<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Mus: Penegak Hukum Masih Kalah Cepat dengan Koruptor</title><description>Cendekiawan muslim KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus)  mengkritik penegak  hukum dalam pemberantasan tindak kejahatan korupsi yang dianggp belum  optimal. Padahal, korupsi di republik dinilai sudah sangat membudaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/18/339/481122/gus-mus-penegak-hukum-masih-kalah-cepat-dengan-koruptor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/18/339/481122/gus-mus-penegak-hukum-masih-kalah-cepat-dengan-koruptor"/><item><title>Gus Mus: Penegak Hukum Masih Kalah Cepat dengan Koruptor</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/18/339/481122/gus-mus-penegak-hukum-masih-kalah-cepat-dengan-koruptor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/18/339/481122/gus-mus-penegak-hukum-masih-kalah-cepat-dengan-koruptor</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2011 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/18/339/481122/xfzt3n0X9f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/18/339/481122/xfzt3n0X9f.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Cendekiawan muslim KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus)  mengkritik penegak hukum dalam pemberantasan tindak kejahatan korupsi yang dianggp belum optimal. Padahal, korupsi di republik dinilai sudah sangat membudaya.&quot;Penegakan hukum di bidang korupsi sudah jalan, cuma kurang cepat. Lebih cepat yang korupsi daripada yang berantas. Perlu lebih ditingkatkan lagi, karena kejahatan yang sudah membudaya itu sulit sekali untuk dihilangkan,&amp;rdquo; kata budayawan ini di sela-sela pertemuan ulama Indonesia-Afghanistan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).Budaya korupsi yang sudah mendarah daging ini, kata Gus Mus, adalah akibat kecintaan manusia terhadap materi yang bersifat keduniaan. Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah ini menyarankan agar para pejabat memulai gaya hidup sederhana.&amp;ldquo;Kalau kita mau hidup sederhana, melihat dunia tidak usah silau, tidak terlalu tamak, serakah, hal itu akan menggubah perilaku kita terhadap dunia dan materi. Jangan lagi menganggap dunia dan materi itu sebagai sesuatu yang sangat pokok,&quot; jelasnya.Jika semua orang sudah bisa memaknai dan menjalankan prinsip hidup sederhana, Gus Mus yakin, korupsi akan mudah diberantas. Namun, jika pemimpin-pemimpin negeri ini terus menganggap materi sebagai tujuan akhir, maka segencar apapun penegak hukum melakukan pemberantasan, kurpsi tidak akan bisa dihilangkan.&amp;ldquo;Insya Allah walaupun kiamat kurang dua hari, ya masih begini terus. NU harus mempelopori bagaimana hidup sederhana itu, jadi jangan ikut arus. Kita harus mempelopori kehidupan yang sederhana, qanaah, tidak silau terhadap kepentingan sesaat,&quot; harapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Cendekiawan muslim KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus)  mengkritik penegak hukum dalam pemberantasan tindak kejahatan korupsi yang dianggp belum optimal. Padahal, korupsi di republik dinilai sudah sangat membudaya.&quot;Penegakan hukum di bidang korupsi sudah jalan, cuma kurang cepat. Lebih cepat yang korupsi daripada yang berantas. Perlu lebih ditingkatkan lagi, karena kejahatan yang sudah membudaya itu sulit sekali untuk dihilangkan,&amp;rdquo; kata budayawan ini di sela-sela pertemuan ulama Indonesia-Afghanistan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).Budaya korupsi yang sudah mendarah daging ini, kata Gus Mus, adalah akibat kecintaan manusia terhadap materi yang bersifat keduniaan. Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah ini menyarankan agar para pejabat memulai gaya hidup sederhana.&amp;ldquo;Kalau kita mau hidup sederhana, melihat dunia tidak usah silau, tidak terlalu tamak, serakah, hal itu akan menggubah perilaku kita terhadap dunia dan materi. Jangan lagi menganggap dunia dan materi itu sebagai sesuatu yang sangat pokok,&quot; jelasnya.Jika semua orang sudah bisa memaknai dan menjalankan prinsip hidup sederhana, Gus Mus yakin, korupsi akan mudah diberantas. Namun, jika pemimpin-pemimpin negeri ini terus menganggap materi sebagai tujuan akhir, maka segencar apapun penegak hukum melakukan pemberantasan, kurpsi tidak akan bisa dihilangkan.&amp;ldquo;Insya Allah walaupun kiamat kurang dua hari, ya masih begini terus. NU harus mempelopori bagaimana hidup sederhana itu, jadi jangan ikut arus. Kita harus mempelopori kehidupan yang sederhana, qanaah, tidak silau terhadap kepentingan sesaat,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
