<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rakyat Dinilai Belum Cerdas Pilih Wakil di Parlemen</title><description>Salah satu dari tiga pilar demokrasi yakni legislatif dinilai gagal mencari solusi dari kekisruhan di negara ini. Penyebabnya bisa  jadi karena rakyat salah memilih wakil mereka di DPR.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/16/339/480520/rakyat-dinilai-belum-cerdas-pilih-wakil-di-parlemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/16/339/480520/rakyat-dinilai-belum-cerdas-pilih-wakil-di-parlemen"/><item><title>Rakyat Dinilai Belum Cerdas Pilih Wakil di Parlemen</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/16/339/480520/rakyat-dinilai-belum-cerdas-pilih-wakil-di-parlemen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/16/339/480520/rakyat-dinilai-belum-cerdas-pilih-wakil-di-parlemen</guid><pubDate>Sabtu 16 Juli 2011 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/16/339/480520/3CjZtPo2Dy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/16/339/480520/3CjZtPo2Dy.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Salah satu dari tiga pilar demokrasi yakni legislatif dinilai gagal dalam mencari solusi dari kekisruhan di negara ini. Penyebabnya bisa jadi karena rakyat salah pilih wakil mereka di DPR.&amp;nbsp;Budayawan, Yudhistira Anm Massardi, menjelaskan masyarakat cenderung asal pilih sehingga wakil merek di DPR tidak memiliki kapabilitas dalam menuntaskan persoalan bangsa.&amp;ldquo;Rakyat juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Rakyat seharusnya cerdas siapa yang harus dipilih. Kalau memang tidak layak, jangan dipilih. Jangan menjual suaranya dengan murah,&amp;rdquo; ungkap Yudhistira dalam diskusi Polemik Radio Trijaya dengan tema Ironi Negeri ini di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2011).Dalam mencoblos atau menyontreng wakil rakyat atau Presiden, lanjut dia, tidak sedikit yang menentukan pilihan setelah diiming-iming materi. Pilihan akhirnya jatuh pada wakil rakyat yang membayar bukan didasarkan atas kesadaran mereka mampu memperjuangkan aspirasi.&amp;ldquo;Dua hal yang ada di dewan saat ini tidak mau dan tidak mampu. Ini bagian ironi besar ketika rakyat memilih anggota legislatif dengan dibayar Rp50 ribu,&amp;rdquo; tukasnya.Dampaknya, anggota DPR belum menunjukkan bahwa mereka sudah untuk rakyat namun hanya untuk kepentingan mereka.&amp;ldquo;Saya kira namanya harus diganti menjadi Dewan Perwakilan Partai bukan DPR, karena bekerja untuk parta bukan untuk rakyat,&amp;rdquo; cetusnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Salah satu dari tiga pilar demokrasi yakni legislatif dinilai gagal dalam mencari solusi dari kekisruhan di negara ini. Penyebabnya bisa jadi karena rakyat salah pilih wakil mereka di DPR.&amp;nbsp;Budayawan, Yudhistira Anm Massardi, menjelaskan masyarakat cenderung asal pilih sehingga wakil merek di DPR tidak memiliki kapabilitas dalam menuntaskan persoalan bangsa.&amp;ldquo;Rakyat juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Rakyat seharusnya cerdas siapa yang harus dipilih. Kalau memang tidak layak, jangan dipilih. Jangan menjual suaranya dengan murah,&amp;rdquo; ungkap Yudhistira dalam diskusi Polemik Radio Trijaya dengan tema Ironi Negeri ini di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2011).Dalam mencoblos atau menyontreng wakil rakyat atau Presiden, lanjut dia, tidak sedikit yang menentukan pilihan setelah diiming-iming materi. Pilihan akhirnya jatuh pada wakil rakyat yang membayar bukan didasarkan atas kesadaran mereka mampu memperjuangkan aspirasi.&amp;ldquo;Dua hal yang ada di dewan saat ini tidak mau dan tidak mampu. Ini bagian ironi besar ketika rakyat memilih anggota legislatif dengan dibayar Rp50 ribu,&amp;rdquo; tukasnya.Dampaknya, anggota DPR belum menunjukkan bahwa mereka sudah untuk rakyat namun hanya untuk kepentingan mereka.&amp;ldquo;Saya kira namanya harus diganti menjadi Dewan Perwakilan Partai bukan DPR, karena bekerja untuk parta bukan untuk rakyat,&amp;rdquo; cetusnya.</content:encoded></item></channel></rss>
