<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPOM DIY Sidak Pedagang Dadakan</title><description>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY melakukan inspeksi mendadak  terhadap sejumlah pedagang dadakan yang menjual makanan untuk santap  buka puasa di beberapa titik di Yogyakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/08/340/489638/bpom-diy-sidak-pedagang-dadakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/08/340/489638/bpom-diy-sidak-pedagang-dadakan"/><item><title>BPOM DIY Sidak Pedagang Dadakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/08/340/489638/bpom-diy-sidak-pedagang-dadakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/08/340/489638/bpom-diy-sidak-pedagang-dadakan</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2011 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/08/340/489638/x3yfP88dOF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi razia (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/08/340/489638/x3yfP88dOF.jpg</image><title>Ilustrasi razia (Foto: Koran SI)</title></images><description>YOGYAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah pedagang dadakan yang menjual makanan untuk santap buka puasa di beberapa titik di Yogyakarta.Setidaknya ada lima titik yang dilakukan penyisiran yakni seputaran Pondok Pesantren Krapyak Bantul, Pasar Kotagede Yogyakarta, wilayah kampus UGM Yogyakarta, wilayah Kampus UNY, dan sekitar kawasan Seturan Condongcatur Sleman.&amp;ldquo;Tim kami terbagi menjadi dua kelompok, yang pertama menuju selatan dan utara. Yang selatan melakukan sidak di PP Krapyak dan Pasar Kotagede. Sedangkan yang kelompok Utara langsung menuju kawasan UGM, UNY, dan Seturan,&amp;rdquo; kata Kepala Pemeriksaan, Pengawasan, dan Penyelidikan BPOM DIY, Zulaimah di kantornya sebelum melakukan inspeksi mendadakan, Senin (8/8/2011).Razia makanan ini, lanjut dia, untuk mengetahui apakah ada kadar membahayakan atau tidak dalam makanan yang dijual para pedagang dadakan itu. Sebab, tidak menutup kemungkinan tanpa diadakan razia para pedagang yang selalu menjamur di saat puasa ini akan mencampurkan bahan berbahaya seperti borak, zat pewarna, metazhin, formalin, dan lainnya dalam makanan tersebut.&amp;ldquo;Sifat kita tetap harus mengawasi, jangan sampai konsumen (masyarakat) dirugikan. Kita lakukan sidak ini karena momentum saat ini juga pas lagi rame-ramenya pedagang dadakan,&amp;rdquo; terang dia.Bagi pedagang yang nantinya kedapatan mencampur bahan makanan yang dijual dengan bahan berbahaya tadi, pedagang tersebut hanya akan diberi penyuluhan dan dibina. Selain itu, pedagang dadakan atau pedagang musiman itu tidak boleh menjual barang dagangannya.&amp;ldquo;Tidak ada sanksi hukum terhadap pedagang. Kita hanya memberi penyuluhan dan pembinaan. Selain itu yang lebih penting, memberikan pemahaman tentang bahaya zat-zat yang tidak seharusnya dicampur dalam makanan,&amp;rdquo; imbuhnya.BPOM DIY dalam waktu dekat ini juga akan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah toko atau minimarket yang ada di kota Yogyakarta. &amp;ldquo;Saat ini makanan siap saji dulu, untuk yang toko kelontong belum. Mungkin dalam waktu dekat ini,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah pedagang dadakan yang menjual makanan untuk santap buka puasa di beberapa titik di Yogyakarta.Setidaknya ada lima titik yang dilakukan penyisiran yakni seputaran Pondok Pesantren Krapyak Bantul, Pasar Kotagede Yogyakarta, wilayah kampus UGM Yogyakarta, wilayah Kampus UNY, dan sekitar kawasan Seturan Condongcatur Sleman.&amp;ldquo;Tim kami terbagi menjadi dua kelompok, yang pertama menuju selatan dan utara. Yang selatan melakukan sidak di PP Krapyak dan Pasar Kotagede. Sedangkan yang kelompok Utara langsung menuju kawasan UGM, UNY, dan Seturan,&amp;rdquo; kata Kepala Pemeriksaan, Pengawasan, dan Penyelidikan BPOM DIY, Zulaimah di kantornya sebelum melakukan inspeksi mendadakan, Senin (8/8/2011).Razia makanan ini, lanjut dia, untuk mengetahui apakah ada kadar membahayakan atau tidak dalam makanan yang dijual para pedagang dadakan itu. Sebab, tidak menutup kemungkinan tanpa diadakan razia para pedagang yang selalu menjamur di saat puasa ini akan mencampurkan bahan berbahaya seperti borak, zat pewarna, metazhin, formalin, dan lainnya dalam makanan tersebut.&amp;ldquo;Sifat kita tetap harus mengawasi, jangan sampai konsumen (masyarakat) dirugikan. Kita lakukan sidak ini karena momentum saat ini juga pas lagi rame-ramenya pedagang dadakan,&amp;rdquo; terang dia.Bagi pedagang yang nantinya kedapatan mencampur bahan makanan yang dijual dengan bahan berbahaya tadi, pedagang tersebut hanya akan diberi penyuluhan dan dibina. Selain itu, pedagang dadakan atau pedagang musiman itu tidak boleh menjual barang dagangannya.&amp;ldquo;Tidak ada sanksi hukum terhadap pedagang. Kita hanya memberi penyuluhan dan pembinaan. Selain itu yang lebih penting, memberikan pemahaman tentang bahaya zat-zat yang tidak seharusnya dicampur dalam makanan,&amp;rdquo; imbuhnya.BPOM DIY dalam waktu dekat ini juga akan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah toko atau minimarket yang ada di kota Yogyakarta. &amp;ldquo;Saat ini makanan siap saji dulu, untuk yang toko kelontong belum. Mungkin dalam waktu dekat ini,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
