<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD: Denny Indrayana Masih Idealis</title><description>Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memuji Staf Khusus Presiden  bidang Hukum Denny Indrayana yang dinilai masih memiliki idealisme meski  kini berada di lingkaran kekuasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/07/339/512221/mahfud-md-denny-indrayana-masih-idealis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/07/339/512221/mahfud-md-denny-indrayana-masih-idealis"/><item><title>Mahfud MD: Denny Indrayana Masih Idealis</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/07/339/512221/mahfud-md-denny-indrayana-masih-idealis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/07/339/512221/mahfud-md-denny-indrayana-masih-idealis</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2011 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Afrilianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/07/339/512221/iWMnJHSgwl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/07/339/512221/iWMnJHSgwl.jpg</image><title>Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memuji Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana yang dinilai masih memiliki idealisme meski kini berada di lingkaran kekuasan.&amp;ldquo;Denny meski dekat kekuasaan, masih gencar memberantas korupsi menegakkan demokrasi, mengkritik orang-orang di kekuasaan. Dia membuat kritik yang tidak umum,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam peluncuran buku &amp;ldquo;Indonesia Optimis&amp;rdquo; karya Denny Idrayana, di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).Guru besar hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga mengaku salut dengan Denny yang kerap berbeda pendapat dengan atasanya maupun koleganya di Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.&amp;ldquo;Saya enggak pernah lihat orang mengkritik atasannya, di satu lingkungannya.  Bahkan di Satgas pemberantasan mafia hukum, dia berani berbeda pendapat tentang rekening gendut atau unsur polisi,&amp;rdquo;ujarnya.Alhasil, kata Mahfud, Denny hanya mengubah gaya namun tetap tidak melenceng dari idealisme. Diketahui, sebelum masuk Istana, Denny adalah Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM).  &amp;ldquo;Saya katakan, jangan menukar posisi dengan idealisme, ketika Denny tanya (saya) ketika mau masuk istana,&amp;rdquo; jelas dia.Mahfud pun bersyukur, Denny tidak termasuk banyak aktivis yang dulunya giat meneriakkan pemberantasan korupsi, namun sekarang banyak yang justru dipanggil KPK dalam kasus koruspi.&amp;ldquo;Sekarang orang yang otoriter lebih dari 500, petakilan (nakal), jadi rampok semua, merasa paling benar. Saling melindungi sekaligus saling sandra. Kita  harus sadar apa dulu yang kita perjuangkan tahun 1998, malu pada Pak Harto dan pengikutnya kalau sekarang kita jauh lebih brengsek,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memuji Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana yang dinilai masih memiliki idealisme meski kini berada di lingkaran kekuasan.&amp;ldquo;Denny meski dekat kekuasaan, masih gencar memberantas korupsi menegakkan demokrasi, mengkritik orang-orang di kekuasaan. Dia membuat kritik yang tidak umum,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam peluncuran buku &amp;ldquo;Indonesia Optimis&amp;rdquo; karya Denny Idrayana, di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).Guru besar hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga mengaku salut dengan Denny yang kerap berbeda pendapat dengan atasanya maupun koleganya di Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.&amp;ldquo;Saya enggak pernah lihat orang mengkritik atasannya, di satu lingkungannya.  Bahkan di Satgas pemberantasan mafia hukum, dia berani berbeda pendapat tentang rekening gendut atau unsur polisi,&amp;rdquo;ujarnya.Alhasil, kata Mahfud, Denny hanya mengubah gaya namun tetap tidak melenceng dari idealisme. Diketahui, sebelum masuk Istana, Denny adalah Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM).  &amp;ldquo;Saya katakan, jangan menukar posisi dengan idealisme, ketika Denny tanya (saya) ketika mau masuk istana,&amp;rdquo; jelas dia.Mahfud pun bersyukur, Denny tidak termasuk banyak aktivis yang dulunya giat meneriakkan pemberantasan korupsi, namun sekarang banyak yang justru dipanggil KPK dalam kasus koruspi.&amp;ldquo;Sekarang orang yang otoriter lebih dari 500, petakilan (nakal), jadi rampok semua, merasa paling benar. Saling melindungi sekaligus saling sandra. Kita  harus sadar apa dulu yang kita perjuangkan tahun 1998, malu pada Pak Harto dan pengikutnya kalau sekarang kita jauh lebih brengsek,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
