<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Lokon Meletus, 1.105 Orang Diungsikan</title><description>Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi  Utara, hingga pukul 21.30 WITA malam ini mencapai 1.105 orang atau 391  kepala keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/12/340/479112/gunung-lokon-meletus-1-105-orang-diungsikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/12/340/479112/gunung-lokon-meletus-1-105-orang-diungsikan"/><item><title>Gunung Lokon Meletus, 1.105 Orang Diungsikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/12/340/479112/gunung-lokon-meletus-1-105-orang-diungsikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/12/340/479112/gunung-lokon-meletus-1-105-orang-diungsikan</guid><pubDate>Selasa 12 Juli 2011 21:57 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/12/340/479112/0M36kh6lyP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">dok: RCTI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/12/340/479112/0M36kh6lyP.jpg</image><title>dok: RCTI</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga pukul 21.30 WITA malam ini mencapai 1.105 orang atau 391 kepala keluarga. Mereka berasal dari 9 desa yang meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa Selatan.
&amp;nbsp;
Jumlah ini meningkat dibanding tadi siang yang baru mencapai 489 jiwa dari 124 kepala keluarga, termasuk balita 56 orang dan 2 orang bayi dari Keluraha Kaskasen 1, Kelurahan Kinilow dan Kelurahan Kinilow 1 yang ditampung di SMA Kristen I kel Talete II, Tomohon.
&amp;nbsp;
Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, &amp;nbsp;Peningkatan jumlah pengungsi disebabkan masyarakat merasa aman tinggal di pos pengungsi pada malam hari. Tetapi, pada pagi atau siang hari, pengungsi kembali ke rumah masing-masing dan menjalan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya sore dan malam mereka kembali lagi ke tempat evakuasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua pengungsi ditampung di SMA Kristen I Kelurahan Talete II, Kota Tomohon,&amp;rdquo; ujarnya dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (12/7/2011).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, proses evakuasi dibantu oleh TNI/Polri setempat. Selain itu, guna membantu pelaksanaan tanggap darurat,&amp;nbsp; Provinsi Sulawesi Utara, dan BNPB juga mengirimkan berupa tikar 400 Lembar, makanan siap saji 200 paket, makanan tambahan gizi 200 paket, lauk pauk&amp;nbsp; 200 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda keluarga 5 unit, selimut 400 lembar, dan masker 250 buah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Total bantuan Rp199.636.400. Bantuan tersebut akan diberangkatkan malam ini setelah melihat perkembangan kondisi kebutuhan di lapangan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, evakuasi terhadap penduduk terpaksa dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan radius 3,5 kilometer sebagai Kawasan Rawan Bencana 2 seiring dengan terjadinya letusan pukul 13.15 WITA siang tadi.
&amp;nbsp;
Di radius tersebut terdapat 28.047 orang yang tinggal di 9 desa meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan. Jika terjadi erupsi besar, arah angin bertiup ke arah Barat Laut-Utara, sehingga mengarah ke Kota Manado.
&amp;nbsp;
Wali Kota Tomohon juga telah menetapkan masa tanggap darurat terhitung mulai tanggal 29 Juni 2011 hingga 12 Juli 2011.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Berdasarkan data tahun 1815 hingga sekarang, letusan Gunug Lokon sering terjadi namun belum pernah menimbulkan korban meninggal. Umumnya hanya abu dan pasir di sekitar Tomohon dan Minahasa Selatan,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga pukul 21.30 WITA malam ini mencapai 1.105 orang atau 391 kepala keluarga. Mereka berasal dari 9 desa yang meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa Selatan.
&amp;nbsp;
Jumlah ini meningkat dibanding tadi siang yang baru mencapai 489 jiwa dari 124 kepala keluarga, termasuk balita 56 orang dan 2 orang bayi dari Keluraha Kaskasen 1, Kelurahan Kinilow dan Kelurahan Kinilow 1 yang ditampung di SMA Kristen I kel Talete II, Tomohon.
&amp;nbsp;
Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, &amp;nbsp;Peningkatan jumlah pengungsi disebabkan masyarakat merasa aman tinggal di pos pengungsi pada malam hari. Tetapi, pada pagi atau siang hari, pengungsi kembali ke rumah masing-masing dan menjalan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya sore dan malam mereka kembali lagi ke tempat evakuasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua pengungsi ditampung di SMA Kristen I Kelurahan Talete II, Kota Tomohon,&amp;rdquo; ujarnya dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (12/7/2011).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, proses evakuasi dibantu oleh TNI/Polri setempat. Selain itu, guna membantu pelaksanaan tanggap darurat,&amp;nbsp; Provinsi Sulawesi Utara, dan BNPB juga mengirimkan berupa tikar 400 Lembar, makanan siap saji 200 paket, makanan tambahan gizi 200 paket, lauk pauk&amp;nbsp; 200 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda keluarga 5 unit, selimut 400 lembar, dan masker 250 buah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Total bantuan Rp199.636.400. Bantuan tersebut akan diberangkatkan malam ini setelah melihat perkembangan kondisi kebutuhan di lapangan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, evakuasi terhadap penduduk terpaksa dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan radius 3,5 kilometer sebagai Kawasan Rawan Bencana 2 seiring dengan terjadinya letusan pukul 13.15 WITA siang tadi.
&amp;nbsp;
Di radius tersebut terdapat 28.047 orang yang tinggal di 9 desa meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan. Jika terjadi erupsi besar, arah angin bertiup ke arah Barat Laut-Utara, sehingga mengarah ke Kota Manado.
&amp;nbsp;
Wali Kota Tomohon juga telah menetapkan masa tanggap darurat terhitung mulai tanggal 29 Juni 2011 hingga 12 Juli 2011.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Berdasarkan data tahun 1815 hingga sekarang, letusan Gunug Lokon sering terjadi namun belum pernah menimbulkan korban meninggal. Umumnya hanya abu dan pasir di sekitar Tomohon dan Minahasa Selatan,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
