<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Karanganyar Ricuh Saat Buka Bersama </title><description>Acara buka puasa bersama di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (21/8/2011) diwarnai kericuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/22/340/494575/ribuan-warga-karanganyar-ricuh-saat-buka-bersama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/22/340/494575/ribuan-warga-karanganyar-ricuh-saat-buka-bersama"/><item><title>Ribuan Warga Karanganyar Ricuh Saat Buka Bersama </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/22/340/494575/ribuan-warga-karanganyar-ricuh-saat-buka-bersama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/22/340/494575/ribuan-warga-karanganyar-ricuh-saat-buka-bersama</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2011 03:38 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/22/340/494575/7mrjwan97a.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/22/340/494575/7mrjwan97a.jpg</image><title></title></images><description>KARANG ANYAR- Acara buka puasa bersama di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (21/8/2011) diwarnai kericuhan. Ribuan warga yang memadati lokasi, saling berebutan makanan yang disediakan oleh pemerintah setempat. Warga yang takut tak kebagian, berusaha mengambil sendiri makanan yang ada di meja-meja stand. Petugas keamanan yang berjaga pun kewalahan, karena jumlah massa yang begitu besar. Sementara warga yang datang belakangan, berusaha merangsek ke depan dan menggencet mereka yang terlanjur berada di depan. Sejumlah anak-anak pun terjepit diantara orang dewasa, saat hendak mengambil makanan.Tak kurang dari 150 stand, disiapkan dalam acara ini. Stand-stand tersebut berisi bermacam makanan dan minuman, yang disediakan oleh dinas-dinas pemerintah, Polres Karanganyar, Kejaksaan Negeri, serta Pengadilan Negeri Karanganyar. Ada yang menyajikan makanan khas buka puasa seperti kolak dan es buah, ada pula yang menawarkan makanan berat. Seperti nasi liwet, gudeg, nasi rames dan makanan lainnya. Meski untuk umum, peserta stand berusaha menampilkan semenarik mungkin sajian-sajian buka bersama tersebut. Pasalnya, hidangan yang disajikan turut dilombakan.Namun jumlah ini tak mencukupi, karena banyak warga yang tak kebagian. Salah satunya adalah Giarsi, warga kelurahan Karanganyar Kota. Giarsi yang datang bersama keluarganya, mengaku kecewa dengan pengaturan yang dilakukan oleh panitia. &amp;ldquo;Seharusnya ada polisi yang menjaga setiap meja, jadi tidak kacau seperti ini. Jadinya saya malah tidak kebagian makanan.&amp;rdquo; Keluhnya. Hal senada juga diungkapkan Minto Sumarto, warga kecamatan Tasikmadu. Minto tak mendapatkan makanan, karena tak berani ikut mengantri. &amp;ldquo;Saya tidak kebagian apa-apa, karena tidak bisa ikut berdesak-desakan. Takut nanti malah tergencet dan pingsan.&amp;rdquo; Ujar nenek berusia 72 tahun ini.Persiapan panitia yang terkesan kurang ini, diakui oleh bupati Karanganyar, Rina Iriani. Rina mengaku konsep acara belum matang, karena waktu yang mepet. Namun Rina berjanji di kesempatan mendatang, pengaturan akan lebih baik, dan lebih tertib agar semua kebagian. &amp;ldquo;Nanti akan jadi bahan evaluasi. Bisa saja tahun depan akan menggunakan kupon, sehingga tidak ada yang tercecer. Untung yang tidak kebagian juga tidak marah.&amp;rdquo; Jelas Rina pada wartawan.</description><content:encoded>KARANG ANYAR- Acara buka puasa bersama di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (21/8/2011) diwarnai kericuhan. Ribuan warga yang memadati lokasi, saling berebutan makanan yang disediakan oleh pemerintah setempat. Warga yang takut tak kebagian, berusaha mengambil sendiri makanan yang ada di meja-meja stand. Petugas keamanan yang berjaga pun kewalahan, karena jumlah massa yang begitu besar. Sementara warga yang datang belakangan, berusaha merangsek ke depan dan menggencet mereka yang terlanjur berada di depan. Sejumlah anak-anak pun terjepit diantara orang dewasa, saat hendak mengambil makanan.Tak kurang dari 150 stand, disiapkan dalam acara ini. Stand-stand tersebut berisi bermacam makanan dan minuman, yang disediakan oleh dinas-dinas pemerintah, Polres Karanganyar, Kejaksaan Negeri, serta Pengadilan Negeri Karanganyar. Ada yang menyajikan makanan khas buka puasa seperti kolak dan es buah, ada pula yang menawarkan makanan berat. Seperti nasi liwet, gudeg, nasi rames dan makanan lainnya. Meski untuk umum, peserta stand berusaha menampilkan semenarik mungkin sajian-sajian buka bersama tersebut. Pasalnya, hidangan yang disajikan turut dilombakan.Namun jumlah ini tak mencukupi, karena banyak warga yang tak kebagian. Salah satunya adalah Giarsi, warga kelurahan Karanganyar Kota. Giarsi yang datang bersama keluarganya, mengaku kecewa dengan pengaturan yang dilakukan oleh panitia. &amp;ldquo;Seharusnya ada polisi yang menjaga setiap meja, jadi tidak kacau seperti ini. Jadinya saya malah tidak kebagian makanan.&amp;rdquo; Keluhnya. Hal senada juga diungkapkan Minto Sumarto, warga kecamatan Tasikmadu. Minto tak mendapatkan makanan, karena tak berani ikut mengantri. &amp;ldquo;Saya tidak kebagian apa-apa, karena tidak bisa ikut berdesak-desakan. Takut nanti malah tergencet dan pingsan.&amp;rdquo; Ujar nenek berusia 72 tahun ini.Persiapan panitia yang terkesan kurang ini, diakui oleh bupati Karanganyar, Rina Iriani. Rina mengaku konsep acara belum matang, karena waktu yang mepet. Namun Rina berjanji di kesempatan mendatang, pengaturan akan lebih baik, dan lebih tertib agar semua kebagian. &amp;ldquo;Nanti akan jadi bahan evaluasi. Bisa saja tahun depan akan menggunakan kupon, sehingga tidak ada yang tercecer. Untung yang tidak kebagian juga tidak marah.&amp;rdquo; Jelas Rina pada wartawan.</content:encoded></item></channel></rss>
