<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persoalan Camar Bulan Murni Urusan Pemerintah Pusat</title><description>Malaysia dikabarkan melakukan pencaplokan tanah seluas 14 ribu hektar di  Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas  Provinsi Kalimantan Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/13/340/514997/persoalan-camar-bulan-murni-urusan-pemerintah-pusat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/10/13/340/514997/persoalan-camar-bulan-murni-urusan-pemerintah-pusat"/><item><title>Persoalan Camar Bulan Murni Urusan Pemerintah Pusat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/10/13/340/514997/persoalan-camar-bulan-murni-urusan-pemerintah-pusat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/10/13/340/514997/persoalan-camar-bulan-murni-urusan-pemerintah-pusat</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2011 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/13/340/514997/CcGgxu7Py0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/13/340/514997/CcGgxu7Py0.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>PONTIANAK - Malaysia dikabarkan melakukan pencaplokan tanah seluas 14 ribu hektar di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Banyak pihak menilai, tindakan semena-mena negeri jiran itu disebabkan akibat Pemprov Kalbar tidak serius mengelola daerahnya. Menanggapi hal tersebut, Plh Sekda Kalbar, Kartius menegaskan, persoalan mengenai batas patok wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat. &amp;ldquo;Termasuk batas patok yang ada di Dusun Camar Bulan yang saat ini sedang diributkan, karena menyangkut dengan perbatasan dan wilayah Negara lain, maka kewenangan ada di pusat,&amp;rdquo; tegas Kartius saat membuka acara panen jagung di Kabupaten Rasau, Kalbar, Kamis (13/10/2011)Menurutnya, tak hanya permasalahan Camar Bulan, tetapi banyak persoalan masyarakat di perbatasan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat terutama dalam memberikan kebijakan pembangunan yang sangat diperlukan di wilayah perbatasan. &amp;ldquo;Kami Pemprov Kalbar sudah memberikan perhatian kepada pemerintah pusat terkait pembangunan jalan, sekolah dan sebagainya. Namun mengenai batas patol, kewenangan pusat bukan kewenangan Pemprov Kalbar,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu anggota DPRD Kalbar, Tony Kurniadi menerangkan, Pemprov Kalbar harus mempertahankan Camar Bulan, bagaimanapun caranya. &amp;ldquo;Mempertahankan keutuhan negara merupakan kewajiban pemerintah, dan Kalbar harus mempertahankan Camar Bulan,&amp;rdquo; tegas legislator Kabupaten Sambas ini.Dia pun mempertanyakan mengapa batas patok di wilayah tersebut sampai&amp;nbsp; bisa bergeser. &amp;ldquo;Saya juga heran kok bisa-bisanya bergeser. Lama-lama bisa habis pulau dicaplok,&amp;rdquo; cetusnya.Indonesia lanjut dia, harus segera mengambil langkah proaktif, selain juga harus bisa menunjukkan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia, khususnya di mata dunia, terutama Malaysia. &amp;ldquo;Agar kita tidak diinjak-injak, karena selama ini selalu dibawah bayang-bayang. Indonesia selama ini selalu terus mengalah. Dengan bergesernya patok Camar Bulan ini pemerintah Indonesia harus bertindak tegas,&amp;rdquo; katanya.Kalbar, Tony menambahkan dengan terbentukanya Kodam, seyogyanya berbanding selaras dengan upaya yang dilakukan terutama terhadap permasalahan pencaplokan tanah ini. &amp;ldquo;Sehingga bisa lebih terjaga dengan baik. Harus ada pengaruh yang signifikan terhadap pertahanan dan keamanan di daerah ini apalagi Kodam sudah terbentuk di Kalbar,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>PONTIANAK - Malaysia dikabarkan melakukan pencaplokan tanah seluas 14 ribu hektar di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Banyak pihak menilai, tindakan semena-mena negeri jiran itu disebabkan akibat Pemprov Kalbar tidak serius mengelola daerahnya. Menanggapi hal tersebut, Plh Sekda Kalbar, Kartius menegaskan, persoalan mengenai batas patok wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat. &amp;ldquo;Termasuk batas patok yang ada di Dusun Camar Bulan yang saat ini sedang diributkan, karena menyangkut dengan perbatasan dan wilayah Negara lain, maka kewenangan ada di pusat,&amp;rdquo; tegas Kartius saat membuka acara panen jagung di Kabupaten Rasau, Kalbar, Kamis (13/10/2011)Menurutnya, tak hanya permasalahan Camar Bulan, tetapi banyak persoalan masyarakat di perbatasan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat terutama dalam memberikan kebijakan pembangunan yang sangat diperlukan di wilayah perbatasan. &amp;ldquo;Kami Pemprov Kalbar sudah memberikan perhatian kepada pemerintah pusat terkait pembangunan jalan, sekolah dan sebagainya. Namun mengenai batas patol, kewenangan pusat bukan kewenangan Pemprov Kalbar,&amp;rdquo; katanya.Sementara itu anggota DPRD Kalbar, Tony Kurniadi menerangkan, Pemprov Kalbar harus mempertahankan Camar Bulan, bagaimanapun caranya. &amp;ldquo;Mempertahankan keutuhan negara merupakan kewajiban pemerintah, dan Kalbar harus mempertahankan Camar Bulan,&amp;rdquo; tegas legislator Kabupaten Sambas ini.Dia pun mempertanyakan mengapa batas patok di wilayah tersebut sampai&amp;nbsp; bisa bergeser. &amp;ldquo;Saya juga heran kok bisa-bisanya bergeser. Lama-lama bisa habis pulau dicaplok,&amp;rdquo; cetusnya.Indonesia lanjut dia, harus segera mengambil langkah proaktif, selain juga harus bisa menunjukkan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia, khususnya di mata dunia, terutama Malaysia. &amp;ldquo;Agar kita tidak diinjak-injak, karena selama ini selalu dibawah bayang-bayang. Indonesia selama ini selalu terus mengalah. Dengan bergesernya patok Camar Bulan ini pemerintah Indonesia harus bertindak tegas,&amp;rdquo; katanya.Kalbar, Tony menambahkan dengan terbentukanya Kodam, seyogyanya berbanding selaras dengan upaya yang dilakukan terutama terhadap permasalahan pencaplokan tanah ini. &amp;ldquo;Sehingga bisa lebih terjaga dengan baik. Harus ada pengaruh yang signifikan terhadap pertahanan dan keamanan di daerah ini apalagi Kodam sudah terbentuk di Kalbar,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
