<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Nazaruddin ke Polisi</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menuntaskan kasus  dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan kasus-kasus lain yang  menyeret Muhammad Nazaruddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/24/339/495775/kpk-diminta-telusuri-aliran-dana-nazaruddin-ke-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/08/24/339/495775/kpk-diminta-telusuri-aliran-dana-nazaruddin-ke-polisi"/><item><title>KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Nazaruddin ke Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/08/24/339/495775/kpk-diminta-telusuri-aliran-dana-nazaruddin-ke-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/08/24/339/495775/kpk-diminta-telusuri-aliran-dana-nazaruddin-ke-polisi</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2011 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/24/339/495775/daREzCzh9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhammad Nazaruddin (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/24/339/495775/daREzCzh9C.jpg</image><title>Muhammad Nazaruddin (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan kasus-kasus lain yang menyeret Muhammad Nazaruddin.Dengan diselesaikanya kasus tersebut, KPK bisa langsung menelusuri adanya dugaan aliran dana dari bekas bendahara umum Partai Demokrat ini ke sejumlah perwira tinggi Kepolisian.&quot;Kita berharap KPK menyelesaikan kasus Nazaruddin dan menelusuiri kasus tersebut,&quot; kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/8/2011).Temuan adanya aliran dana ke perwira polisi itu, kata Neta, didapat dari hasil penggeledahan tim KPK di rumah atau kantor Nazaruddin. Neta berharap kasus ini tidak dilokalisir hanya pada pengungkapan kasus yang melibatkan politikus dan di Kementerian saja.&quot;Karena kasus Nazaruddin kan ada yang ke polisi, KPK, DPR, Demokrat dan ke departemen-departemen. Jangan dilokalisir ke politik saja dan terbatas ke Wisma Atlet. Jangan hanya ke situ,&quot; ujarnya.Kasus ini mencuat ketika nama bekas Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi,  tercantum dalam memo pengeluaran uang perusahaan Nazaruddin, bersama nama sejumlah politikus yang sebagian besar disebut terang-terangan oleh Nazaruddin.Memo pengeluaran itu adalah satu dari sejumlah bukti yang disita penyidik KPK ketika menggeledah kantor Nazaruddin, April lalu. Dalam catatan itu, Ito disebut diberi USD50 ribu atau sekira Rp450 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan kasus-kasus lain yang menyeret Muhammad Nazaruddin.Dengan diselesaikanya kasus tersebut, KPK bisa langsung menelusuri adanya dugaan aliran dana dari bekas bendahara umum Partai Demokrat ini ke sejumlah perwira tinggi Kepolisian.&quot;Kita berharap KPK menyelesaikan kasus Nazaruddin dan menelusuiri kasus tersebut,&quot; kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/8/2011).Temuan adanya aliran dana ke perwira polisi itu, kata Neta, didapat dari hasil penggeledahan tim KPK di rumah atau kantor Nazaruddin. Neta berharap kasus ini tidak dilokalisir hanya pada pengungkapan kasus yang melibatkan politikus dan di Kementerian saja.&quot;Karena kasus Nazaruddin kan ada yang ke polisi, KPK, DPR, Demokrat dan ke departemen-departemen. Jangan dilokalisir ke politik saja dan terbatas ke Wisma Atlet. Jangan hanya ke situ,&quot; ujarnya.Kasus ini mencuat ketika nama bekas Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi,  tercantum dalam memo pengeluaran uang perusahaan Nazaruddin, bersama nama sejumlah politikus yang sebagian besar disebut terang-terangan oleh Nazaruddin.Memo pengeluaran itu adalah satu dari sejumlah bukti yang disita penyidik KPK ketika menggeledah kantor Nazaruddin, April lalu. Dalam catatan itu, Ito disebut diberi USD50 ribu atau sekira Rp450 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
