<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa G30S, Jangan Ada Lagi Dendam </title><description>Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, anak dari Almarhum Jenderal Sutoyo,  mengatakan dirinya sudah mulai melupakan kebiadaban PKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/01/339/509374/peristiwa-g30s-jangan-ada-lagi-dendam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/01/339/509374/peristiwa-g30s-jangan-ada-lagi-dendam"/><item><title>Peristiwa G30S, Jangan Ada Lagi Dendam </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/01/339/509374/peristiwa-g30s-jangan-ada-lagi-dendam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/01/339/509374/peristiwa-g30s-jangan-ada-lagi-dendam</guid><pubDate>Sabtu 01 Oktober 2011 02:23 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/01/339/509374/7w4uG4K8Hh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Monumen Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/01/339/509374/7w4uG4K8Hh.jpg</image><title>Monumen Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menjelaskan peristiwa G 30 S PKI tidak terjadi jika buruh dan petani tidak dipersenjatai.&quot;Tugas sudah jelas, buruh dan tani untuk bekerja dan bertani, sementara tentara yang dipersenjatai untuk bela negara,&quot;ujarnya saat ditemui dalam acara doa dan tahlil, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2011).Menurut Pramono salah satu korban keganasan G 30 S PKI yaitu Jenderal Ahmad Yani merupakan seorang jenderal yang hebat. Beliau merupakan salah satu yang paling konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa.&quot;Walaupun saya tidak terlalu mengenalnya, namun yang saya baca dari litertur dan cerita ayah saya, beliau merupakan jenderal sejati,&quot;paparnya.Lain halnya dengan Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, anak dari Almarhum Jenderal Sutoyo, mengatakan dirinya sudah mulai melupakan kebiadaban PKI. &quot;Sejarah tidak bisa dilupakan, tapi sebagai generasi penerus saya harus melupakan untuk kemajuan bangsa,&quot; paparnya.Kebiadaban PKI memang telah melukai banyak orang, namun&amp;nbsp; Agus menyebut anak-anak dari mantan PKI juga ikut merasakan beban psikologis dari lingkungan sosial yang kerap memberi cap negatif.&quot;Kita memahami penderitaan anak-anak yang orang tuanya dituduh PKI, tapi kita sudah saling memaafkan, benci dan dendam sudah dilupakan,&quot; tambahnya.Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, TNI Angkatan Darat mengadakan doa dan tahlil bagi korban G 30 S PKI, di Monumen Pancasila Sakti.Acara ini dihadiri para pejabat di lingkungan TNI AD, antara lain Komandan Staf Angkatan Darat (Kasad), Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Danjen Kopasus, dan Pangdam Jaya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menjelaskan peristiwa G 30 S PKI tidak terjadi jika buruh dan petani tidak dipersenjatai.&quot;Tugas sudah jelas, buruh dan tani untuk bekerja dan bertani, sementara tentara yang dipersenjatai untuk bela negara,&quot;ujarnya saat ditemui dalam acara doa dan tahlil, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2011).Menurut Pramono salah satu korban keganasan G 30 S PKI yaitu Jenderal Ahmad Yani merupakan seorang jenderal yang hebat. Beliau merupakan salah satu yang paling konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa.&quot;Walaupun saya tidak terlalu mengenalnya, namun yang saya baca dari litertur dan cerita ayah saya, beliau merupakan jenderal sejati,&quot;paparnya.Lain halnya dengan Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, anak dari Almarhum Jenderal Sutoyo, mengatakan dirinya sudah mulai melupakan kebiadaban PKI. &quot;Sejarah tidak bisa dilupakan, tapi sebagai generasi penerus saya harus melupakan untuk kemajuan bangsa,&quot; paparnya.Kebiadaban PKI memang telah melukai banyak orang, namun&amp;nbsp; Agus menyebut anak-anak dari mantan PKI juga ikut merasakan beban psikologis dari lingkungan sosial yang kerap memberi cap negatif.&quot;Kita memahami penderitaan anak-anak yang orang tuanya dituduh PKI, tapi kita sudah saling memaafkan, benci dan dendam sudah dilupakan,&quot; tambahnya.Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, TNI Angkatan Darat mengadakan doa dan tahlil bagi korban G 30 S PKI, di Monumen Pancasila Sakti.Acara ini dihadiri para pejabat di lingkungan TNI AD, antara lain Komandan Staf Angkatan Darat (Kasad), Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Danjen Kopasus, dan Pangdam Jaya.</content:encoded></item></channel></rss>
