<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratna, Korban Malpraktik Kondisinya Sudah Membaik</title><description>Tim dokter Rumah Sakit UKI Cawang  memperkirakan Ratna masih memerlukan perawatan sehingga belum  diperbolehkan pulang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/18/338/493214/ratna-korban-malpraktik-kondisinya-sudah-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/18/338/493214/ratna-korban-malpraktik-kondisinya-sudah-membaik"/><item><title>Ratna, Korban Malpraktik Kondisinya Sudah Membaik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/18/338/493214/ratna-korban-malpraktik-kondisinya-sudah-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/18/338/493214/ratna-korban-malpraktik-kondisinya-sudah-membaik</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2011 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/18/338/493214/zV1pKMbcA0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratna dirawat di RS UKI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/18/338/493214/zV1pKMbcA0.jpg</image><title>Ratna dirawat di RS UKI</title></images><description>JAKARTA - Penderita Sindrom Steven Johnson atau alergi obat tingkat tinggi, Ratnaningsih (22), yang meyebabkan sekujur tubuhnya melepuh, kondisinya kian membaik.Tim dokter Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang memperkirakan Ratna masih memerlukan perawatan sehingga belum diperbolehkan pulang.&quot;Ratna sudah bisa berbicara dan makan sejak sepekan lalu, sebelumnya ia tidak dapat berbicara dan makan karena bibirnya ikut melepuh,&quot; ungkap dr Brian Achilles Kusler, dokter penyakit umum yang merawat Ratna saat ditemui wartawan, Rabu (17/8/2011).Brian mengatakan setelah tiga pekan menjalani perawatan di RS UKI, kondisi Ratna mengalami kemajuan. Lepuhan-lepuhan yang terdapat di sekujur tubuhnya sudah mengelupas. &quot;Namun rasa nyeri masih terasa, apalagi saat akan buang air kecil,&quot;ujarnya.Menurut Brian sudah sejak dua pekan lalu, Ratna diberikan obat steroid untuk mengurangi rasa nyeri. &quot;Obatnya berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri akibat tubukan antibodi dan antigen di dalam tubuhnya,&quot;paparnya.Sima, ibu dari Ratna yang setia menunggunya menjelaskan, kemajuan ini membuatnya senang. Walaupun ia sudah bisa bicara dan makan, namun masih mengeluh pada saat buang air kecil.&quot;Bicaranya masih patah-patah, belum terdengar jelas. Kemungkinan bibir dan lidahnya masih sakit,&quot;terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penderita Sindrom Steven Johnson atau alergi obat tingkat tinggi, Ratnaningsih (22), yang meyebabkan sekujur tubuhnya melepuh, kondisinya kian membaik.Tim dokter Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang memperkirakan Ratna masih memerlukan perawatan sehingga belum diperbolehkan pulang.&quot;Ratna sudah bisa berbicara dan makan sejak sepekan lalu, sebelumnya ia tidak dapat berbicara dan makan karena bibirnya ikut melepuh,&quot; ungkap dr Brian Achilles Kusler, dokter penyakit umum yang merawat Ratna saat ditemui wartawan, Rabu (17/8/2011).Brian mengatakan setelah tiga pekan menjalani perawatan di RS UKI, kondisi Ratna mengalami kemajuan. Lepuhan-lepuhan yang terdapat di sekujur tubuhnya sudah mengelupas. &quot;Namun rasa nyeri masih terasa, apalagi saat akan buang air kecil,&quot;ujarnya.Menurut Brian sudah sejak dua pekan lalu, Ratna diberikan obat steroid untuk mengurangi rasa nyeri. &quot;Obatnya berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri akibat tubukan antibodi dan antigen di dalam tubuhnya,&quot;paparnya.Sima, ibu dari Ratna yang setia menunggunya menjelaskan, kemajuan ini membuatnya senang. Walaupun ia sudah bisa bicara dan makan, namun masih mengeluh pada saat buang air kecil.&quot;Bicaranya masih patah-patah, belum terdengar jelas. Kemungkinan bibir dan lidahnya masih sakit,&quot;terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
