<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditanya Soal Nazaruddin, Ibas Bungkam</title><description>Sekjen Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono, enggan menjawab  pertanyaan wartawan yang menanyakan soal tersangka kasus suap Wisma  Atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/493029/ditanya-soal-nazaruddin-ibas-bungkam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/493029/ditanya-soal-nazaruddin-ibas-bungkam"/><item><title>Ditanya Soal Nazaruddin, Ibas Bungkam</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/493029/ditanya-soal-nazaruddin-ibas-bungkam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/17/339/493029/ditanya-soal-nazaruddin-ibas-bungkam</guid><pubDate>Rabu 17 Agustus 2011 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/493029/eXKCys8yFZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/17/339/493029/eXKCys8yFZ.jpg</image><title>Dokumentasi Seputar Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono, enggan menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan soal tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Ibas begitu sapaan akrabnya, tentu saja mengenal mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Namun, dia memilih bungkam saat ditanyakan seputar kasus yang melilit eks Bendahara Partai Demokrat tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan dulu deh, ini Hari Kemerdekaan,&quot; kata Ibas, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2011).
&amp;nbsp;
Saat para wartawan terus memberondong pertanyaan yang sama, calon menantu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu pun memilih berlalu meninggalkan para wartawan.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Nazaruddin sudah menjadi tahanan KPK dan ditipkan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Nazaruddin berhasil ditangkap di Kolombia, setelah sempat buron selama tiga bulan.
&amp;nbsp;
Nazaruddin terlibat dalam kasus suap yang melibatkan Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris terlibat. Nazaruddin dan Rosa mengatur pembagian fee dalam proyek Wisma Atlet SEA Games.
&amp;nbsp;
Nazaruddin mendapat fee senilai 13 persen, untuk daerah gubernur Sumatera Selatan dijatah 2,5 persen, panitia pengadaan 0,5 persen, Wafid dua persen dan Rosa sendiri 0,2 persen dari nilai kontrak dikurangi PPN dan PPH sebesar Rp191 miliar. Sebelumnya Rosa, Wafid dan El Idris ditangkap saat bertransaksi dengan bukti cek senilai Rp3,2 miliar itu di ruangan kantor Seskemenpora.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono, enggan menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan soal tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Ibas begitu sapaan akrabnya, tentu saja mengenal mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Namun, dia memilih bungkam saat ditanyakan seputar kasus yang melilit eks Bendahara Partai Demokrat tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jangan dulu deh, ini Hari Kemerdekaan,&quot; kata Ibas, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2011).
&amp;nbsp;
Saat para wartawan terus memberondong pertanyaan yang sama, calon menantu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu pun memilih berlalu meninggalkan para wartawan.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, Nazaruddin sudah menjadi tahanan KPK dan ditipkan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Nazaruddin berhasil ditangkap di Kolombia, setelah sempat buron selama tiga bulan.
&amp;nbsp;
Nazaruddin terlibat dalam kasus suap yang melibatkan Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris terlibat. Nazaruddin dan Rosa mengatur pembagian fee dalam proyek Wisma Atlet SEA Games.
&amp;nbsp;
Nazaruddin mendapat fee senilai 13 persen, untuk daerah gubernur Sumatera Selatan dijatah 2,5 persen, panitia pengadaan 0,5 persen, Wafid dua persen dan Rosa sendiri 0,2 persen dari nilai kontrak dikurangi PPN dan PPH sebesar Rp191 miliar. Sebelumnya Rosa, Wafid dan El Idris ditangkap saat bertransaksi dengan bukti cek senilai Rp3,2 miliar itu di ruangan kantor Seskemenpora.</content:encoded></item></channel></rss>
