<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendiri PD Malu dengan Kelakuan Kader Demokrat</title><description>Kebesaran Partai Demokrat (PD) sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari  perjuangan para pendirinya. Namun pendiri PD merasa dicampakan dengan  Partai berlambang mercy tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/31/339/486432/pendiri-pd-malu-dengan-kelakuan-kader-demokrat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/07/31/339/486432/pendiri-pd-malu-dengan-kelakuan-kader-demokrat"/><item><title>Pendiri PD Malu dengan Kelakuan Kader Demokrat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/07/31/339/486432/pendiri-pd-malu-dengan-kelakuan-kader-demokrat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/07/31/339/486432/pendiri-pd-malu-dengan-kelakuan-kader-demokrat</guid><pubDate>Minggu 31 Juli 2011 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/31/339/486432/nFBUNF0Gyv.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/31/339/486432/nFBUNF0Gyv.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Kebesaran Partai Demokrat (PD) sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pendirinya. Namun pendiri PD merasa dicampakan dengan Partai berlambang mercy tersebut.&quot;Kami membesarkan Demokrat, namun apakah ada ucapan terima kasih kepada kami,&quot; ungkap Baharuddin Tonti kepada wartawan (31/7/2011).Baharuddin kecewa, karena partai Demokrat tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada para pendiri Partai Demokrat. &amp;ldquo;Bagaimana mau mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, mengucapkan terima kasih saja tidak pernah. Bertemu saya sudah tegang, apa lagi mau mengucapkan terima kasih,&quot; paparnya.Selain itu, Baharuddin mengatakan, jangankan pendiri, masyarakat saja yang memilih tidak pernah mendapatkan ucapan terima kasih darinya. &quot;Masyarakat itu seperti sepatu, kalau mau dipakai dipoles, kalau sudah tidak terpakai dibuang,&quot; tambahnya.Baharuddin menambahkan kalau tidak adanya ucapan terima kasih sudah tidak memberikan keteladan terhadap rakyat. &quot;Dengan kata lain pemimpinnya tidak mengerti atau tidak paham tentang ucapan terima kasih,&quot; terangnya.Ditambahkan Baharuddin, berdirinya Partai Demokrat merupakan sebuah dosa besar yang dilakukan oleh para inisiatornya. &quot;Partai Demokrat sudah keluar dari fitrahnya yang dilahirkan hadir dalam melakukan perubahan,&quot;jelasnya.Menurutnya perubahan yang harusnya membawa rakyat sejahtera malah tidak berjalan sesuai dengan cita-cita awal PD. &quot;Perubahan cuma dari mobil Mercy tua menjadi baru lalu menjadi Alphard, dan dari rumah kontrakan menjadi puri sekarang di Medan Merdeka,&quot; paparnya.Sekarang ini, Baharuddin saya merasa malu melihat perilaku orang - orang PD sebagai penikmat, bukannya para pejuang. &quot;Padahal dulu kami berjuang hanya menggunakan selebaran dan kartu anggota untuk sosialisasi PD ke masyarakat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA- Kebesaran Partai Demokrat (PD) sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pendirinya. Namun pendiri PD merasa dicampakan dengan Partai berlambang mercy tersebut.&quot;Kami membesarkan Demokrat, namun apakah ada ucapan terima kasih kepada kami,&quot; ungkap Baharuddin Tonti kepada wartawan (31/7/2011).Baharuddin kecewa, karena partai Demokrat tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada para pendiri Partai Demokrat. &amp;ldquo;Bagaimana mau mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, mengucapkan terima kasih saja tidak pernah. Bertemu saya sudah tegang, apa lagi mau mengucapkan terima kasih,&quot; paparnya.Selain itu, Baharuddin mengatakan, jangankan pendiri, masyarakat saja yang memilih tidak pernah mendapatkan ucapan terima kasih darinya. &quot;Masyarakat itu seperti sepatu, kalau mau dipakai dipoles, kalau sudah tidak terpakai dibuang,&quot; tambahnya.Baharuddin menambahkan kalau tidak adanya ucapan terima kasih sudah tidak memberikan keteladan terhadap rakyat. &quot;Dengan kata lain pemimpinnya tidak mengerti atau tidak paham tentang ucapan terima kasih,&quot; terangnya.Ditambahkan Baharuddin, berdirinya Partai Demokrat merupakan sebuah dosa besar yang dilakukan oleh para inisiatornya. &quot;Partai Demokrat sudah keluar dari fitrahnya yang dilahirkan hadir dalam melakukan perubahan,&quot;jelasnya.Menurutnya perubahan yang harusnya membawa rakyat sejahtera malah tidak berjalan sesuai dengan cita-cita awal PD. &quot;Perubahan cuma dari mobil Mercy tua menjadi baru lalu menjadi Alphard, dan dari rumah kontrakan menjadi puri sekarang di Medan Merdeka,&quot; paparnya.Sekarang ini, Baharuddin saya merasa malu melihat perilaku orang - orang PD sebagai penikmat, bukannya para pejuang. &quot;Padahal dulu kami berjuang hanya menggunakan selebaran dan kartu anggota untuk sosialisasi PD ke masyarakat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
