<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ulama NU &amp; Afghanistan Lahirkan 9 Kesepakatan</title><description>Mantan Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani mengungkapkan pertemuan  antara ulama NU dan Afghanistan telah membahas banyak persoalan  menyangkut kepentingan umat Islam</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/19/337/481820/ulama-nu-afghanistan-lahirkan-9-kesepakatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/19/337/481820/ulama-nu-afghanistan-lahirkan-9-kesepakatan"/><item><title>Ulama NU &amp; Afghanistan Lahirkan 9 Kesepakatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/19/337/481820/ulama-nu-afghanistan-lahirkan-9-kesepakatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/19/337/481820/ulama-nu-afghanistan-lahirkan-9-kesepakatan</guid><pubDate>Selasa 19 Juli 2011 22:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/19/337/481820/p6dxoDiRp7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/19/337/481820/p6dxoDiRp7.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertemuan para alim ulama dari Afghanistan dan Nahdlatul Ulama yang berlangsung sejak 18-19 Juli di Hotel Borobudur, menghasilkan sembilan butir kesepakatan.Mantan Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani mengungkapkan pertemuan antara ulama NU dan Afghanistan telah membahas banyak persoalan menyangkut kepentingan umat Islam, terutama bangsa Afghanistan. &amp;ldquo;Termasuk problem-problem kompleks antara pemerintah Afghanistan dan Taliban,&amp;rdquo; ujarnya di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (19/7/2011).Sementara Ketua Rais Am PBNU KH Achmad Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus menjelaskan, persoalan di Afghanistan juga merupakan persoalan umat muslim di dunia.&quot;Ini sangat penting, PBNU juga sangat menaruh perhatian untuk ikut memikirkan persoalan ini karena ini adalah kunci daripada perdamaian-perdamaian terutama di kalangan dunia Islam,&amp;rdquo; ujar alumnus Pesantren Lirboyo itu.Sembilan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan antara ulama NU dan Afghanistan adalah:1. Meneguhkan prinsip Islam rahmatan lil alamin, yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip ahlakul karimah, ukhuwah islamiah.2. Perlu membangun kembali sikap saling menerima, saling percaya, dan saling bersaudara di antara berbagai komponen di Afghanistan.3. Mendorong terbentuknya negara kesatuan Afghanistan yang merdeka yang berdaulat dan bebas dari kolonialisme.4. Memperkuat kembali seluruh lembaga-lembaga perwakilan yang mewakili seluruh bangsa Afghanistan.5. Mengakhiri semua bentuk konflik dan perselisihan yang terjadi di seluruh wilayah di Afghanistan serta mengembalikan kembali pengungsi secara bertahap.6. Sebagai bagian negara, maka masyarakat atau warga negara berhak untuk berada di wilayah manapun dan organisasi berusaha dengan memperhatikan budaya setempat.7. Untuk melaksanakan rekonsiliasi nasional, maka perlu diperkuat dengan menciptakan dewan perdamaian Afghanistan.8. Seluruh pihak, berpartisipasi untuk menciptakan kemaslahatan umum untuk melakukan rehabilitasi kembali seluruh sarana perekonomian, pendidikan, kesehatan, agama, dan membangun Islamic Center sebagai pusat penyebaran agama Islam di Afghanistan.9. Untuk mewujudkan rekonsiliasi dan perdamaian ini diperlukan berbagai upaya lanjutan, yang konkret dengan melibatkan fasilitator yang d&amp;agrave;pat diterima oleh seluruh komponenn bangsa Afghanistan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertemuan para alim ulama dari Afghanistan dan Nahdlatul Ulama yang berlangsung sejak 18-19 Juli di Hotel Borobudur, menghasilkan sembilan butir kesepakatan.Mantan Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani mengungkapkan pertemuan antara ulama NU dan Afghanistan telah membahas banyak persoalan menyangkut kepentingan umat Islam, terutama bangsa Afghanistan. &amp;ldquo;Termasuk problem-problem kompleks antara pemerintah Afghanistan dan Taliban,&amp;rdquo; ujarnya di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (19/7/2011).Sementara Ketua Rais Am PBNU KH Achmad Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus menjelaskan, persoalan di Afghanistan juga merupakan persoalan umat muslim di dunia.&quot;Ini sangat penting, PBNU juga sangat menaruh perhatian untuk ikut memikirkan persoalan ini karena ini adalah kunci daripada perdamaian-perdamaian terutama di kalangan dunia Islam,&amp;rdquo; ujar alumnus Pesantren Lirboyo itu.Sembilan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan antara ulama NU dan Afghanistan adalah:1. Meneguhkan prinsip Islam rahmatan lil alamin, yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip ahlakul karimah, ukhuwah islamiah.2. Perlu membangun kembali sikap saling menerima, saling percaya, dan saling bersaudara di antara berbagai komponen di Afghanistan.3. Mendorong terbentuknya negara kesatuan Afghanistan yang merdeka yang berdaulat dan bebas dari kolonialisme.4. Memperkuat kembali seluruh lembaga-lembaga perwakilan yang mewakili seluruh bangsa Afghanistan.5. Mengakhiri semua bentuk konflik dan perselisihan yang terjadi di seluruh wilayah di Afghanistan serta mengembalikan kembali pengungsi secara bertahap.6. Sebagai bagian negara, maka masyarakat atau warga negara berhak untuk berada di wilayah manapun dan organisasi berusaha dengan memperhatikan budaya setempat.7. Untuk melaksanakan rekonsiliasi nasional, maka perlu diperkuat dengan menciptakan dewan perdamaian Afghanistan.8. Seluruh pihak, berpartisipasi untuk menciptakan kemaslahatan umum untuk melakukan rehabilitasi kembali seluruh sarana perekonomian, pendidikan, kesehatan, agama, dan membangun Islamic Center sebagai pusat penyebaran agama Islam di Afghanistan.9. Untuk mewujudkan rekonsiliasi dan perdamaian ini diperlukan berbagai upaya lanjutan, yang konkret dengan melibatkan fasilitator yang d&amp;agrave;pat diterima oleh seluruh komponenn bangsa Afghanistan.</content:encoded></item></channel></rss>
