<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pers Seharusnya Lakukan Evaluasi Internal</title><description>Pers seharusnya melakukan evaluasi internal, demikian yang dikatakan  Hanif Dhakiri Sekretaris Frkasi PKB DPR RI saat Dialog Publik bertema  &quot;Pers sebagai Pilar ke-empat Demokrasi, masihkah?&quot; yang diselenggarakan  oleh PB PMII.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/23/339/483251/pers-seharusnya-lakukan-evaluasi-internal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/23/339/483251/pers-seharusnya-lakukan-evaluasi-internal"/><item><title>Pers Seharusnya Lakukan Evaluasi Internal</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/23/339/483251/pers-seharusnya-lakukan-evaluasi-internal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/23/339/483251/pers-seharusnya-lakukan-evaluasi-internal</guid><pubDate>Sabtu 23 Juli 2011 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/23/339/483251/kiDoMlojEv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nazaruddin tampil di TV via Skype (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/23/339/483251/kiDoMlojEv.jpg</image><title>Nazaruddin tampil di TV via Skype (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pers seharusnya melakukan evaluasi internal, demikian yang dikatakan Hanif Dhakiri Sekretaris Frkasi PKB DPR RI saat Dialog Publik bertema &quot;Pers sebagai Pilar ke-empat Demokrasi, masihkah?&quot; yang diselenggarakan oleh PB PMII.Hanif yang juga Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa mengatakan, saat ini tidak ada seorang pun yang berani melawan pers. Pers begitu berkuasa dan dapat melakukan apa saja. &amp;ldquo;Ini tentu akan jauh panggang dari api, manakala kita membincang masa depan pers sebagai pilar keempat demokrasi,&amp;rdquo; kata Hanif.Pernyataan itu juga didukung oleh Imam Prihandiyoko, wartawan senior kompas. Kata dia, memang perlu melakukan evaluasi dalam rangka menata kehidupan pers Indonesia yang sehat. &quot;Sementara ini proses kontrol terhadap pers dilakukan sendiri oleh masyarakat, menilai sekaligus memberikan hukuman pada media massa yang tidak baik, dengan cara tidak membeli, boikot,&quot; lanjut Imam.Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayad mengatakan, kondisi pers saat ini makin mengkhawatirkan. &amp;ldquo;Arah produk jurnalistiknya lebih didominasi oleh kebutuhan industri. Tanggung jawab menyampaikan informasi menjadi cenderung mengabaikan kepentingan publik secara umum,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pers seharusnya melakukan evaluasi internal, demikian yang dikatakan Hanif Dhakiri Sekretaris Frkasi PKB DPR RI saat Dialog Publik bertema &quot;Pers sebagai Pilar ke-empat Demokrasi, masihkah?&quot; yang diselenggarakan oleh PB PMII.Hanif yang juga Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa mengatakan, saat ini tidak ada seorang pun yang berani melawan pers. Pers begitu berkuasa dan dapat melakukan apa saja. &amp;ldquo;Ini tentu akan jauh panggang dari api, manakala kita membincang masa depan pers sebagai pilar keempat demokrasi,&amp;rdquo; kata Hanif.Pernyataan itu juga didukung oleh Imam Prihandiyoko, wartawan senior kompas. Kata dia, memang perlu melakukan evaluasi dalam rangka menata kehidupan pers Indonesia yang sehat. &quot;Sementara ini proses kontrol terhadap pers dilakukan sendiri oleh masyarakat, menilai sekaligus memberikan hukuman pada media massa yang tidak baik, dengan cara tidak membeli, boikot,&quot; lanjut Imam.Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayad mengatakan, kondisi pers saat ini makin mengkhawatirkan. &amp;ldquo;Arah produk jurnalistiknya lebih didominasi oleh kebutuhan industri. Tanggung jawab menyampaikan informasi menjadi cenderung mengabaikan kepentingan publik secara umum,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
