<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pers Harapan Terakhir untuk Tuntaskan Kasus Nazaruddin</title><description>Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo menduga ke depan pers yang dapat  menuntaskan kasus yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat,  Muhammad Nazaruddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/06/339/488882/pers-harapan-terakhir-untuk-tuntaskan-kasus-nazaruddin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/06/339/488882/pers-harapan-terakhir-untuk-tuntaskan-kasus-nazaruddin"/><item><title>Pers Harapan Terakhir untuk Tuntaskan Kasus Nazaruddin</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/06/339/488882/pers-harapan-terakhir-untuk-tuntaskan-kasus-nazaruddin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/06/339/488882/pers-harapan-terakhir-untuk-tuntaskan-kasus-nazaruddin</guid><pubDate>Sabtu 06 Agustus 2011 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/06/339/488882/VfW4uh0snT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">M Nazaruddin (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/06/339/488882/VfW4uh0snT.jpg</image><title>M Nazaruddin (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo menduga ke depan pers yang dapat menuntaskan kasus yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Kayaknya harapan yang paling realistis menyelesaikan kasus Nazar adalah pers, karena penegak hukum tidak meyakinkan lagi dan pemerintah tidak tegas. Jangan-jangan pers yang mampu, melalui pemberitaan,&quot; ujar Agus dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).
&amp;nbsp;
Hal ini menurut Agus, karena tidak ada lagi harapan kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak bisa berharap pada pemerintah, gerakan masyarakat sipil yang didukung pemilik media yang harus menyelamatkan KPK meski pers tidak mungkin jadi pengadilan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, saat ini kata Agus tidak ada yang bisa mengontrol pers. Sehingga saat inilah kesempatan pers untuk menunjukkan kepedulian kepada kasus hukum yang tengah berjalan untuk segera dituntaskan.
&amp;nbsp;
&quot;Karena lagi-lagi tidak ada yang bisa mengontrol pers. Jangan-jangan masyarakat berharap pada pers, ini kesempatan pers menunjukkan kemampuan,&quot; katanya
&amp;nbsp;
Namun tetap tidak mempahlawankan pihak-pihak yang bersuara lantang, karena bisa jadi pihak tersebut juga terlibat dalam kasus tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan juga mempahlawankan orang yang berani bicara lantang, jangan-jangan dia terlibat,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Kata Agus, saat ini pers sedang kuat-kuatnya, kecuali di depan pemiliknya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo menduga ke depan pers yang dapat menuntaskan kasus yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Kayaknya harapan yang paling realistis menyelesaikan kasus Nazar adalah pers, karena penegak hukum tidak meyakinkan lagi dan pemerintah tidak tegas. Jangan-jangan pers yang mampu, melalui pemberitaan,&quot; ujar Agus dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).
&amp;nbsp;
Hal ini menurut Agus, karena tidak ada lagi harapan kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus Nazaruddin.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak bisa berharap pada pemerintah, gerakan masyarakat sipil yang didukung pemilik media yang harus menyelamatkan KPK meski pers tidak mungkin jadi pengadilan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, saat ini kata Agus tidak ada yang bisa mengontrol pers. Sehingga saat inilah kesempatan pers untuk menunjukkan kepedulian kepada kasus hukum yang tengah berjalan untuk segera dituntaskan.
&amp;nbsp;
&quot;Karena lagi-lagi tidak ada yang bisa mengontrol pers. Jangan-jangan masyarakat berharap pada pers, ini kesempatan pers menunjukkan kemampuan,&quot; katanya
&amp;nbsp;
Namun tetap tidak mempahlawankan pihak-pihak yang bersuara lantang, karena bisa jadi pihak tersebut juga terlibat dalam kasus tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan juga mempahlawankan orang yang berani bicara lantang, jangan-jangan dia terlibat,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Kata Agus, saat ini pers sedang kuat-kuatnya, kecuali di depan pemiliknya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
