<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar Tegaskan Bakal Tolak Capim KPK Titipan Istana</title><description>Pimpinan KPK yang baru diharapkan memiliki integritas dan tidak terkontaminasi kepentingan kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492931/golkar-tegaskan-bakal-tolak-capim-kpk-titipan-istana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492931/golkar-tegaskan-bakal-tolak-capim-kpk-titipan-istana"/><item><title>Golkar Tegaskan Bakal Tolak Capim KPK Titipan Istana</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492931/golkar-tegaskan-bakal-tolak-capim-kpk-titipan-istana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/492931/golkar-tegaskan-bakal-tolak-capim-kpk-titipan-istana</guid><pubDate>Rabu 17 Agustus 2011 08:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fitriyah Tri Cahyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/492931/pBow2QRhLt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bambang Soesatyo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/492931/pBow2QRhLt.jpg</image><title>Bambang Soesatyo</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi&amp;nbsp; Hukum DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan, fraksinya akan menolak calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) titipan Istana.&amp;ldquo;Tentu kami di DPR akan mempertimbangkan dan pasti akan memilih empat tokoh yang memiliki integritas, akuntabilitas dan tidak terkontaminasi dengan kekuasaan atau bukan bagian dari kekuasaan. Kita tidak ingin lagi orang yang jadi alat kekuasaan terpilih, karena tidak akan berjalan nantinya,&quot; kata Bambang kepada okezone, Rabu (17/8/2011).Pansel KPK sudah menetapkan delapan calon pimpinan KPK yakni Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Handoyo Sudrajat, Yunus Husein dan Zulkarnain. Menurut Bambang, keputusan Pansel hanya mengirimkan delapan calon bisa dipermasalahkan di DPR. Dia beralasan, pemerintah semestinya mengirim sepuluh calon untuk kemudian dipilih lima.&quot;Kemungkinan dalam rapat pleno nanti akan memutuskan untuk dikembalikannya lagi, serta menambah dua nama lagi, sesuai Undang-undang yang ada,&quot; jelasnya.&amp;nbsp; Terpisah, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan lolosnya Aryanto Sutadi. Pensiunan Polri itu disebut memiliki rekam jejak buruk lantaran integritasnya dipertanyakan.&amp;nbsp; &quot;Kami prihatin dengan pilihan pansel yang seolah memiliki motif tertentu untuk meloloskan kandidat-kandidat yang bermasalah,&quot; kata Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi&amp;nbsp; Hukum DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan, fraksinya akan menolak calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) titipan Istana.&amp;ldquo;Tentu kami di DPR akan mempertimbangkan dan pasti akan memilih empat tokoh yang memiliki integritas, akuntabilitas dan tidak terkontaminasi dengan kekuasaan atau bukan bagian dari kekuasaan. Kita tidak ingin lagi orang yang jadi alat kekuasaan terpilih, karena tidak akan berjalan nantinya,&quot; kata Bambang kepada okezone, Rabu (17/8/2011).Pansel KPK sudah menetapkan delapan calon pimpinan KPK yakni Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Handoyo Sudrajat, Yunus Husein dan Zulkarnain. Menurut Bambang, keputusan Pansel hanya mengirimkan delapan calon bisa dipermasalahkan di DPR. Dia beralasan, pemerintah semestinya mengirim sepuluh calon untuk kemudian dipilih lima.&quot;Kemungkinan dalam rapat pleno nanti akan memutuskan untuk dikembalikannya lagi, serta menambah dua nama lagi, sesuai Undang-undang yang ada,&quot; jelasnya.&amp;nbsp; Terpisah, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan lolosnya Aryanto Sutadi. Pensiunan Polri itu disebut memiliki rekam jejak buruk lantaran integritasnya dipertanyakan.&amp;nbsp; &quot;Kami prihatin dengan pilihan pansel yang seolah memiliki motif tertentu untuk meloloskan kandidat-kandidat yang bermasalah,&quot; kata Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz</content:encoded></item></channel></rss>
