<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Lemah karena Kehilangan Dua Fungsi Utama</title><description>Tindak pidana korupsi menjadi suatu ancaman bagi generasi muda penerus  bangsa ke depan. Pasca era reformasi, upaya pemberantasan korupsi di  negeri ini belum berjalan optimal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/10/339/501062/kpk-lemah-karena-kehilangan-dua-fungsi-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/09/10/339/501062/kpk-lemah-karena-kehilangan-dua-fungsi-utama"/><item><title>KPK Lemah karena Kehilangan Dua Fungsi Utama</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/10/339/501062/kpk-lemah-karena-kehilangan-dua-fungsi-utama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/09/10/339/501062/kpk-lemah-karena-kehilangan-dua-fungsi-utama</guid><pubDate>Sabtu 10 September 2011 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/10/339/501062/JKVHP1mwD8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/10/339/501062/JKVHP1mwD8.jpg</image><title>Ilustrasi </title></images><description>JAKARTA - Tindak pidana korupsi menjadi suatu ancaman bagi generasi muda penerus bangsa ke depan. Pasca era reformasi, upaya pemberantasan korupsi di negeri ini belum berjalan optimal.&quot;Manfaat reformasi belum dirasakan tapi hanya bagi segelintir orang. Reformasi sudah menumbuh suburkan korupsi. Dari Sabang sampai Merauke koruptor sambung menyambung,&quot; ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam acara pertemuan Silaturahmi Aktivis Pro Demokrasi di Hotel Acacia, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2011).Dia menjelaskan, dibutuhkan komitmen kuat dan konsistensi pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Neta juga mengaku kecewa dengan kinerja KPK saat ini yang cenderung melempem. &quot;Fungsi KPK memberantas korupsi belum maksimal. Dua fungsi utama KPK hilang yakni supervisi dan prevensi. KPK hanya menjalankan fungsinya sebagai polisi lalu lintas dan pemadam kebakaran,&quot; katanya.Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh antara lain mantan Ketua KPU Mulyana W Kusumah, anggota Komisi III DPR F-PDIP Trimedya Panjaitan, Neta S Pane (IPW), Ifdhal Kasim (Komnas HAM), advokat Egi Sujana dan tokoh lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tindak pidana korupsi menjadi suatu ancaman bagi generasi muda penerus bangsa ke depan. Pasca era reformasi, upaya pemberantasan korupsi di negeri ini belum berjalan optimal.&quot;Manfaat reformasi belum dirasakan tapi hanya bagi segelintir orang. Reformasi sudah menumbuh suburkan korupsi. Dari Sabang sampai Merauke koruptor sambung menyambung,&quot; ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam acara pertemuan Silaturahmi Aktivis Pro Demokrasi di Hotel Acacia, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2011).Dia menjelaskan, dibutuhkan komitmen kuat dan konsistensi pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Neta juga mengaku kecewa dengan kinerja KPK saat ini yang cenderung melempem. &quot;Fungsi KPK memberantas korupsi belum maksimal. Dua fungsi utama KPK hilang yakni supervisi dan prevensi. KPK hanya menjalankan fungsinya sebagai polisi lalu lintas dan pemadam kebakaran,&quot; katanya.Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh antara lain mantan Ketua KPU Mulyana W Kusumah, anggota Komisi III DPR F-PDIP Trimedya Panjaitan, Neta S Pane (IPW), Ifdhal Kasim (Komnas HAM), advokat Egi Sujana dan tokoh lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
