<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bela Diri, Marzuki Alie Salahkan Media Massa</title><description>Ketua DPR Marzuki Alie merasa dihakimi oleh publik, khususnya oleh para  pengamat politik yang mengkritisi dirinya habis-habisan terkait wacana  pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/01/339/486639/bela-diri-marzuki-alie-salahkan-media-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/01/339/486639/bela-diri-marzuki-alie-salahkan-media-massa"/><item><title>Bela Diri, Marzuki Alie Salahkan Media Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/01/339/486639/bela-diri-marzuki-alie-salahkan-media-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/01/339/486639/bela-diri-marzuki-alie-salahkan-media-massa</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2011 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/01/339/486639/RjNKbBTKLG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marzuki Alie (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/01/339/486639/RjNKbBTKLG.jpg</image><title>Marzuki Alie (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie merasa dihakimi oleh publik, khususnya oleh para pengamat politik yang mengkritisi dirinya habis-habisan terkait wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Menurut Marzuki, seharusnya apa yang menjadi gagasannya harus didiskusikan, bukan justru sebaliknya dihujat.&quot;Saya prihatin para penggalak demokrasi, manakala beda pendapat justru diadili dan dihukum bukan didiskusikan. Seharusnya ini jadi bahan diskusi bukan diadili,&quot; ujar Marzuki dalam jumpa pers di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/8/2011).Marzuki merasa memiliki hak untuk berbicara terkait ide dan gagasannya. Selain itu Marzuki mempertanyakan apakah pejabat tidak boleh berbeda pendapat dalam menyampaikan gagasan atau ide. Jika hal seperti ini terus dilakukan, menurut dia, maka kedepan tidak akan ada pihak yang berani mengeluarkan wacana ke ruang publik untuk kepentingan bangsa.&amp;nbsp;&quot;Ini malah diadili beramai-ramai. Seolah-olah pejabat tidak boleh beda pendapat. Gagasan besar tidak akan muncul kalau sekali mengeluarkan langsung dihakimi,&quot; tutur Marzuki.&amp;nbsp;Marzuki memahami posisinya sebagai Ketua DPR mendapat sorotan publik, beda halnya ketika dia hanya rakyat biasa.&quot;Kalau rakyat biasa yang mengatakan secemerlang apapun ide gagasan tidak banyak yang merespons, tapi kalau Ketua DPR yang ngomong beda lagi,&quot; kata pria lulusan Universitas Sriwijaya Palembang ini.Marzuki menambahkan, dalam pernyataannya pada Jumat (27/7/) lalu, dirinya tak menyampaikan untuk mengajak bubarkan KPK. Kata Marzuki justru media yang mengutip pernyataanya tidak lengkap.&quot;Tidak ada satu kalimat mari bubarkan KPK. Berita media menyesatkan judulnya, tidak lengkap memberitakan,&quot; katanya.(lam)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie merasa dihakimi oleh publik, khususnya oleh para pengamat politik yang mengkritisi dirinya habis-habisan terkait wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Menurut Marzuki, seharusnya apa yang menjadi gagasannya harus didiskusikan, bukan justru sebaliknya dihujat.&quot;Saya prihatin para penggalak demokrasi, manakala beda pendapat justru diadili dan dihukum bukan didiskusikan. Seharusnya ini jadi bahan diskusi bukan diadili,&quot; ujar Marzuki dalam jumpa pers di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/8/2011).Marzuki merasa memiliki hak untuk berbicara terkait ide dan gagasannya. Selain itu Marzuki mempertanyakan apakah pejabat tidak boleh berbeda pendapat dalam menyampaikan gagasan atau ide. Jika hal seperti ini terus dilakukan, menurut dia, maka kedepan tidak akan ada pihak yang berani mengeluarkan wacana ke ruang publik untuk kepentingan bangsa.&amp;nbsp;&quot;Ini malah diadili beramai-ramai. Seolah-olah pejabat tidak boleh beda pendapat. Gagasan besar tidak akan muncul kalau sekali mengeluarkan langsung dihakimi,&quot; tutur Marzuki.&amp;nbsp;Marzuki memahami posisinya sebagai Ketua DPR mendapat sorotan publik, beda halnya ketika dia hanya rakyat biasa.&quot;Kalau rakyat biasa yang mengatakan secemerlang apapun ide gagasan tidak banyak yang merespons, tapi kalau Ketua DPR yang ngomong beda lagi,&quot; kata pria lulusan Universitas Sriwijaya Palembang ini.Marzuki menambahkan, dalam pernyataannya pada Jumat (27/7/) lalu, dirinya tak menyampaikan untuk mengajak bubarkan KPK. Kata Marzuki justru media yang mengutip pernyataanya tidak lengkap.&quot;Tidak ada satu kalimat mari bubarkan KPK. Berita media menyesatkan judulnya, tidak lengkap memberitakan,&quot; katanya.(lam)</content:encoded></item></channel></rss>
