<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tonggak Sejarah yang Terlupakan</title><description>Stasiun AURI PC-2 Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki peranan  penting dalam menyiarkan keberadaan negara Republik Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/18/340/493199/tonggak-sejarah-yang-terlupakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/18/340/493199/tonggak-sejarah-yang-terlupakan"/><item><title>Tonggak Sejarah yang Terlupakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/18/340/493199/tonggak-sejarah-yang-terlupakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/18/340/493199/tonggak-sejarah-yang-terlupakan</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2011 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/17/340/493199/qQf78KRjoS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Markus Yuwono/Trijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/17/340/493199/qQf78KRjoS.jpg</image><title>(Foto: Markus Yuwono/Trijaya)</title></images><description>GUNUNGKIDUL - Stasiun AURI PC-2 Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki peranan penting dalam menyiarkan keberadaan negara Republik Indonesia. Stasiun pemancar rahasia ini memberikan kontribusi besar dalam menyiarkan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.Dari sinilah disiarkan bahwa NKRI masih ada ke seluruh dunia melalui PBB. Dari rumah milik Pawirosentono inilah kabar serangan umum 1 Maret diinformasikan, lalu diteruskan ke stasiun milik AURI, dan sampai ke PBB pada 7 Maret 1949, sehingga menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada.Kepala Stasiun pada waktu itu Boediharjo beserta sejumlah pejuang lainnya mendirikan stasiun radio jenis people coorperation atau PC-2. Peralatan stasiun radio diletakkan di dapur rumah keluarga Pawirosentono. Sementara untuk pembangkit listrik diletakkan di tungku tanah yang ditutupi kayu bakar. Antena radio diletakkan di pohon kelapa, dan dipasanag pada malam hari.Sumardjo, ahli waris Pawirosentono, mewakafkan tanah pekarangan beserta rumah joglonya untuk dijadikan monumen radio AURI PC-2 Playen, yang diresmikan pada 10 Juni 1984 oleh Gubernur Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.Di dalam rumah yang baru sekali dipugar ini terdapat belasan foto pahlawan, dan kondisi rumah pada jaman dahulu. Bahkan kamar yang digunakan untuk siaran masih dibuat seperti aslinya.Meski berperan besar dalam tonggak sejarah namun kurang mendapat perhatian. Dari pantauan di lokasi, kondisi monemen kurang terawat, sedangkan kondisi rumah yang juga dijadikan museum ini beberapa bagian sudah di makan rayap dan beberapa perabot di dalamnya dalam kondisi rusak.&amp;ldquo;Dahulu waktu dikelola AURI, masih banyak mendapatkan perawatan, namun sekarang dikelola pemda kok malah perawatannya minim,&amp;rdquo; kata Sumarno yang menjadi penjaga selama hampir 25 tahun.Ia menambahkan biasanya jika akan memperingati serangan umum 1 Maret dan hari kemerdekaan, seluruh kompleks monumen selalu dibersihkan. &amp;ldquo;Biasanya ada yang datang pada saat menjelang dan pas 1 Maret, namun saat ini sudah jarang,&amp;rdquo; tambahnya.Pernyataan hampir sama disampaikan Nunuk Setyawati, Kepala Sekolah TK 1 Maret yang berada satu kompleks dengan monumen. Pihaknya melakukan perawatan semampunya. Ia mengharapkan pemerintah memberikan perhatian kepada bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini.&amp;ldquo;Setiap hari kami melakukan pembersihan dengan menyapu, namun untuk pemugaran tidak mungkin kami lakukan,&amp;rdquo; terangnya.Nunuk menambahkan, jika bangunan dan monumen tersebut dirawat dengan baik maka bisa digunakan sebagai pembelajaran sejarah untuk masyarakat.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Stasiun AURI PC-2 Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki peranan penting dalam menyiarkan keberadaan negara Republik Indonesia. Stasiun pemancar rahasia ini memberikan kontribusi besar dalam menyiarkan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.Dari sinilah disiarkan bahwa NKRI masih ada ke seluruh dunia melalui PBB. Dari rumah milik Pawirosentono inilah kabar serangan umum 1 Maret diinformasikan, lalu diteruskan ke stasiun milik AURI, dan sampai ke PBB pada 7 Maret 1949, sehingga menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada.Kepala Stasiun pada waktu itu Boediharjo beserta sejumlah pejuang lainnya mendirikan stasiun radio jenis people coorperation atau PC-2. Peralatan stasiun radio diletakkan di dapur rumah keluarga Pawirosentono. Sementara untuk pembangkit listrik diletakkan di tungku tanah yang ditutupi kayu bakar. Antena radio diletakkan di pohon kelapa, dan dipasanag pada malam hari.Sumardjo, ahli waris Pawirosentono, mewakafkan tanah pekarangan beserta rumah joglonya untuk dijadikan monumen radio AURI PC-2 Playen, yang diresmikan pada 10 Juni 1984 oleh Gubernur Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.Di dalam rumah yang baru sekali dipugar ini terdapat belasan foto pahlawan, dan kondisi rumah pada jaman dahulu. Bahkan kamar yang digunakan untuk siaran masih dibuat seperti aslinya.Meski berperan besar dalam tonggak sejarah namun kurang mendapat perhatian. Dari pantauan di lokasi, kondisi monemen kurang terawat, sedangkan kondisi rumah yang juga dijadikan museum ini beberapa bagian sudah di makan rayap dan beberapa perabot di dalamnya dalam kondisi rusak.&amp;ldquo;Dahulu waktu dikelola AURI, masih banyak mendapatkan perawatan, namun sekarang dikelola pemda kok malah perawatannya minim,&amp;rdquo; kata Sumarno yang menjadi penjaga selama hampir 25 tahun.Ia menambahkan biasanya jika akan memperingati serangan umum 1 Maret dan hari kemerdekaan, seluruh kompleks monumen selalu dibersihkan. &amp;ldquo;Biasanya ada yang datang pada saat menjelang dan pas 1 Maret, namun saat ini sudah jarang,&amp;rdquo; tambahnya.Pernyataan hampir sama disampaikan Nunuk Setyawati, Kepala Sekolah TK 1 Maret yang berada satu kompleks dengan monumen. Pihaknya melakukan perawatan semampunya. Ia mengharapkan pemerintah memberikan perhatian kepada bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini.&amp;ldquo;Setiap hari kami melakukan pembersihan dengan menyapu, namun untuk pemugaran tidak mungkin kami lakukan,&amp;rdquo; terangnya.Nunuk menambahkan, jika bangunan dan monumen tersebut dirawat dengan baik maka bisa digunakan sebagai pembelajaran sejarah untuk masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
