<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICW Prihatin Aryanto Sutadi Lolos Capim KPK</title><description>Alasannya, Aryanto memiliki rekam jejak yang buruk saat berkarir di  kepolisian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492922/icw-prihatin-aryanto-sutadi-lolos-capim-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492922/icw-prihatin-aryanto-sutadi-lolos-capim-kpk"/><item><title>ICW Prihatin Aryanto Sutadi Lolos Capim KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492922/icw-prihatin-aryanto-sutadi-lolos-capim-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492922/icw-prihatin-aryanto-sutadi-lolos-capim-kpk</guid><pubDate>Rabu 17 Agustus 2011 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/492922/ETuiwQ5zOt.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/492922/ETuiwQ5zOt.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan keputusan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meloloskan Aryanto Sutadi.&quot;Kami prihatin dengan pilihan pansel yang seolah memiliki motif tertentu untuk meloloskan kandidat-kandidat yang bermasalah,&quot; kata Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz kepada okezone, Selasa (16/8/2011) malam. Menurut Donal, pansel KPK tidak obyektif memutuskan calon yang lolos. Alasannya, Aryanto memiliki rekam jejak yang buruk saat berkarir di kepolisian. &quot;Kandidat menganggap gratifikasi hal yang biasa, kekayaan tidak wajar, keterlibatannya di beberapa kasus hingga sikap yang seolah tempramental,&quot; jelasnya.ICW khawatir terpilihnya Aryanto dan Fadhil akan menjadi bumerang bagi KPK bila keduanya lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR. &quot;Pansel seolah tutup mata dan secara tidak langsung mereka sudah berkontribusi untuk melemahkan KPK,&quot; ujar Donal.Pansel KPK telah memutuskan menyodorkan delapan nama untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi Hukum DPR. Kedelapan capim KPK tersebut adalah Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Handoyo Sudrajat, Yunus Husein dan Zulkarnain .</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan keputusan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meloloskan Aryanto Sutadi.&quot;Kami prihatin dengan pilihan pansel yang seolah memiliki motif tertentu untuk meloloskan kandidat-kandidat yang bermasalah,&quot; kata Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz kepada okezone, Selasa (16/8/2011) malam. Menurut Donal, pansel KPK tidak obyektif memutuskan calon yang lolos. Alasannya, Aryanto memiliki rekam jejak yang buruk saat berkarir di kepolisian. &quot;Kandidat menganggap gratifikasi hal yang biasa, kekayaan tidak wajar, keterlibatannya di beberapa kasus hingga sikap yang seolah tempramental,&quot; jelasnya.ICW khawatir terpilihnya Aryanto dan Fadhil akan menjadi bumerang bagi KPK bila keduanya lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR. &quot;Pansel seolah tutup mata dan secara tidak langsung mereka sudah berkontribusi untuk melemahkan KPK,&quot; ujar Donal.Pansel KPK telah memutuskan menyodorkan delapan nama untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi Hukum DPR. Kedelapan capim KPK tersebut adalah Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Handoyo Sudrajat, Yunus Husein dan Zulkarnain .</content:encoded></item></channel></rss>
