<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buron Teroris Lazim Sembunyi di Tempat Terang</title><description>Menurut Al Chaidar sudah lazim anggota kelompok radikal  terutama yang menjadi buruan polisi, membaurkan diri di masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/04/337/510373/buron-teroris-lazim-sembunyi-di-tempat-terang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/04/337/510373/buron-teroris-lazim-sembunyi-di-tempat-terang"/><item><title>Buron Teroris Lazim Sembunyi di Tempat Terang</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/04/337/510373/buron-teroris-lazim-sembunyi-di-tempat-terang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/04/337/510373/buron-teroris-lazim-sembunyi-di-tempat-terang</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2011 09:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/04/337/510373/ymtCRaLdSh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/04/337/510373/ymtCRaLdSh.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tertangkapnya buron teroris bom Cirebon, Beni Asri (26) pada Jumat pekan lalu di Nagari Koto Sani, Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, layak menjadi bahan pembelajaran.
&amp;nbsp;
Betapa tidak, meski sudah menjadi buronan Densus 88 sejak April lalu, Beni praktis beraktivitas seperti biasa. Hampir saban hari dia berjualan sayur di Pasar Solok. Saat tertangkap pun dia tengah dalam perjalanan menuju masjid untuk menjalankan ibadah salat Jumat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu namanya bersembunyi di tempat terang,&amp;rdquo; ujar pengamat terorisme Al Chaidar kepada okezone di Jakarta, Selasa (4/10/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Al Chaidar sudah menjadi kelaziman anggota kelompok radikal terutama yang menjadi buruan polisi, membaurkan diri di masyarakat. Sehingga gerakannya tersamarkan dan identitasnya pun aman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tidak bersembunyi, mereka beraktivitas seperti biasa, hanya mengubah penampilan dan memutuskan jaringan dengan kawan-kawan atau saudara. Mereka tidak akan membuat kegiatan atau tindakan yang mencolok, yang menimbulkan tanda tanya,&amp;rdquo; urainya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tertangkapnya buron teroris bom Cirebon, Beni Asri (26) pada Jumat pekan lalu di Nagari Koto Sani, Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, layak menjadi bahan pembelajaran.
&amp;nbsp;
Betapa tidak, meski sudah menjadi buronan Densus 88 sejak April lalu, Beni praktis beraktivitas seperti biasa. Hampir saban hari dia berjualan sayur di Pasar Solok. Saat tertangkap pun dia tengah dalam perjalanan menuju masjid untuk menjalankan ibadah salat Jumat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu namanya bersembunyi di tempat terang,&amp;rdquo; ujar pengamat terorisme Al Chaidar kepada okezone di Jakarta, Selasa (4/10/2011).
&amp;nbsp;
Menurut Al Chaidar sudah menjadi kelaziman anggota kelompok radikal terutama yang menjadi buruan polisi, membaurkan diri di masyarakat. Sehingga gerakannya tersamarkan dan identitasnya pun aman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tidak bersembunyi, mereka beraktivitas seperti biasa, hanya mengubah penampilan dan memutuskan jaringan dengan kawan-kawan atau saudara. Mereka tidak akan membuat kegiatan atau tindakan yang mencolok, yang menimbulkan tanda tanya,&amp;rdquo; urainya.</content:encoded></item></channel></rss>
