menyerbu</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2011 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Subairi (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/07/340/477202/UEWfzMWIAU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/07/340/477202/UEWfzMWIAU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa)</title></images><description>SAMPANG - Warga Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kota Sampang, Madura, kini tengah resah. Bagaimana tidak, dalam beberapa pekan terakhir kawasan ini diserbu ribuan kupu-kupu.Saat menjelang petang, hewan-hewan ini biasanya mencari tempat terang seperti rumah-rumah atau lampu penerangan jalan umum (PJU). Tak hanya resah dengan jumlahnya yang mencapai ribuan, warga juga mengeluhkan penyakit gatal-gatal akibat terkena bulu kupu-kupu yang beterbangan dan hinggap di sembarang tempat.&amp;ldquo;Tiga anak saya terkena gatal-gatal. Itu gara-gara nangkap kupu-kupu itu,&amp;rdquo; ujar Supandi (40), warga setempat, Kamis (7/7/2011).Supandi pun mengaku sudah memeriksakan ketiga buah hatinya ke salah satu dokter yang ada di kawasan Kota Sampang. Hasilnya, dokter menyatakan kalau penyakit gatal-gatal yang dialami ketiga anaknya itu akibat racun serangga.Dia menambahkan, untuk kupu-kupu yang menyerang di kawasan perumahan, hampir sebagian besar berwarna putih. Bila dipegang, bagian sayap dari kupu-kupu tersebut lunak dan mengeluarkan sejenis serbuk warna putih. Serbuk tersebut, yang disinyalir menyebabkan gatal-gatal.&amp;ldquo;Agar tidak didatangi (kupu-kupu), sebagian besar warga memilih mematikan lampu di teras rumah,&amp;rdquo; tegasnya.Supandi berharap, wabah kupu-kupu ini segera direspons pemerintah setempat.  Paling tidak, ada upaya konkret yang dilakukan seperti melakukan pembasmian terhadap kupu-kupu yang diyakini menjadi penyebab penyakit gatal-gatal di perumahan tersebut. &amp;ldquo;Kalau tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, akan membuat resah warga sini. Apalagi kupu-kupu yang datang makin lama, makin bertambah banyak,&amp;rdquo; urainya.Terpisah, Kepala Bidang Teknik Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang, Suyono, membenarkan kejadian itu. Dia mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pembasmian.&amp;ldquo;Kami akan segera melakukan pembasmian, yakni dengan cara melakukan penyemprotan di tiap-tiap rumah atau tempat yang dihinggapi kupu-kupu tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>SAMPANG - Warga Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kota Sampang, Madura, kini tengah resah. Bagaimana tidak, dalam beberapa pekan terakhir kawasan ini diserbu ribuan kupu-kupu.Saat menjelang petang, hewan-hewan ini biasanya mencari tempat terang seperti rumah-rumah atau lampu penerangan jalan umum (PJU). Tak hanya resah dengan jumlahnya yang mencapai ribuan, warga juga mengeluhkan penyakit gatal-gatal akibat terkena bulu kupu-kupu yang beterbangan dan hinggap di sembarang tempat.&amp;ldquo;Tiga anak saya terkena gatal-gatal. Itu gara-gara nangkap kupu-kupu itu,&amp;rdquo; ujar Supandi (40), warga setempat, Kamis (7/7/2011).Supandi pun mengaku sudah memeriksakan ketiga buah hatinya ke salah satu dokter yang ada di kawasan Kota Sampang. Hasilnya, dokter menyatakan kalau penyakit gatal-gatal yang dialami ketiga anaknya itu akibat racun serangga.Dia menambahkan, untuk kupu-kupu yang menyerang di kawasan perumahan, hampir sebagian besar berwarna putih. Bila dipegang, bagian sayap dari kupu-kupu tersebut lunak dan mengeluarkan sejenis serbuk warna putih. Serbuk tersebut, yang disinyalir menyebabkan gatal-gatal.&amp;ldquo;Agar tidak didatangi (kupu-kupu), sebagian besar warga memilih mematikan lampu di teras rumah,&amp;rdquo; tegasnya.Supandi berharap, wabah kupu-kupu ini segera direspons pemerintah setempat.  Paling tidak, ada upaya konkret yang dilakukan seperti melakukan pembasmian terhadap kupu-kupu yang diyakini menjadi penyebab penyakit gatal-gatal di perumahan tersebut. &amp;ldquo;Kalau tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, akan membuat resah warga sini. Apalagi kupu-kupu yang datang makin lama, makin bertambah banyak,&amp;rdquo; urainya.Terpisah, Kepala Bidang Teknik Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang, Suyono, membenarkan kejadian itu. Dia mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pembasmian.&amp;ldquo;Kami akan segera melakukan pembasmian, yakni dengan cara melakukan penyemprotan di tiap-tiap rumah atau tempat yang dihinggapi kupu-kupu tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
