<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Difteri, Pemprov Jatim Gelontorkan Rp8 Miliar</title><description>Pemprov Jatim menggelontorkan dana Rp8 miliar untuk pengadaan puluhan ribu vaksin difteri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514285/atasi-difteri-pemprov-jatim-gelontorkan-rp8-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514285/atasi-difteri-pemprov-jatim-gelontorkan-rp8-miliar"/><item><title>Atasi Difteri, Pemprov Jatim Gelontorkan Rp8 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514285/atasi-difteri-pemprov-jatim-gelontorkan-rp8-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514285/atasi-difteri-pemprov-jatim-gelontorkan-rp8-miliar</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2011 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/12/340/514285/r8YeveuB80.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dtapvaccine.org)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/12/340/514285/r8YeveuB80.jpg</image><title>Ilustrasi (dtapvaccine.org)</title></images><description>SURABAYA - Setelah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) difteri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelontorkan dana sebesar Rp8 milliar.Dana tersebut digunakan untuk menyediakan 40 ribu vaksin. Meski demikian dana tersebut dinilai masih kurang. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, pemprov sudah dijanjikan tambahan dana dari Kementerian Kesehatan hingga mencukupi untuk penyediaan vaksin.&amp;ldquo;Kita sudah dijanjikan oleh Kemenkes untuk penambahan dana,&amp;rdquo; kata Soekarwo kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim Ke-66 di Surabaya, Rabu (12/10/2011).Pria yang akrab disapa Pak Dhe Karwo ini juga menilai, terlalu dini menetapkan KLB jika berpatokan pada 11 penderita yang meninggal. Meski demikian dia berharap penetapan KLB ini dapat menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.&amp;ldquo;Karena satu-satunya cara untuk mengatasi wabah ini adalah dengan imunisasi,&amp;rdquo; pungkasnya.Menurut data Pemprov Jatim, hingga hari ini sudah 333 warga menderita penyakit penyakit radang selaput lendiri pada hulu kerongkongan ini. Meski demikian sebagian besar penderita sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Selain di rumah sakit daerah, sebagian penderita dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.</description><content:encoded>SURABAYA - Setelah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) difteri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelontorkan dana sebesar Rp8 milliar.Dana tersebut digunakan untuk menyediakan 40 ribu vaksin. Meski demikian dana tersebut dinilai masih kurang. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, pemprov sudah dijanjikan tambahan dana dari Kementerian Kesehatan hingga mencukupi untuk penyediaan vaksin.&amp;ldquo;Kita sudah dijanjikan oleh Kemenkes untuk penambahan dana,&amp;rdquo; kata Soekarwo kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim Ke-66 di Surabaya, Rabu (12/10/2011).Pria yang akrab disapa Pak Dhe Karwo ini juga menilai, terlalu dini menetapkan KLB jika berpatokan pada 11 penderita yang meninggal. Meski demikian dia berharap penetapan KLB ini dapat menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.&amp;ldquo;Karena satu-satunya cara untuk mengatasi wabah ini adalah dengan imunisasi,&amp;rdquo; pungkasnya.Menurut data Pemprov Jatim, hingga hari ini sudah 333 warga menderita penyakit penyakit radang selaput lendiri pada hulu kerongkongan ini. Meski demikian sebagian besar penderita sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Selain di rumah sakit daerah, sebagian penderita dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
