<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Depok Antisipasi Banjir Pengemis dan Gelandangan</title><description>Biasanya para pengemis mulai bermunculan di kota &amp;ndash; kota besar baik  Jakarta maupun wilayah penyangga selama bulan Ramadan dan menjelang  Lebaran. Salah satunya Depok, menjadi kota yang strategis memunculkan  pengemis karena dilintasi oleh lima stasiun Kereta Rel Listrik (KRL).</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/08/338/489195/depok-antisipasi-banjir-pengemis-dan-gelandangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/08/338/489195/depok-antisipasi-banjir-pengemis-dan-gelandangan"/><item><title>Depok Antisipasi Banjir Pengemis dan Gelandangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/08/338/489195/depok-antisipasi-banjir-pengemis-dan-gelandangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/08/338/489195/depok-antisipasi-banjir-pengemis-dan-gelandangan</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2011 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/07/338/489195/3ptJNA2ikh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dokumen okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/07/338/489195/3ptJNA2ikh.jpg</image><title>Foto: dokumen okezone</title></images><description>DEPOK&amp;ndash; Biasanya para pengemis mulai bermunculan di kota &amp;ndash; kota besar baik Jakarta maupun wilayah penyangga selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Salah satunya Depok, menjadi kota yang strategis memunculkan pengemis karena dilintasi oleh lima stasiun Kereta Rel Listrik (KRL).Saat ini, memang pengemis belum terlihat meningkat di Depok. Kalaupun ada, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Namun Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Abdul Haris mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi maraknya pengemis. Salah satunya yakni dengan upaya penertiban.&amp;ldquo;Saat ini belum kelihatan, Depok juga biasanya sedikit, tetapi kalau tahun ini jumlahnya meningkat, maka kami dari Pemerintah Kota akan melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah penertiban atau penjangkauan,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan, Minggu (7/8/2011).Haris menambahkan, untuk menjalankan penertiban anak jalanan dan pengemis, pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja. Setelah itu, baru dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial.&amp;ldquo;Yang menertibkan biasanya kami libatkan Satpol PP, setelah itu dibawa ke kami. Kami lakukan asessment dan pendataan lalu pembinaan. Kalau datanya jelas, akan kami pulangkan ke daerah asal bekerja sama antar pemerintah daerah,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>DEPOK&amp;ndash; Biasanya para pengemis mulai bermunculan di kota &amp;ndash; kota besar baik Jakarta maupun wilayah penyangga selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Salah satunya Depok, menjadi kota yang strategis memunculkan pengemis karena dilintasi oleh lima stasiun Kereta Rel Listrik (KRL).Saat ini, memang pengemis belum terlihat meningkat di Depok. Kalaupun ada, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Namun Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Abdul Haris mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi maraknya pengemis. Salah satunya yakni dengan upaya penertiban.&amp;ldquo;Saat ini belum kelihatan, Depok juga biasanya sedikit, tetapi kalau tahun ini jumlahnya meningkat, maka kami dari Pemerintah Kota akan melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah penertiban atau penjangkauan,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan, Minggu (7/8/2011).Haris menambahkan, untuk menjalankan penertiban anak jalanan dan pengemis, pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja. Setelah itu, baru dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sosial.&amp;ldquo;Yang menertibkan biasanya kami libatkan Satpol PP, setelah itu dibawa ke kami. Kami lakukan asessment dan pendataan lalu pembinaan. Kalau datanya jelas, akan kami pulangkan ke daerah asal bekerja sama antar pemerintah daerah,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
