<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PB PMII Menilai Peran Agamawan Kian Melenceng</title><description>Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII)  mengkritisi semakin minim dan melencengnya peran agamawan dewasa ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/30/337/509331/pb-pmii-menilai-peran-agamawan-kian-melenceng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/09/30/337/509331/pb-pmii-menilai-peran-agamawan-kian-melenceng"/><item><title>PB PMII Menilai Peran Agamawan Kian Melenceng</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/09/30/337/509331/pb-pmii-menilai-peran-agamawan-kian-melenceng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/09/30/337/509331/pb-pmii-menilai-peran-agamawan-kian-melenceng</guid><pubDate>Jum'at 30 September 2011 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Afrilianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/30/337/509331/RWM0IATT44.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/30/337/509331/RWM0IATT44.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengkritisi semakin minim dan melencengnya peran agamawan dewasa ini.
&amp;nbsp;
Di saat demokrasi bergerak tanpa arah dan praktik korupsi melebar, agamawan dipandang justru ikut terseret dalam situasi terkait.
&amp;nbsp;
&quot;Misal ketika marak Pemilukada, agamawan malah jadi juru kampanye atau jadi calon,&quot; kata Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin dalam seminar nasional yang berlangsung di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (30/9/2011).
&amp;nbsp;
Addin berpendapat, agamawan semestinya menjalankan perannya sebagai jembatan moral, yang artinya ada di posisi netral.
&amp;nbsp;
Utamanya, dalam kondisi dimana suara-suara dari berbagai pihak yang menyuarakan ajakan kebenaran tak lagi mau didengar. &quot;Idealnya agamawan mengayomi umat, tidak terlibat satu dua kelompok,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengkritisi semakin minim dan melencengnya peran agamawan dewasa ini.
&amp;nbsp;
Di saat demokrasi bergerak tanpa arah dan praktik korupsi melebar, agamawan dipandang justru ikut terseret dalam situasi terkait.
&amp;nbsp;
&quot;Misal ketika marak Pemilukada, agamawan malah jadi juru kampanye atau jadi calon,&quot; kata Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin dalam seminar nasional yang berlangsung di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (30/9/2011).
&amp;nbsp;
Addin berpendapat, agamawan semestinya menjalankan perannya sebagai jembatan moral, yang artinya ada di posisi netral.
&amp;nbsp;
Utamanya, dalam kondisi dimana suara-suara dari berbagai pihak yang menyuarakan ajakan kebenaran tak lagi mau didengar. &quot;Idealnya agamawan mengayomi umat, tidak terlibat satu dua kelompok,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
