<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yaman Bisa Berubah Jadi Somalia!</title><description>Kekerasan berkelanjutan di Yaman diikuti dengan meningkatnya angka  kematian dinilai akan mengantarkan negeri itu ke perang saudara seperti  yang terjadi di Somalia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/04/412/488265/yaman-bisa-berubah-jadi-somalia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/04/412/488265/yaman-bisa-berubah-jadi-somalia"/><item><title>Yaman Bisa Berubah Jadi Somalia!</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/04/412/488265/yaman-bisa-berubah-jadi-somalia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/04/412/488265/yaman-bisa-berubah-jadi-somalia</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2011 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/04/412/488265/MNlTyf6GoE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Demonstran Yaman memprotes pemerintah (Daily Star)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/04/412/488265/MNlTyf6GoE.jpg</image><title>Foto : Demonstran Yaman memprotes pemerintah (Daily Star)</title></images><description>SANAA - Kekerasan berkelanjutan di Yaman diikuti dengan meningkatnya angka kematian dinilai akan mengantarkan negeri itu ke perang saudara seperti yang terjadi di Somalia.&quot;Apa yang terjadi di Yaman bukan lagi merupakan aksi damai, ini sudah menjadi konflik kekuasaan antara Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan para oposisi,&quot; ujar seorang peneliti politik dari Universitas Hodeidah, Mujeeb Abdurrahman, seperti dikutip IRIN, Kamis (4/8/2011).Meski PBB sudah mengirim utusan ke Yaman untuk mengatasi situasi di negara tersebut, kondisi di Yaman tetaplah sama.&quot;Pimpinan Yaman hanya memiliki dua pilihan, sepakat untuk menerima transfer kekuasaan atau menyaksikan negaranya hancur dan berubah seperti Somalia,&quot; ujar utusan PBB untuk Yaman, Jamal bin Omar.Pada 30 Juli lalu, dikabarkan sebanyak 250 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan Yaman dengan oposisi di bagian utara Kota Saana. Sementara itu 40 orang dikabarkan tewas di Provinsi Abyan dalam pertempuran antara pasukan Yaman dan militan Al Qaeda.Dalam jangka waktu enam bulan, negara ini sudah menghabiskan banyak dana. Sementara jumlah warga miskin meningkat dari tujuh hingga sembilan juta jiwa (total populasi di Yaman 23 juta jiwa).Jumlah pengungsi dari Provinsi Abyan juga terus membanjir. Pada pertengahan Juli lalu, jumlahnya sudah mencapai 80 ribu warga.Konflik pun masih terjadi antara Pemerintah Yaman dan masyarakat adat yang tergabung dalam suku Hashid. Presiden Saleh saat ini masih dirawat di Arab Saudi, dan Pimpinan Suku Hashid Sheikh Sadeq Al Ahmar menyatakan, &quot;Masa jabatan Presiden Saleh tidak lama lagi usai, karena saya masih hidup.&quot;Harga pangan pun melonjak di Yaman dan inilah yang menjadi perhatian penting. Saat ini nasib warga Yaman tidak seperti tahun lalu. Melonjaknya pangan membuat rakyat sengsara, terkadang mereka harus menjual barang-barangnya demi membeli makanan.</description><content:encoded>SANAA - Kekerasan berkelanjutan di Yaman diikuti dengan meningkatnya angka kematian dinilai akan mengantarkan negeri itu ke perang saudara seperti yang terjadi di Somalia.&quot;Apa yang terjadi di Yaman bukan lagi merupakan aksi damai, ini sudah menjadi konflik kekuasaan antara Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan para oposisi,&quot; ujar seorang peneliti politik dari Universitas Hodeidah, Mujeeb Abdurrahman, seperti dikutip IRIN, Kamis (4/8/2011).Meski PBB sudah mengirim utusan ke Yaman untuk mengatasi situasi di negara tersebut, kondisi di Yaman tetaplah sama.&quot;Pimpinan Yaman hanya memiliki dua pilihan, sepakat untuk menerima transfer kekuasaan atau menyaksikan negaranya hancur dan berubah seperti Somalia,&quot; ujar utusan PBB untuk Yaman, Jamal bin Omar.Pada 30 Juli lalu, dikabarkan sebanyak 250 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan Yaman dengan oposisi di bagian utara Kota Saana. Sementara itu 40 orang dikabarkan tewas di Provinsi Abyan dalam pertempuran antara pasukan Yaman dan militan Al Qaeda.Dalam jangka waktu enam bulan, negara ini sudah menghabiskan banyak dana. Sementara jumlah warga miskin meningkat dari tujuh hingga sembilan juta jiwa (total populasi di Yaman 23 juta jiwa).Jumlah pengungsi dari Provinsi Abyan juga terus membanjir. Pada pertengahan Juli lalu, jumlahnya sudah mencapai 80 ribu warga.Konflik pun masih terjadi antara Pemerintah Yaman dan masyarakat adat yang tergabung dalam suku Hashid. Presiden Saleh saat ini masih dirawat di Arab Saudi, dan Pimpinan Suku Hashid Sheikh Sadeq Al Ahmar menyatakan, &quot;Masa jabatan Presiden Saleh tidak lama lagi usai, karena saya masih hidup.&quot;Harga pangan pun melonjak di Yaman dan inilah yang menjadi perhatian penting. Saat ini nasib warga Yaman tidak seperti tahun lalu. Melonjaknya pangan membuat rakyat sengsara, terkadang mereka harus menjual barang-barangnya demi membeli makanan.</content:encoded></item></channel></rss>
