<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajari Risiko Menikah saat Kuliah (3)</title><description>Apa  yang akan kamu lakukan, ketika kamu sedang asyik-asyiknya menikmati  harimu  sebagai mahasiswa, kemudian si pujaan hati datang menemuimu  lepas jam kuliah dan  memintamu untuk menikah dengannya? Taruhan kamu  pasti  terkejut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/27/373/485048/pelajari-risiko-menikah-saat-kuliah-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/27/373/485048/pelajari-risiko-menikah-saat-kuliah-3"/><item><title>Pelajari Risiko Menikah saat Kuliah (3)</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/27/373/485048/pelajari-risiko-menikah-saat-kuliah-3</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/27/373/485048/pelajari-risiko-menikah-saat-kuliah-3</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2011 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Riani Dwi Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/27/373/485048/FRXFdFQV2E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/27/373/485048/FRXFdFQV2E.jpg</image><title>Ilustrasi : Corbis</title></images><description>JAKARTA  - Apa  yang akan kamu lakukan, ketika kamu sedang asyik-asyiknya menikmati harimu  sebagai mahasiswa, kemudian si pujaan hati datang menemuimu lepas jam kuliah dan  memintamu untuk menikah dengannya? Taruhan kamu pasti  terkejut.
Namun  jangan bimbang, menikah sebelum lulus kuliah ternyata merupakan hal yang sah-sah  saja. Sebelum kamu menjawab pinangan kekasihmu, baiknya kamu segera simak  Psikolog Rose Mini berbicara seputar pernikahan dini saat  kuliah.
&amp;nbsp;
Menurut  Rosemini pada dasarnya, menikah saat masih kuliah bukanlah sebuah masalah.  Mahasiswa, menurutnya, harus mempersiapakan mentalnya sebelum melangkah ke  pernikahan, karena pernikahan itu bukan hal sederhana.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebuah  pernikahan membutuhkan komitmen oleh masing-masing pihak, menyepakati sebuah  komitmen bukanlah perkara mudah bahkan untuk orang dewasa sekali pun,&amp;rdquo; ujar  psikolog yang akrab disapa Mba Romi, saat berbicara dengan okezone, Rabu  (27/7/2011).
&amp;nbsp;
Belum  lagi, Romi menambahkan, soal perkuliahan yang menurutnya juga merupakan satu hal  yang sifatnya menuntut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena  setelah melangsungkan pernikahan, mahasiswa akan dihadapi dengan proses adaptasi  yang betul-betul ekstrim. Baik dari kehidupan peribadi dan sosialnya. Oleh  karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan dan mempelajari risiko-risiko ini.  Jika dirasa siap, silakan menikah,&amp;rdquo; Romi melanjutkan.
&amp;nbsp;
Persiapan  yang perlu diketahui banyak macamnya, selain dari diri sendiri. Mahasiswa perlu  menayakan kesiapan pasangan dan para orangtua. &amp;ldquo;Apalagi jika dia laki-laki.  Perlu perhitungan tersendiri, karena laki-laki sebagai tulang punggung keluarga.  Mau tidak mau harus siap secara finansial,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Hematnya,  kesiapan seseorang untuk menikah itu berbeda-beda, bahkan tidak terpengaruh oleh  usia. &amp;ldquo;Faktor penentu kesiapan seseorang untuk menikah adalah kematangan jiwa  seseorang. Jadi belum tentu orang yang katakanlah usianya 25 lebih matang dan  lebih dewasa daripada yang berusia 20 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Romi  menyarankan, ada baiknya merundingkan niat mahasiswa untuk menikah dengan  orangtua masing-masing. &amp;ldquo;Karena mahasiswa setelah menikah tidak hanya  menjalankan peran sebagai suami atau istri seseorang, tetapi juga peran  masyarakat, lingkungan dan sebagainya,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Jadi,  bagaimana? Apa kamu sudah siap untuk menikah walaupun masih kuliah. Seperti kata  Mba Romi, kalau kamu merasa sudah siap, mengapa kamu harus  ragu?</description><content:encoded>JAKARTA  - Apa  yang akan kamu lakukan, ketika kamu sedang asyik-asyiknya menikmati harimu  sebagai mahasiswa, kemudian si pujaan hati datang menemuimu lepas jam kuliah dan  memintamu untuk menikah dengannya? Taruhan kamu pasti  terkejut.
Namun  jangan bimbang, menikah sebelum lulus kuliah ternyata merupakan hal yang sah-sah  saja. Sebelum kamu menjawab pinangan kekasihmu, baiknya kamu segera simak  Psikolog Rose Mini berbicara seputar pernikahan dini saat  kuliah.
&amp;nbsp;
Menurut  Rosemini pada dasarnya, menikah saat masih kuliah bukanlah sebuah masalah.  Mahasiswa, menurutnya, harus mempersiapakan mentalnya sebelum melangkah ke  pernikahan, karena pernikahan itu bukan hal sederhana.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebuah  pernikahan membutuhkan komitmen oleh masing-masing pihak, menyepakati sebuah  komitmen bukanlah perkara mudah bahkan untuk orang dewasa sekali pun,&amp;rdquo; ujar  psikolog yang akrab disapa Mba Romi, saat berbicara dengan okezone, Rabu  (27/7/2011).
&amp;nbsp;
Belum  lagi, Romi menambahkan, soal perkuliahan yang menurutnya juga merupakan satu hal  yang sifatnya menuntut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena  setelah melangsungkan pernikahan, mahasiswa akan dihadapi dengan proses adaptasi  yang betul-betul ekstrim. Baik dari kehidupan peribadi dan sosialnya. Oleh  karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan dan mempelajari risiko-risiko ini.  Jika dirasa siap, silakan menikah,&amp;rdquo; Romi melanjutkan.
&amp;nbsp;
Persiapan  yang perlu diketahui banyak macamnya, selain dari diri sendiri. Mahasiswa perlu  menayakan kesiapan pasangan dan para orangtua. &amp;ldquo;Apalagi jika dia laki-laki.  Perlu perhitungan tersendiri, karena laki-laki sebagai tulang punggung keluarga.  Mau tidak mau harus siap secara finansial,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
Hematnya,  kesiapan seseorang untuk menikah itu berbeda-beda, bahkan tidak terpengaruh oleh  usia. &amp;ldquo;Faktor penentu kesiapan seseorang untuk menikah adalah kematangan jiwa  seseorang. Jadi belum tentu orang yang katakanlah usianya 25 lebih matang dan  lebih dewasa daripada yang berusia 20 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Romi  menyarankan, ada baiknya merundingkan niat mahasiswa untuk menikah dengan  orangtua masing-masing. &amp;ldquo;Karena mahasiswa setelah menikah tidak hanya  menjalankan peran sebagai suami atau istri seseorang, tetapi juga peran  masyarakat, lingkungan dan sebagainya,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Jadi,  bagaimana? Apa kamu sudah siap untuk menikah walaupun masih kuliah. Seperti kata  Mba Romi, kalau kamu merasa sudah siap, mengapa kamu harus  ragu?</content:encoded></item></channel></rss>
