<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penculik Titipkan Bayi Cherly ke Tukang Tambal Ban</title><description>Bayi Cherly Aldril yang hilang sejak tiga hari lalu, pertama kali   ditemukan oleh seorang tukang tambal ban bernama Rahmat Tarigan (30).  Kepada polisi Rahmat membeberkan kronologis penemuan bayi berusia lima  bulan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/04/339/488237/penculik-titipkan-bayi-cherly-ke-tukang-tambal-ban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/04/339/488237/penculik-titipkan-bayi-cherly-ke-tukang-tambal-ban"/><item><title>Penculik Titipkan Bayi Cherly ke Tukang Tambal Ban</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/04/339/488237/penculik-titipkan-bayi-cherly-ke-tukang-tambal-ban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/04/339/488237/penculik-titipkan-bayi-cherly-ke-tukang-tambal-ban</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2011 17:21 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/04/339/488237/t84rshrZmV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cherly dan orang tuanya (Foto: Awaludin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/04/339/488237/t84rshrZmV.jpg</image><title>Cherly dan orang tuanya (Foto: Awaludin/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bayi Cherly Aldril yang hilang sejak tiga hari lalu, pertama kali  ditemukan oleh seorang tukang tambal ban bernama Rahmat Tarigan (30). Kepada polisi Rahmat membeberkan kronologis penemuan bayi berusia lima bulan itu.&amp;ldquo;Malam Selasa (1 Agustus) sekira pukul 00.00 WIB, dia (pengasuh) menemui saya. Terus saya ajak ngobrol, bayi itu diakui anaknya dan bercerita kalau sudah enggak kuat untuk membeli susu. Dititipkanlah anak itu ke saya dan dia pergi,&quot; kata Rahmat di Mapolsek Cakung, Jakarta Timur, Kamis (4/8/2011).Selama tiga hari, bayi itu dia rawat bersama kakak perempuannya, Nova. Rabu malam, pelaku kembali mendatangi dirinya di tempat tambal ban.&quot;Katanya mau ngambil bayinya, karena itu anak majikannya. Selama tinggal dengan saya waktu itu, saya kasih madu karena bayinya sakit panas,&quot; tambahnya.Rahmat menjelaskan, pelaku dikasih ongkos karena tidak mempunyai uang untuk pulang ke kampung halamannya.&quot;Rencananya enggak jelas, pertama mencari kerjaan dan katanya mau pulang kampung. Kalau memang enggak ada ongkos, saya kasih ongkos. Saya enggak  tahu kalau itu memang bayi hasil penculikan,&quot; kata Rahmat.Nova, kakak kandung Rahmat menambahkan, setelah mengetahui dari media massa bahwa ada bayi yang menjadi korban penculikan, Nova pun mengajak Rahmat untuk membawanya ke Mapolsek setempat.&quot;Saya tahu dari koran, lalu saya panggil ade (Rahmat) untuk membawa bayinya dan melaporkan ke Polsek Cakung. Kalau bayi ini memang bukan milik kita dan harus dikembalikan yang punya,&quot; tandas wanita berbadan subur itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Bayi Cherly Aldril yang hilang sejak tiga hari lalu, pertama kali  ditemukan oleh seorang tukang tambal ban bernama Rahmat Tarigan (30). Kepada polisi Rahmat membeberkan kronologis penemuan bayi berusia lima bulan itu.&amp;ldquo;Malam Selasa (1 Agustus) sekira pukul 00.00 WIB, dia (pengasuh) menemui saya. Terus saya ajak ngobrol, bayi itu diakui anaknya dan bercerita kalau sudah enggak kuat untuk membeli susu. Dititipkanlah anak itu ke saya dan dia pergi,&quot; kata Rahmat di Mapolsek Cakung, Jakarta Timur, Kamis (4/8/2011).Selama tiga hari, bayi itu dia rawat bersama kakak perempuannya, Nova. Rabu malam, pelaku kembali mendatangi dirinya di tempat tambal ban.&quot;Katanya mau ngambil bayinya, karena itu anak majikannya. Selama tinggal dengan saya waktu itu, saya kasih madu karena bayinya sakit panas,&quot; tambahnya.Rahmat menjelaskan, pelaku dikasih ongkos karena tidak mempunyai uang untuk pulang ke kampung halamannya.&quot;Rencananya enggak jelas, pertama mencari kerjaan dan katanya mau pulang kampung. Kalau memang enggak ada ongkos, saya kasih ongkos. Saya enggak  tahu kalau itu memang bayi hasil penculikan,&quot; kata Rahmat.Nova, kakak kandung Rahmat menambahkan, setelah mengetahui dari media massa bahwa ada bayi yang menjadi korban penculikan, Nova pun mengajak Rahmat untuk membawanya ke Mapolsek setempat.&quot;Saya tahu dari koran, lalu saya panggil ade (Rahmat) untuk membawa bayinya dan melaporkan ke Polsek Cakung. Kalau bayi ini memang bukan milik kita dan harus dikembalikan yang punya,&quot; tandas wanita berbadan subur itu.</content:encoded></item></channel></rss>
