<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Camar Bulan, Pemerintah Dinilai Gampangin Masalah</title><description>Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti  menilai respon pemerintah terlalu menggampangkan masalah terkait kasus  Dusun Camar Bulan yang diklaim oleh Malaysia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514402/soal-camar-bulan-pemerintah-dinilai-gampangin-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514402/soal-camar-bulan-pemerintah-dinilai-gampangin-masalah"/><item><title>Soal Camar Bulan, Pemerintah Dinilai Gampangin Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514402/soal-camar-bulan-pemerintah-dinilai-gampangin-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/12/340/514402/soal-camar-bulan-pemerintah-dinilai-gampangin-masalah</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2011 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/12/340/514402/u80goKCElz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peta Camar Bulan (Foto: ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/12/340/514402/u80goKCElz.jpg</image><title>Peta Camar Bulan (Foto: ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai respon pemerintah terlalu menggampangkan masalah terkait kasus Dusun Camar Bulan yang diklaim oleh Malaysia.&quot;Sudah jelas Pemprov Kalimantan Barat dan Komisi I mempunyai data kalau patok batas Malaysia masuk ke wilayah Indonesia,&quot; ujar Ray saat ditemui okezone di Jakarta, Rabu (12/10/2011).Menurut Ray penjelasan Menko Polhukam patok perbatasan hilang karena adanya abrasi harus dipertanggung jawabkan dengan data yang jelas.&quot;Patok yang terkena abrasi itu sebelah mana dan dimana, semuanya harus jelas,&quot; paparnya.Seharusnya masalah perbatasan ini, lanjut Ray pemerintah harus bertindak cepat dan tegas dalam menanganinya.&quot;Jangan sampai ada wilayah Indonesia yang hilang lagi,&quot; tutur Ray.Menanggapi tentang adanya sebagian warga perbatasan yang menjual tanah ke pihak Malaysia, Ray menjelaskan harus adanya regulasi yang jelas terkait penjualan tanah diperbatasan.&quot;Boleh orang asing membeli tanah diperbatasan, namun tetap saja wilayah tersebut masuk wilayah Indonesia, regulasi mengenai itu sampai sekarang belum ada,&quot; pungkasnya. (sus) </description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai respon pemerintah terlalu menggampangkan masalah terkait kasus Dusun Camar Bulan yang diklaim oleh Malaysia.&quot;Sudah jelas Pemprov Kalimantan Barat dan Komisi I mempunyai data kalau patok batas Malaysia masuk ke wilayah Indonesia,&quot; ujar Ray saat ditemui okezone di Jakarta, Rabu (12/10/2011).Menurut Ray penjelasan Menko Polhukam patok perbatasan hilang karena adanya abrasi harus dipertanggung jawabkan dengan data yang jelas.&quot;Patok yang terkena abrasi itu sebelah mana dan dimana, semuanya harus jelas,&quot; paparnya.Seharusnya masalah perbatasan ini, lanjut Ray pemerintah harus bertindak cepat dan tegas dalam menanganinya.&quot;Jangan sampai ada wilayah Indonesia yang hilang lagi,&quot; tutur Ray.Menanggapi tentang adanya sebagian warga perbatasan yang menjual tanah ke pihak Malaysia, Ray menjelaskan harus adanya regulasi yang jelas terkait penjualan tanah diperbatasan.&quot;Boleh orang asing membeli tanah diperbatasan, namun tetap saja wilayah tersebut masuk wilayah Indonesia, regulasi mengenai itu sampai sekarang belum ada,&quot; pungkasnya. (sus) </content:encoded></item></channel></rss>
