<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Pengemis Mulai Sebar Anak Buah di Jakarta </title><description>Fenomena kehadiran pengemis dadakan di Jakarta mulai terasa sehari menjelang bulan Ramadan. Disinyalir, pengemis tersebut sengaja dikoordinir oleh orang yang ingin mencari untung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/31/338/486350/bos-pengemis-mulai-sebar-anak-buah-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/31/338/486350/bos-pengemis-mulai-sebar-anak-buah-di-jakarta"/><item><title>Bos Pengemis Mulai Sebar Anak Buah di Jakarta </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/31/338/486350/bos-pengemis-mulai-sebar-anak-buah-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/31/338/486350/bos-pengemis-mulai-sebar-anak-buah-di-jakarta</guid><pubDate>Minggu 31 Juli 2011 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/31/338/486350/y6kO63VJHg.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/31/338/486350/y6kO63VJHg.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Fenomena kehadiran pengemis dadakan di Jakarta mulai terasa sehari menjelang bulan Ramadan. Di sejumlah titik pemakaman umum, tampak pengemis yang mencari rezeki dengan meminta-minta kepada peziarah.Menurut ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan, ada &amp;lsquo;aktor&amp;rsquo; alias bos pengemis yang memang sengaja menyebar dan mengkoordinir para pengemis tersebut.&amp;ldquo;Ada dua dimensi untuk melihat fenomena pengemis. Dimensi pertama, mereka memang miskin atau dhuafa. Dimensi kedua, karena ada aktor intelektual di belakang para pengemis itu,&amp;rdquo; kata Amidhan saat berbincang dengan okezone, Minggu (31/7/2011).MUI, diakui Amidhan, memang belum pernah melakukan pengkajian atas fenomena tersebut. Namun, berdasarkan pendapat sejumlah Ulama dan media, fenomena pengemis dadakan bulan Ramadhan memang menjamur.&amp;ldquo;Lihat saja, jangankan bulan Ramadan setiap hari Jumat saja banyak pengemis di masjid, apalagi dalam bulan puasa,&amp;rdquo; katanya.Amidhan melihat bahwa, memang ada orang yang sengaja menjadikan pengemis sebagai usaha jalan pintas mencari uang. &amp;ldquo;Mereka berpendapatan Rp15.000 sampai Rp100.000, ini berarti usaha yang sangat menjanjikan,&amp;rdquo; kata Amidhan.Diperkirakan pada bulan Ramadan, tahun ini, sejumlah masjid dan rumah pejabat akan menjadi incaran para bos pengemis untuk menyebar anak buahnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Rumah-rumah pejabat tentunya akan menjadi sasaran pengemis, karena mereka memperkirakan akan ada pembagian zakat,&amp;rsquo; kata Amidhan.</description><content:encoded>JAKARTA- Fenomena kehadiran pengemis dadakan di Jakarta mulai terasa sehari menjelang bulan Ramadan. Di sejumlah titik pemakaman umum, tampak pengemis yang mencari rezeki dengan meminta-minta kepada peziarah.Menurut ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan, ada &amp;lsquo;aktor&amp;rsquo; alias bos pengemis yang memang sengaja menyebar dan mengkoordinir para pengemis tersebut.&amp;ldquo;Ada dua dimensi untuk melihat fenomena pengemis. Dimensi pertama, mereka memang miskin atau dhuafa. Dimensi kedua, karena ada aktor intelektual di belakang para pengemis itu,&amp;rdquo; kata Amidhan saat berbincang dengan okezone, Minggu (31/7/2011).MUI, diakui Amidhan, memang belum pernah melakukan pengkajian atas fenomena tersebut. Namun, berdasarkan pendapat sejumlah Ulama dan media, fenomena pengemis dadakan bulan Ramadhan memang menjamur.&amp;ldquo;Lihat saja, jangankan bulan Ramadan setiap hari Jumat saja banyak pengemis di masjid, apalagi dalam bulan puasa,&amp;rdquo; katanya.Amidhan melihat bahwa, memang ada orang yang sengaja menjadikan pengemis sebagai usaha jalan pintas mencari uang. &amp;ldquo;Mereka berpendapatan Rp15.000 sampai Rp100.000, ini berarti usaha yang sangat menjanjikan,&amp;rdquo; kata Amidhan.Diperkirakan pada bulan Ramadan, tahun ini, sejumlah masjid dan rumah pejabat akan menjadi incaran para bos pengemis untuk menyebar anak buahnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Rumah-rumah pejabat tentunya akan menjadi sasaran pengemis, karena mereka memperkirakan akan ada pembagian zakat,&amp;rsquo; kata Amidhan.</content:encoded></item></channel></rss>
