<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyakit Jantung Pembunuh Nomor Wahid di Yogyakarta</title><description>Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Yogyakarta. Tidak  kurang 500 penderita jantung setiap tahunnya dirawat di RSUP Sardjito.  10 persen diantaranya meninggal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/29/340/485611/penyakit-jantung-pembunuh-nomor-wahid-di-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/29/340/485611/penyakit-jantung-pembunuh-nomor-wahid-di-yogyakarta"/><item><title>Penyakit Jantung Pembunuh Nomor Wahid di Yogyakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/29/340/485611/penyakit-jantung-pembunuh-nomor-wahid-di-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/29/340/485611/penyakit-jantung-pembunuh-nomor-wahid-di-yogyakarta</guid><pubDate>Jum'at 29 Juli 2011 03:49 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/29/340/485611/OsQP2q2L9f.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/29/340/485611/OsQP2q2L9f.jpg</image><title></title></images><description>GUNUNGKIDUL- Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Yogyakarta. Tidak kurang 500 penderita jantung setiap tahunnya dirawat di RSUP Sardjito. 10 persen diantaranya meninggal.Menurut dr Irsad Andi Arso, dokter Pusat Kesehatan Terpadu Jantung RSUP Dr Sardjito, menjelaskan penyakit jantung patut diwaspadai dengan pola hidup yang baik, diantaranya, tidak merokok, kurangi makanan berlemak dan beroleh raga. &amp;ldquo;Nyeri dada sebelah kiri yang mendadak dan berlangsung beberapa menit atau jam, merupakan gejala utama serangan jantung. Nyeri ulu hati dengan rasa panas di tengah dada, harus dicurigai sebagai serangan jantung,&amp;rdquo;kata Irsad saat memberikan seminar di bangsal Sewokoprojo, (Kamis 28/7/2011).Dia menambahkan resiko serangan jantung diantaranya umur dan jenis kelamin. Hal ini karena laki-laki setelah memasuki umur sekitar 45 tahun, proses aterosklerosis bertambah cepat.&amp;nbsp;Sementara untuk wanita bertambah cepat setelah berhenti menstruasi, hal ini berhubungan dengan menurunnya hormon estrogen alami wanita. &amp;ldquo;Karena hormon ini terbukti menghambat proses aterosklerosis sehingga umur wanita yang beresiko adalah 55 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.Lebih lanjut Irsad menjelaskan, banyaknya korban jiwa akibat serangan jantung lebih disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini. Untuk itulah diperlukan pemahaman penyakit jantung, sejak proses terjadinya, resiko, faktor resiko, gejala dini dan penanganan awal. &amp;ldquo;Karena berbagai masalah itulah yang kini belum banyak diketahui masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.Resiko lain serangan jantung meliputi hipertensi, kencing manis, kadar lemak darah yang tidak normal, merokok, tidak olahraga, kegemukan dan faktor keturunan.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL- Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Yogyakarta. Tidak kurang 500 penderita jantung setiap tahunnya dirawat di RSUP Sardjito. 10 persen diantaranya meninggal.Menurut dr Irsad Andi Arso, dokter Pusat Kesehatan Terpadu Jantung RSUP Dr Sardjito, menjelaskan penyakit jantung patut diwaspadai dengan pola hidup yang baik, diantaranya, tidak merokok, kurangi makanan berlemak dan beroleh raga. &amp;ldquo;Nyeri dada sebelah kiri yang mendadak dan berlangsung beberapa menit atau jam, merupakan gejala utama serangan jantung. Nyeri ulu hati dengan rasa panas di tengah dada, harus dicurigai sebagai serangan jantung,&amp;rdquo;kata Irsad saat memberikan seminar di bangsal Sewokoprojo, (Kamis 28/7/2011).Dia menambahkan resiko serangan jantung diantaranya umur dan jenis kelamin. Hal ini karena laki-laki setelah memasuki umur sekitar 45 tahun, proses aterosklerosis bertambah cepat.&amp;nbsp;Sementara untuk wanita bertambah cepat setelah berhenti menstruasi, hal ini berhubungan dengan menurunnya hormon estrogen alami wanita. &amp;ldquo;Karena hormon ini terbukti menghambat proses aterosklerosis sehingga umur wanita yang beresiko adalah 55 tahun,&amp;rdquo; imbuhnya.Lebih lanjut Irsad menjelaskan, banyaknya korban jiwa akibat serangan jantung lebih disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini. Untuk itulah diperlukan pemahaman penyakit jantung, sejak proses terjadinya, resiko, faktor resiko, gejala dini dan penanganan awal. &amp;ldquo;Karena berbagai masalah itulah yang kini belum banyak diketahui masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.Resiko lain serangan jantung meliputi hipertensi, kencing manis, kadar lemak darah yang tidak normal, merokok, tidak olahraga, kegemukan dan faktor keturunan.</content:encoded></item></channel></rss>
