<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau, Warga Kaki Gunung Salak Antre Air</title><description>Musim kemarau membuat ratusan warga Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang  Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor terpaksa antre untuk  mendapatkan air bersih di salah satu tempat penampungan air milik warga.  Padahal wilayah tersebut&amp;nbsp; berada di kaki Gunung Salak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/12/338/501649/kemarau-warga-kaki-gunung-salak-antre-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/09/12/338/501649/kemarau-warga-kaki-gunung-salak-antre-air"/><item><title>Kemarau, Warga Kaki Gunung Salak Antre Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/12/338/501649/kemarau-warga-kaki-gunung-salak-antre-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/09/12/338/501649/kemarau-warga-kaki-gunung-salak-antre-air</guid><pubDate>Senin 12 September 2011 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Endang Gunawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/12/338/501649/513K9WuxIT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/12/338/501649/513K9WuxIT.jpg</image><title>Ilustrasi </title></images><description>BOGOR - Musim kemarau membuat ratusan warga Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor terpaksa antre untuk mendapatkan air bersih di salah satu tempat penampungan air milik warga. Padahal wilayah tersebut&amp;nbsp; berada di kaki Gunung Salak.Pantauan di lokasi, sambil membawa ember dan jerigen, warga berebut untuk mendapatkan air bersih. Bahkan sebagian warga memukul-mukul ember karena kesal, serta sebagiannya menangis karena sudah tak tahan dengan kekeringan yang melanda. &quot;Iya, ini satu-satunya sumber air&amp;nbsp; di sini. Mana airnya bau lagi,&quot; ujar Halimah, salah seorang ibu yang ikut antre, Senin (12/9/2011)&amp;nbsp;Sementara itu, Kepala Desa Ciherang Udik, Saprudin Jepri mengatakan sejak tiga bulan belakangan ini sumur-sumur warga kering.&amp;nbsp; Warga terpaksa berebut air dilokasi ini untuk mandi mencuci dan buang air. &quot;Namun warga masih sulit untuk mencari air bersih untuk minum karena sumber mata air berasal dari sungai,&quot; kata Kepala Desa Ciherang Pondok Menurut Kades, kekeringan sering terjadi rutin setiap tahun. &quot;Kami akan melaporkan ke pemda. Sebab MCK yang ada juga tak sebanding dengan jumlah banyaknya penduduk 1200 kepala keluarga,&quot; ujarnya.Ia berharap, Pemkab Bogor segera membangun banyak tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di wilayahnya. </description><content:encoded>BOGOR - Musim kemarau membuat ratusan warga Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor terpaksa antre untuk mendapatkan air bersih di salah satu tempat penampungan air milik warga. Padahal wilayah tersebut&amp;nbsp; berada di kaki Gunung Salak.Pantauan di lokasi, sambil membawa ember dan jerigen, warga berebut untuk mendapatkan air bersih. Bahkan sebagian warga memukul-mukul ember karena kesal, serta sebagiannya menangis karena sudah tak tahan dengan kekeringan yang melanda. &quot;Iya, ini satu-satunya sumber air&amp;nbsp; di sini. Mana airnya bau lagi,&quot; ujar Halimah, salah seorang ibu yang ikut antre, Senin (12/9/2011)&amp;nbsp;Sementara itu, Kepala Desa Ciherang Udik, Saprudin Jepri mengatakan sejak tiga bulan belakangan ini sumur-sumur warga kering.&amp;nbsp; Warga terpaksa berebut air dilokasi ini untuk mandi mencuci dan buang air. &quot;Namun warga masih sulit untuk mencari air bersih untuk minum karena sumber mata air berasal dari sungai,&quot; kata Kepala Desa Ciherang Pondok Menurut Kades, kekeringan sering terjadi rutin setiap tahun. &quot;Kami akan melaporkan ke pemda. Sebab MCK yang ada juga tak sebanding dengan jumlah banyaknya penduduk 1200 kepala keluarga,&quot; ujarnya.Ia berharap, Pemkab Bogor segera membangun banyak tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di wilayahnya. </content:encoded></item></channel></rss>
