<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inilah Modus Penjualan ABG di Surabaya</title><description>Biasanya modus traficking menggunakan komukasi melalui telepon seluler,  namun tidak bagi Asmuri (28), tinggal di Tambak Wedi, Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/06/340/511851/inilah-modus-penjualan-abg-di-surabaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/06/340/511851/inilah-modus-penjualan-abg-di-surabaya"/><item><title>Inilah Modus Penjualan ABG di Surabaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/06/340/511851/inilah-modus-penjualan-abg-di-surabaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/06/340/511851/inilah-modus-penjualan-abg-di-surabaya</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2011 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/06/340/511851/5PtbZs6eIq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/06/340/511851/5PtbZs6eIq.jpg</image><title>ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone)</title></images><description>SURABAYA- Biasanya modus traficking menggunakan komukasi melalui telepon seluler, namun tidak bagi Asmuri (28), tinggal di Tambak Wedi, Surabaya.Pria yang berprofesi sebagai pedagang aksesorie hape ini, menggunakan modus bertemu dulu dengan 'Konsumen' untuk menawarkan 'Daun Muda&amp;rsquo;-nya.Informasi bahwa Asmuri mampu menyediakan cewek ini memang tersebar dari mulut ke mulut. Namun untuk melepaskan gadis sebut saja Mita (17) itu, pria asal Longeleh, Kampung Babeleh, Sampang, Madura, itu terkesan berhati-hati. &quot;Ketika itu ada teman tersangka yang memintanya untuk mencarikan cewek. Nah Asmuri langsung tanggap dan mematoknya dengan harga Rp300 ribu untuk sekali kencan,&quot; kata Kanit Jatanum (Kejahatan Umum) Satreskrim Polrestabes Surabaya, IPTU Yunus Saputra di Surabaya, Kamis (6/10/2011).Setelah bertemu, si pemesan melakukan kontak melalui seluler selama 1 minggu. Akhirnya Mita, Asmuri, dan konsumenya ini bertemu di Jalan Pogot, Surabaya. Dari pertemuan itu disepakati harga Rp250 ribu untuk sekali kencan. Setelah sepakat, Mita dibawa ke hotel dan&amp;nbsp; Asmuri langsung pulang. &quot;Dari Rp250 itu Asmuri mendapatkan bagian 30 persen,&quot; katanya. Hingga akhirnya, korps berseragam coklat inipun mengendus aksi pelacuran di bawah umur itu dan menciduk Asmuri.Sementara salah satu sumber yang berhasil ditemui Okezone menyebut, bahwa Mita itu memang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di warung kopi kawasan Tambak Wedi itu.&quot;Si cewek itu memang Balon (sebutan pelacur di Surabaya). Dia biasanya mangkal di sekitar warung kopi kawasan Tambak wedi,&quot; kata sumber tersebut yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.Meski demikian, Polisi tetap menjerat Asmuri dengan Undang-Undang No 23/2002 tentang perlindungan anak.</description><content:encoded>SURABAYA- Biasanya modus traficking menggunakan komukasi melalui telepon seluler, namun tidak bagi Asmuri (28), tinggal di Tambak Wedi, Surabaya.Pria yang berprofesi sebagai pedagang aksesorie hape ini, menggunakan modus bertemu dulu dengan 'Konsumen' untuk menawarkan 'Daun Muda&amp;rsquo;-nya.Informasi bahwa Asmuri mampu menyediakan cewek ini memang tersebar dari mulut ke mulut. Namun untuk melepaskan gadis sebut saja Mita (17) itu, pria asal Longeleh, Kampung Babeleh, Sampang, Madura, itu terkesan berhati-hati. &quot;Ketika itu ada teman tersangka yang memintanya untuk mencarikan cewek. Nah Asmuri langsung tanggap dan mematoknya dengan harga Rp300 ribu untuk sekali kencan,&quot; kata Kanit Jatanum (Kejahatan Umum) Satreskrim Polrestabes Surabaya, IPTU Yunus Saputra di Surabaya, Kamis (6/10/2011).Setelah bertemu, si pemesan melakukan kontak melalui seluler selama 1 minggu. Akhirnya Mita, Asmuri, dan konsumenya ini bertemu di Jalan Pogot, Surabaya. Dari pertemuan itu disepakati harga Rp250 ribu untuk sekali kencan. Setelah sepakat, Mita dibawa ke hotel dan&amp;nbsp; Asmuri langsung pulang. &quot;Dari Rp250 itu Asmuri mendapatkan bagian 30 persen,&quot; katanya. Hingga akhirnya, korps berseragam coklat inipun mengendus aksi pelacuran di bawah umur itu dan menciduk Asmuri.Sementara salah satu sumber yang berhasil ditemui Okezone menyebut, bahwa Mita itu memang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di warung kopi kawasan Tambak Wedi itu.&quot;Si cewek itu memang Balon (sebutan pelacur di Surabaya). Dia biasanya mangkal di sekitar warung kopi kawasan Tambak wedi,&quot; kata sumber tersebut yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.Meski demikian, Polisi tetap menjerat Asmuri dengan Undang-Undang No 23/2002 tentang perlindungan anak.</content:encoded></item></channel></rss>
