<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harimau Sumatera Mati Perlahan Terekam Video</title><description>Organisasi penyelamat lingkungan Greenpeace meluncurkan video mengenaskan seekor harimau  Sumatera mati secara perlahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/26/340/484230/harimau-sumatera-mati-perlahan-terekam-video</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/26/340/484230/harimau-sumatera-mati-perlahan-terekam-video"/><item><title>Harimau Sumatera Mati Perlahan Terekam Video</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/26/340/484230/harimau-sumatera-mati-perlahan-terekam-video</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/26/340/484230/harimau-sumatera-mati-perlahan-terekam-video</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2011 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/26/340/484230/EhgxZAwFrv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi harimau Sumatera mati. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/26/340/484230/EhgxZAwFrv.jpg</image><title>Ilustrasi harimau Sumatera mati. (Foto: AP)</title></images><description>JAKARTA- Greenpeace meluncurkan video peristiwa mengenaskan seekor harimau Sumatera mati secara perlahan. Organisasi penyelamat lingkungan internasional ini menuding perusakan hutan menjadi penyebab utama berkurangnya populasi hewan dilindungi itu.&amp;nbsp;Harimau itu mati di Riau, tepatnya di sebuah hutan yang dieksploitasi perusahaan pengolahan bahan kertas.&amp;ldquo;Habitat rusak, memaksa harimau terpinggirkan dan semakin dekat dengan kehidupan manusia, di mana banyak terdapat jebakan-jebakan babi hutan,&amp;rdquo; tulis Greenpeace dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (26/7/2011).Video yang diambil awal bulan ini memperlihatkan seekor harimau Sumatra, yang kini diperkirakan hanya tinggal 400 ekor di alam bebas, terperangkap di jebakan babi hutan.Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), menyebutkan harimau jantan berusia sekira 1,5 tahun mati karena luka.Sementara itu Kepala Kampanye Penyelamatan Hutan Indonesia Greenpeace Bustar Maitar mengatakan video menyedihkan ini memperlihatkan harga yang harus dibayar oleh kehidupan liar untuk perusakan hutan.Setiap tahunnya ada sekira 160 ribu hektare hutan di Riau dieksploitasi oleh beberapa perusahaan seperti kelapa sawit dan kertas di Riau.Sementara Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa lebih dari 1 juta hektare hutan hujan hancur setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA- Greenpeace meluncurkan video peristiwa mengenaskan seekor harimau Sumatera mati secara perlahan. Organisasi penyelamat lingkungan internasional ini menuding perusakan hutan menjadi penyebab utama berkurangnya populasi hewan dilindungi itu.&amp;nbsp;Harimau itu mati di Riau, tepatnya di sebuah hutan yang dieksploitasi perusahaan pengolahan bahan kertas.&amp;ldquo;Habitat rusak, memaksa harimau terpinggirkan dan semakin dekat dengan kehidupan manusia, di mana banyak terdapat jebakan-jebakan babi hutan,&amp;rdquo; tulis Greenpeace dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (26/7/2011).Video yang diambil awal bulan ini memperlihatkan seekor harimau Sumatra, yang kini diperkirakan hanya tinggal 400 ekor di alam bebas, terperangkap di jebakan babi hutan.Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), menyebutkan harimau jantan berusia sekira 1,5 tahun mati karena luka.Sementara itu Kepala Kampanye Penyelamatan Hutan Indonesia Greenpeace Bustar Maitar mengatakan video menyedihkan ini memperlihatkan harga yang harus dibayar oleh kehidupan liar untuk perusakan hutan.Setiap tahunnya ada sekira 160 ribu hektare hutan di Riau dieksploitasi oleh beberapa perusahaan seperti kelapa sawit dan kertas di Riau.Sementara Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa lebih dari 1 juta hektare hutan hujan hancur setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
