<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Konflik, NU Datangkan Eks Presiden Afghanistan</title><description>Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara As'ad Ali menjelaskan, perdamaian merupakan barang langka di Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/18/337/481072/bahas-konflik-nu-datangkan-eks-presiden-afghanistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/18/337/481072/bahas-konflik-nu-datangkan-eks-presiden-afghanistan"/><item><title>Bahas Konflik, NU Datangkan Eks Presiden Afghanistan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/18/337/481072/bahas-konflik-nu-datangkan-eks-presiden-afghanistan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/18/337/481072/bahas-konflik-nu-datangkan-eks-presiden-afghanistan</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2011 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/18/337/481072/l80oegfuYr.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/18/337/481072/l80oegfuYr.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pertemuan membahas resolusi konflik Afghanistan di Jakarta, tidak hanya menghadirkan para ulama dari Negeri Kaukus tersebut. PBNU selaku fasilitator, juga menghadirkan mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani.&amp;ldquo;Ini artinya ada kepercayaan dan harapan besar mereka terhadap NU agar bisa membantu perdamaian di Afghanistan,&amp;rdquo; ujar Ketua Panitia Harlah PBNU ke-85 As&amp;rsquo;ad Ali, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).As'ad mengungkapkan, acara ini digelar karena NU dianggap mempunyai pandangan yang luas dan bisa ikut menfasilitasi perdamaian di Afghanistan. Inisiator pertemuan adalah ulama Afghanistan.&quot;Ceritanya beberapa ulama dari Afghanistan menyampaikan permasalahan-permasalahan mereka. Mereka menyampaikan bagaimana kalau NU bisa ikut menfasilitasi perdamaian di sana. Kami respons dengan mengirim surat undangan dalam rangka Harlah NU dengan tema perdamaian dan ternyata responsnya sangat besar sekali,&amp;rdquo; tuturnya.Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini menjelaskan, perdamaian merupakan barang langka di Afghanistan. Sebab negeri itu telah dilanda peperangan sejak tiga dekade lalu. Konflik terjadi karena adanya pertikaian antarsuku dan besarnya campur tangan pihak asing.&quot;Ada permasalahan pertikaian suku dan campur tangan asing. Berbagai kepentingan asing ada disitu,&quot; katanya.Dalam forum ini NU akan dipaparkan pandangan mengenai peranan NU di Indonesia. Sehingga barangkali paham Islam moderat yang dianut NU bisa diadopsi untuk menyelesaikan permasalahan di Afghanistan.&quot;Peranan NU dalam wilayah negara akan disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil. Kemudian ada Hassan Wirajuda yang akan menyampaikan bagaimana pengalaman Indonesia menyelesaikan macam-macam konflik. Ada pembicaraan Islam dan Demokrasi oleh Pak Mustofa Mas'ud. Selain itu NU melalui Gus Mus juga akan menyampaikan bagaimana Islam moderat yang toleran yang mungkin bisa menjadi semangat perdamaian di Afghanistan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertemuan membahas resolusi konflik Afghanistan di Jakarta, tidak hanya menghadirkan para ulama dari Negeri Kaukus tersebut. PBNU selaku fasilitator, juga menghadirkan mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani.&amp;ldquo;Ini artinya ada kepercayaan dan harapan besar mereka terhadap NU agar bisa membantu perdamaian di Afghanistan,&amp;rdquo; ujar Ketua Panitia Harlah PBNU ke-85 As&amp;rsquo;ad Ali, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).As'ad mengungkapkan, acara ini digelar karena NU dianggap mempunyai pandangan yang luas dan bisa ikut menfasilitasi perdamaian di Afghanistan. Inisiator pertemuan adalah ulama Afghanistan.&quot;Ceritanya beberapa ulama dari Afghanistan menyampaikan permasalahan-permasalahan mereka. Mereka menyampaikan bagaimana kalau NU bisa ikut menfasilitasi perdamaian di sana. Kami respons dengan mengirim surat undangan dalam rangka Harlah NU dengan tema perdamaian dan ternyata responsnya sangat besar sekali,&amp;rdquo; tuturnya.Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini menjelaskan, perdamaian merupakan barang langka di Afghanistan. Sebab negeri itu telah dilanda peperangan sejak tiga dekade lalu. Konflik terjadi karena adanya pertikaian antarsuku dan besarnya campur tangan pihak asing.&quot;Ada permasalahan pertikaian suku dan campur tangan asing. Berbagai kepentingan asing ada disitu,&quot; katanya.Dalam forum ini NU akan dipaparkan pandangan mengenai peranan NU di Indonesia. Sehingga barangkali paham Islam moderat yang dianut NU bisa diadopsi untuk menyelesaikan permasalahan di Afghanistan.&quot;Peranan NU dalam wilayah negara akan disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil. Kemudian ada Hassan Wirajuda yang akan menyampaikan bagaimana pengalaman Indonesia menyelesaikan macam-macam konflik. Ada pembicaraan Islam dan Demokrasi oleh Pak Mustofa Mas'ud. Selain itu NU melalui Gus Mus juga akan menyampaikan bagaimana Islam moderat yang toleran yang mungkin bisa menjadi semangat perdamaian di Afghanistan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
