<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>20.000 Desa Masuk Program Sanitasi   </title><description>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 20.000 desa dapat tercakup  sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pada 2014. Untuk mencapai  tujuan tersebut Kemenkes telah melakukan pendekatan ke daerah, provinsi,  dan kabupaten/kota dengan advokasi, sosialisasi, dan pembangunan  kapasitas daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/25/337/506684/20-000-desa-masuk-program-sanitasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/09/25/337/506684/20-000-desa-masuk-program-sanitasi"/><item><title>20.000 Desa Masuk Program Sanitasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/25/337/506684/20-000-desa-masuk-program-sanitasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/09/25/337/506684/20-000-desa-masuk-program-sanitasi</guid><pubDate>Minggu 25 September 2011 05:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/25/337/506684/eYqzBfqppD.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/25/337/506684/eYqzBfqppD.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 20.000 desa dapat tercakup sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pada 2014. Untuk mencapai tujuan tersebut Kemenkes telah melakukan pendekatan ke daerah, provinsi, dan kabupaten/kota dengan advokasi, sosialisasi, dan pembangunan kapasitas daerah.&amp;ldquo;Sampai saat ini sudah ada sekitar 265 kabupaten/kota yang ikut program STBM,&amp;rdquo; kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tjandra Yoga kemarin. Dalam keterangan tertulisnya, Tjandra mengaku pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk pembentukan fasilitator, biasanya berupa sanitarian puskesmas, penentuan tokoh masyarakat yang berminat di bidang STBM, dan dilakukan kegiatan untuk memicu daerah.Sejauh ini sudah ada 11.000 desa yang ikut program STBM. Sebanyak 65 orang ahli sanitasi dari 7 negara beberapa waktu yang lalu mengikuti Regional Learning Exchange Workshop on Rural Sanitation. Mereka melakukan kunjungan lapangan ke 5 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Indonesia dipilih sebagai tempat studi banding karena cukup baiknya proyek sanitasi perdesaan di Indonesia. Sanitasi perdesaan (rural sanitation) merupakan upaya promosi dan prevensi penting dalam kesehatan masyarakat. Keberhasilan sanitasi perdesaan akan berdampak utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) poin ketujuh. Pertukaran pengalaman antarnegara amat baik untuk sama-sama belajar meningkatkan hasil kerja di bidang sanitasi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 20.000 desa dapat tercakup sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pada 2014. Untuk mencapai tujuan tersebut Kemenkes telah melakukan pendekatan ke daerah, provinsi, dan kabupaten/kota dengan advokasi, sosialisasi, dan pembangunan kapasitas daerah.&amp;ldquo;Sampai saat ini sudah ada sekitar 265 kabupaten/kota yang ikut program STBM,&amp;rdquo; kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tjandra Yoga kemarin. Dalam keterangan tertulisnya, Tjandra mengaku pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk pembentukan fasilitator, biasanya berupa sanitarian puskesmas, penentuan tokoh masyarakat yang berminat di bidang STBM, dan dilakukan kegiatan untuk memicu daerah.Sejauh ini sudah ada 11.000 desa yang ikut program STBM. Sebanyak 65 orang ahli sanitasi dari 7 negara beberapa waktu yang lalu mengikuti Regional Learning Exchange Workshop on Rural Sanitation. Mereka melakukan kunjungan lapangan ke 5 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Indonesia dipilih sebagai tempat studi banding karena cukup baiknya proyek sanitasi perdesaan di Indonesia. Sanitasi perdesaan (rural sanitation) merupakan upaya promosi dan prevensi penting dalam kesehatan masyarakat. Keberhasilan sanitasi perdesaan akan berdampak utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) poin ketujuh. Pertukaran pengalaman antarnegara amat baik untuk sama-sama belajar meningkatkan hasil kerja di bidang sanitasi.</content:encoded></item></channel></rss>
