<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Politikus Demokrat: Pers Indonesia Tak Bertanggungjawab</title><description>Wakil Ketua Departemen Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan  menilai pers Indonesia saat ini tidak bertanggungjawab, khususnya dalam  pemberitaan yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat  Muhammad Nazaruddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/06/337/488848/politikus-demokrat-pers-indonesia-tak-bertanggungjawab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/06/337/488848/politikus-demokrat-pers-indonesia-tak-bertanggungjawab"/><item><title>Politikus Demokrat: Pers Indonesia Tak Bertanggungjawab</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/06/337/488848/politikus-demokrat-pers-indonesia-tak-bertanggungjawab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/06/337/488848/politikus-demokrat-pers-indonesia-tak-bertanggungjawab</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2011 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/06/337/488848/5vpypzFrMD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/06/337/488848/5vpypzFrMD.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Departemen Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pers Indonesia saat ini tidak bertanggungjawab, khususnya dalam pemberitaan yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Pers kita ini sekarang suka berpesta tapi tidak mencuci piring,&quot; ujarnya dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Hinca, seharusnya media tidak hanya meramaikan pemberitaan yang bersumber dari BlackBerry Messenger Nazaruddin. Namun, pers juga harus menginvestigasi pernyataan tersebut hingga tuntas.
&amp;nbsp;
&quot;Seharusnya dikejar terus diinvestigasi, dia (media) harus investigasi sampai selesai, jangan tinggalkan begitu saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Tetapi Wartawan Senior Albert Kuhon tidak sepakat dengan Hinca. Menurutnya pers tidak bertugas menuntaskan suatu kasus karena hal itu menjadi tanggungjawab penegak hukum. &quot;Tugas pers bukan cuci piring,&quot; ujar Albert disambut gelak tawa peserta diskusi.
&amp;nbsp;
Di luar persoalan tersebut, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo menilai Ketua DPR Marzuki Alie berhasil mengalihkan isu besar yang tengah dialami Partai Demokrat akibat &amp;lsquo;nyanyian&amp;rsquo; Nazaruddin setelah mengeluarkan wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi dua pekan lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Setelah Marzuki mengeluarkan pernyataan kontroversial, pemberitaan mulai mereda dan beralih dari kasus utama,&quot; ujar Agus.
&amp;nbsp;
Namun, dalam perkembangannya juga Marzuki menyampaikan kritik keras terhadap pers karena dinilai tidak memberitakan pernyataannya secara utuh. Sehingga, publik yang tidak menerima pesannya secara utuh, berbalik mengecam dan menghujat Marzuki.
&amp;nbsp;
Atas kejadian tersebut, Agus menyarankan Marzuki mengadu ke Dewan Pers apabila memang merasa dirugikan di media. Pengaduan ke Dewan Pers jauh lebih baik daripada berdebat kusir di luar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak menunggu adanya laporan saja, tidak pun bisa tapi kami mendahulukan adanya laporan. Pak Marzuki untuk segera melaporkan ke Dewan Pers. Mungkin belum mau,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Departemen Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pers Indonesia saat ini tidak bertanggungjawab, khususnya dalam pemberitaan yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Pers kita ini sekarang suka berpesta tapi tidak mencuci piring,&quot; ujarnya dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Hinca, seharusnya media tidak hanya meramaikan pemberitaan yang bersumber dari BlackBerry Messenger Nazaruddin. Namun, pers juga harus menginvestigasi pernyataan tersebut hingga tuntas.
&amp;nbsp;
&quot;Seharusnya dikejar terus diinvestigasi, dia (media) harus investigasi sampai selesai, jangan tinggalkan begitu saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Tetapi Wartawan Senior Albert Kuhon tidak sepakat dengan Hinca. Menurutnya pers tidak bertugas menuntaskan suatu kasus karena hal itu menjadi tanggungjawab penegak hukum. &quot;Tugas pers bukan cuci piring,&quot; ujar Albert disambut gelak tawa peserta diskusi.
&amp;nbsp;
Di luar persoalan tersebut, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo menilai Ketua DPR Marzuki Alie berhasil mengalihkan isu besar yang tengah dialami Partai Demokrat akibat &amp;lsquo;nyanyian&amp;rsquo; Nazaruddin setelah mengeluarkan wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi dua pekan lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Setelah Marzuki mengeluarkan pernyataan kontroversial, pemberitaan mulai mereda dan beralih dari kasus utama,&quot; ujar Agus.
&amp;nbsp;
Namun, dalam perkembangannya juga Marzuki menyampaikan kritik keras terhadap pers karena dinilai tidak memberitakan pernyataannya secara utuh. Sehingga, publik yang tidak menerima pesannya secara utuh, berbalik mengecam dan menghujat Marzuki.
&amp;nbsp;
Atas kejadian tersebut, Agus menyarankan Marzuki mengadu ke Dewan Pers apabila memang merasa dirugikan di media. Pengaduan ke Dewan Pers jauh lebih baik daripada berdebat kusir di luar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak menunggu adanya laporan saja, tidak pun bisa tapi kami mendahulukan adanya laporan. Pak Marzuki untuk segera melaporkan ke Dewan Pers. Mungkin belum mau,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
