<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Tolak Pemulangan 2 Bocah Tewas Flu Burung</title><description>Dua bocah yang tewas akibat virus flu burung untuk sementara terpaksa  dititipkan di rumah sakit, sebab warga di kampungnya di Kabupaten  Bangli, Bali, menolak pemulangan mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/10/340/513188/warga-tolak-pemulangan-2-bocah-tewas-flu-burung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/10/340/513188/warga-tolak-pemulangan-2-bocah-tewas-flu-burung"/><item><title>Warga Tolak Pemulangan 2 Bocah Tewas Flu Burung</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/10/340/513188/warga-tolak-pemulangan-2-bocah-tewas-flu-burung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/10/340/513188/warga-tolak-pemulangan-2-bocah-tewas-flu-burung</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2011 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/10/340/513188/E9AlU4uVsh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Agung/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/10/340/513188/E9AlU4uVsh.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Agung/okezone)</title></images><description>DENPASAR- Dua bocah yang tewas akibat virus flu burung untuk sementara terpaksa dititipkan di rumah sakit, sebab warga di kampungnya di Kabupaten Bangli, Bali, menolak pemulangan mereka.Sebenarnya secara medis, pasien korban flu burung harus secepatnya dilakukan kremasi dan tidak boleh ditunda proses pemakamannya. Ini dilakukan agar virus flu burung tidak menyebar.Direktur Umum dan Operasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, dr Elzarita Arbain, mengatakan kedua pasien KRA (5) dan WA (10) urung dibawa pulang keluarganya.&quot;Di kampungnya tengah menggelar upacara adat, sehingga tidak diperkenankan kedua jenazah dibawa pulang sekarang,&quot; ujar Elzarita saat jumpa pers di kantornya, Senin (10/10/2011).Keterangan dari pihak warga banjar di Desa Jehem Kecamatan Tembuku diketahui, jasad kedua korban baru diperbolehkan dibawa pulang sekira satu minggu lagi.Oleh karenanya untuk sementara jasad kakak beradik dititipkan sementara di ruang isolasi kamar jenazah rumah sakit. Kremasi diyakini bertujuan untuk secepatnya memutus mata rantai penyebaran penyakit flu burung agar tidak menular ke orang di sekitarnya.Pada kesempatan berbeda, pihak rumah sakit meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus flu burung atau H5N1.&quot;Kami berharap tempat-tempat yang berpotensi menularkan penyakit mematikan itu seperti di sentra pasar atau unggas yang sakit perlu diwaspadai,&quot; imbuh Sekretaris Tim Penanganan Penyakit Menular RSUP Sanglah, dr IBG Ken Wirasandi.Seperti diketahui setelah tiga hari dirawat di 2 bocah berinisial KRA (5) dan WA (10) asal Kabupaten Bangli yang masuk ke rumah sakit Jumat 7 Oktober, akhirnya tewas akibat serangan virus flu burung.Kedua kakak beradik itu tiba pada Jumat 7 Oktober dan akhirnya meninggal secara berurutan pada Minggu malam. KRA yang duduk di Taman Kanak Kanak meninggal dunia pukul 20.20 Wita, sedangkan kakaknya WA siswa kelas 5 SD&amp;nbsp; akhirnya meninggal pukul 24.00 Wita.</description><content:encoded>DENPASAR- Dua bocah yang tewas akibat virus flu burung untuk sementara terpaksa dititipkan di rumah sakit, sebab warga di kampungnya di Kabupaten Bangli, Bali, menolak pemulangan mereka.Sebenarnya secara medis, pasien korban flu burung harus secepatnya dilakukan kremasi dan tidak boleh ditunda proses pemakamannya. Ini dilakukan agar virus flu burung tidak menyebar.Direktur Umum dan Operasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, dr Elzarita Arbain, mengatakan kedua pasien KRA (5) dan WA (10) urung dibawa pulang keluarganya.&quot;Di kampungnya tengah menggelar upacara adat, sehingga tidak diperkenankan kedua jenazah dibawa pulang sekarang,&quot; ujar Elzarita saat jumpa pers di kantornya, Senin (10/10/2011).Keterangan dari pihak warga banjar di Desa Jehem Kecamatan Tembuku diketahui, jasad kedua korban baru diperbolehkan dibawa pulang sekira satu minggu lagi.Oleh karenanya untuk sementara jasad kakak beradik dititipkan sementara di ruang isolasi kamar jenazah rumah sakit. Kremasi diyakini bertujuan untuk secepatnya memutus mata rantai penyebaran penyakit flu burung agar tidak menular ke orang di sekitarnya.Pada kesempatan berbeda, pihak rumah sakit meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus flu burung atau H5N1.&quot;Kami berharap tempat-tempat yang berpotensi menularkan penyakit mematikan itu seperti di sentra pasar atau unggas yang sakit perlu diwaspadai,&quot; imbuh Sekretaris Tim Penanganan Penyakit Menular RSUP Sanglah, dr IBG Ken Wirasandi.Seperti diketahui setelah tiga hari dirawat di 2 bocah berinisial KRA (5) dan WA (10) asal Kabupaten Bangli yang masuk ke rumah sakit Jumat 7 Oktober, akhirnya tewas akibat serangan virus flu burung.Kedua kakak beradik itu tiba pada Jumat 7 Oktober dan akhirnya meninggal secara berurutan pada Minggu malam. KRA yang duduk di Taman Kanak Kanak meninggal dunia pukul 20.20 Wita, sedangkan kakaknya WA siswa kelas 5 SD&amp;nbsp; akhirnya meninggal pukul 24.00 Wita.</content:encoded></item></channel></rss>
