<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratna Ningsih Diduga Derita Steven-Johnson</title><description>Ratna Ningsih (22), pasien yang wajahnya rusak parah setelah menjalani  pengobatan di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (RS UKI), diduga  terserang penyakit Steven-Johnson (SSJ).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/05/338/488752/ratna-ningsih-diduga-derita-steven-johnson</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/05/338/488752/ratna-ningsih-diduga-derita-steven-johnson"/><item><title>Ratna Ningsih Diduga Derita Steven-Johnson</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/05/338/488752/ratna-ningsih-diduga-derita-steven-johnson</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/05/338/488752/ratna-ningsih-diduga-derita-steven-johnson</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2011 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/05/338/488752/d86so2RuaM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratna dirawat di RS UKI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/05/338/488752/d86so2RuaM.jpg</image><title>Ratna dirawat di RS UKI</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ratna Ningsih (22), pasien yang wajahnya rusak parah setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (RS UKI), diduga terserang penyakit Steven-Johnson (SSJ). Penyakit ini diakibatkan tubuh Ratna tak kuat menahan zat tertentu dalam obat hingga bereaksi hipersensitif.
&amp;nbsp;
Hal tersebut dikatakan Direktur Pelayanan Medik RS UKI Poltak Hutagalung.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi bukan kesalahan obat yang diberi,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di RS UKI, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, masing-masing orang memiliki tingkat ketahanan berbeda terhadap sesuatu baik obat, makanan, atau zat kimialainnya. Penyakit Steven-Johnson sendiri bukan termasuk jenis langka karena awam ditemukan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sudah beberapa tahun menjadi dokter dan penyakit ini tidak terlalu langka, 1 banding 1000 dan kita akan fokus untuk penyembuhan penyakitnya. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan pasien,&amp;rdquo; jelasnya seraya menambahkan Ratna perlu dirawat di ruang khusus untuk menghindarkannya dari infeksi.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati yang mengunjungi Ratna mengatakan, Dinas Kesehatan dan tim dokter dari RS UKI saat ini lebih fokus untuk menyembuhkan pasien, setelah itu barulah nanti diperiksa jenis alergi yang menyerang Ratna Ningsih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Fokus kita sekarang ini adalah penyembuhan pasien. Nanti kita akan cek kena alergi apa. Yang pasti penyakit seperti ini bisa menyerang siapa saja yang tidak kuat terhadap obat,&amp;rdquo; ujar Dien Emawati di RS UKI, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
&amp;nbsp;
Terkait dengan dugaan malapraktik terhadap Ratna Ningsih, Dien belum bisa menyimpulkan. Menurutnya, pada saat pemberian obat dilakukan oleh seorang dokter yang sesuai dengan kapasitasnya dan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk membuktikan apakah dugaan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Yang memberikan itu adalah dokter sesuai dengan protapnya. Dan kita sudah cek. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa pun. Kita akan cek nanti apakah terjadi kesalahan prosedur atau tidak. Yang jelas obat itu diberikan oleh seorang dokter yang memiliki kompetensi untuk memberikan obat. Kita juga akan cek secara keseluruhan termasuk ke kliniknya,&quot;katanya.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu kita harus dicek dulu alerginya terhadap apa. Apakah antibiotik atau analgetik, karena ada dua obat yang bisa menimbulkan alergi. Tapi tahap awal kita sembuhkan total baru kemudian kita cek alerginya apa,&quot;imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ratna Ningsih (22), pasien yang wajahnya rusak parah setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (RS UKI), diduga terserang penyakit Steven-Johnson (SSJ). Penyakit ini diakibatkan tubuh Ratna tak kuat menahan zat tertentu dalam obat hingga bereaksi hipersensitif.
&amp;nbsp;
Hal tersebut dikatakan Direktur Pelayanan Medik RS UKI Poltak Hutagalung.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi bukan kesalahan obat yang diberi,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di RS UKI, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, masing-masing orang memiliki tingkat ketahanan berbeda terhadap sesuatu baik obat, makanan, atau zat kimialainnya. Penyakit Steven-Johnson sendiri bukan termasuk jenis langka karena awam ditemukan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sudah beberapa tahun menjadi dokter dan penyakit ini tidak terlalu langka, 1 banding 1000 dan kita akan fokus untuk penyembuhan penyakitnya. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan pasien,&amp;rdquo; jelasnya seraya menambahkan Ratna perlu dirawat di ruang khusus untuk menghindarkannya dari infeksi.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati yang mengunjungi Ratna mengatakan, Dinas Kesehatan dan tim dokter dari RS UKI saat ini lebih fokus untuk menyembuhkan pasien, setelah itu barulah nanti diperiksa jenis alergi yang menyerang Ratna Ningsih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Fokus kita sekarang ini adalah penyembuhan pasien. Nanti kita akan cek kena alergi apa. Yang pasti penyakit seperti ini bisa menyerang siapa saja yang tidak kuat terhadap obat,&amp;rdquo; ujar Dien Emawati di RS UKI, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
&amp;nbsp;
Terkait dengan dugaan malapraktik terhadap Ratna Ningsih, Dien belum bisa menyimpulkan. Menurutnya, pada saat pemberian obat dilakukan oleh seorang dokter yang sesuai dengan kapasitasnya dan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk membuktikan apakah dugaan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Yang memberikan itu adalah dokter sesuai dengan protapnya. Dan kita sudah cek. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa pun. Kita akan cek nanti apakah terjadi kesalahan prosedur atau tidak. Yang jelas obat itu diberikan oleh seorang dokter yang memiliki kompetensi untuk memberikan obat. Kita juga akan cek secara keseluruhan termasuk ke kliniknya,&quot;katanya.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu kita harus dicek dulu alerginya terhadap apa. Apakah antibiotik atau analgetik, karena ada dua obat yang bisa menimbulkan alergi. Tapi tahap awal kita sembuhkan total baru kemudian kita cek alerginya apa,&quot;imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
